Minggu, 20 Agustus 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
JA CONNECTION OPSI LAIN NAIK BUS BANDARA SOEKARNO-HATTA
 
31 Mei 2017


(Jakarta – haltebus.com) Masyarakat yang ingin bepergian dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta kini memiliki banyak opsi untuk naik angkutan umum. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meluncurkan 91 unit bus yang menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta dengan 22 titik di Jabodetabek. “Ada 15 Hotel dan tujuh Mall mulai Jakarta, Tangerang, Bogor dan Bekasi yang dilayani empat operator bus,” kata Kepala BPTJ Elly A. Sinaga saat peluncuran Jabodetabek Airport Connection di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (30/5/17).

Menurut Elly, saat ini pihaknya tengah mendorong masyarakat untuk berpindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Sebelumnya, BPTJ sudah meluncurkan Jabodetabek Residence (JR) Connection. Kini angkutan umum yang diinisiasi BPTJ bertambah dengan layanan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Elly mengaku tengah berkejaran dengan target dari pemerintah untuk memindahkan pergerakan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Tahun ini dia menargetkan 40 persen masyarakat yang bepergian di Jabodetabek memilih angkutan umum. Sementara, Elly mengaku masyarakat yang berpindah ke moda angkutan umum baru 15 persen. “Tahun 2026 ditargetkan 60 persen perjalanan masyarakat menggunakan transportasi umum. Targetnya hingga tahun 2019 kami bisa memindahkan 40 persennya,” katanya.



Dalam kajian yang dilakukan BPTJ, kata Elly, ada permintaan dari masyarakat untuk tersedianya angkutan umum yang realtif murah dan mudah. Ada harapan dengan angkutan dengan penumpang yang lebih banyak, tarifnya bisa terjangkau. Berapa tarif JA Connection? Cukup merogoh Rp. 50 ribu. Selama sebulan ini, kata Elly, khusus untuk PPD yang berangkat dari pusat perbelanjaan, ada tarif promosi Rp. 25 ribu. Ada 33 unit bus yang yang bertujuan ke hotel-hotel di Jabodetabek dan ada 58 unit bus maupun mikrobus pusat perbelanjaan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik layanan ini. Menurut dia, keberadaan angkutan bus dengan rute-rute baru itu memudahkan masyarakat bepergian ke tengah kota, juga dari wilayah seperti Bekasi, Tangerang dan Bogor. Bus Bandara sendiri sekarang sudah menjangkau wilayah seperti Cikarang, Depok, Bekasi dan Bogor. Budi mengaku sedang mempelajari usulan pembangunan Light Rail Transit dari Rawa Lumbu ke Bandara Soekarno-Hatta.

“Saya kira inovasi-inovasi ini menarik dan wajib didukung. Segala upaya untuk menarik masyarakat berpindah ke angkutan umum harus dilakukan. LRT tiga kali efesien dari bus, dbus lima kali lebih efesien dari kendaraan pribadi,” kata dia dalam sambutan sebelum peersmian JA Connection.

Budi berkesempatan mencoba bus JA Connection dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta menuju pusat perbelanjaan Grand Indonesia, di pusat kota Jakarta. Empat operator yang menyediakan 91 unit bus adalah, PT. Big Bird Pusaka dari Blue Bird Group, PT. Sinar Jaya Megah Langgeng, Perum DAMRI dan Perum Pengangkutan Djakarta. Direktur PT. Blue Bird, Sigit Purnomo berterima kasih mendapat kepercayaan untuk bisa melayani masyarakat di Jakarta dan sekitarnya. “Memang ini layanan yang baru, kami yakin pada akhirnya pasarnya akan terbentuk,” kata dia.

Angkutan JA Connection yang disiapkan empat operator terdiri 41 bus besar dan sedang serta 50 unit microbus. Setiap kendaraan dilengkapi dengan AC, reclining seat, WiFi dan juga port pengisi daya telepon seluler.



Direktur PT. Angkasa Pura II, Muhammad Awaludin mengaku senang dengan dukungan transportasi baru untuk pengguna layanan Bandara Soekarno-Hatta. Dia mengaku mendukung upaya pemerintah memindahkan masyarakat dari pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum.

“Saat ini dengan angkutan bus dan taksi, penumpang di Bandara Soekarno-Hatta setiap hari yang bisa dilayani hanya 30 – 35 ribu orang, jika nanti ada kereta Bandara mungkin 70 ribu orang. Sementara ada 150 ribu penumpang dan 25 ribu karyawan yang sehari-hari yang bergerak dari dan menuju Bandara,” kata Awaludin.

Budi K. Sumadi mengungkapkan, operator bus seharusnya yakin dengan potensi yang besar untuk membuka layanan angkutan umum di Bandara ini. Dia menegaskan bus di Bandara menjadi suatu keharusan. “Bus-bus ini menjadi suatu kebutuhan. JA Connection menjadi satu keharusan, saya minta operator untuk menyediakan ini karena masih sangat ekonomis,” kata dia. (naskah : mai/foto : mai)





Berikut ini rute dan armada JA Connection :

Blue Bird Grup melalui PT. Big Bird Pusaka (15 unit bus)

- Rute pertama
Bandara Soekarno-Hatta ke Hotel Borobudur, Hotel Alila dan Hotel Luminor.

- Rute kedua
Bandara Soekarno-Hatta ke Hotel Aryaduta dan Hotel Sari Pan Pacific.

- Rute ketiga
Bandara SoekarnoHatta ke Hotel Grand Cemara, Hotel Ibis Thamrin, dan Hotel Millenium.

- Rute keempat
Bandara Soekarno-Hatta ke Hotel Grand Sahid Jaya, Mall Grand Indonesia, dan Hotel Ascot.


Perum Damri menyediakan 10 unit bus/Mikrobus

- Rute BandaraSoekarno-Hatta - Hotel Amaris Tamrin City.

PT. Sinar Jaya Megah Langgeng menyediakan 16 unit bus

- Rute pertama
Bandara Soekarno-Hatta ke Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Bekasi

- Rute kedua
Bandara Soekarno-Hatta ke Bogor Trade Mall.

Perum PPD menyiapkan 50 unit bus

- Rute pertama
Bandara Soekarno-Hatta ke ITC Cempaka Mas
via Tol Airport Prof. Sedyatmo – Tol Pelabuhan – Tol Ir. Wiyoto Wiyono – Exit Tol Cempaka Putih – Jl. Jend. Ahmad Yani – ITC Cempaka Mas.

- Rute kedua
Bandara Soekarno-Hatta ke Mall Kelapa Gading
via Tol Prof. Sedyatmo – Exit Tol Cempaka Putih – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Boulevard Utara Kelapa Gading – Mall Kelapa Gading.

 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013