Jumat, 18 Agustus 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
ANGKASA PURA : KAMI AKAN OPERASIKAN BUS BERLANTAI RENDAH
 
05 Juni 2017


(Jakarta – haltebus.com) Perkembangan dunia transportasi di Indonesia beberapa tahun terakhir cukup pesat. Di angkutan udara, tahun ini Bandara Soekarno-Hatta menargetkan bisa melayani 60 juta penumpang. Pergerakan penumpang dan staf di Bandara tersibuk di Indonesia itu, mau tak mau mengubah pola dan sarana transportasi.

“Rencananya kalau tidak ada halangan, Skytrain akan dioperasikan Agustus ini, Sementara satu jalur dulu untuk dari Terminal Tiga ke Terminal Dua. Bus gratis antar terminal tetap ada. Saya berencana mengganti seluruh bus shuttle antar terminal dengan bus berlantai rendah dan berpintu lebar,” kata Direktur Utama PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaludin, Selasa (30/5/17) di Jakarta.

Menurut Awaludin, setiap harinya ada 125 – 150 ribu penumpang dan 25 ribu staf yang bergerak dari dan menuju BandaraSoekarno-Hatta. Sementara angkutan yang ada saat ini masih melayani masyarakat di Bandara Soekarno-Hatta belum sepenuhnya mendukung. Pergerakan orang di Bandara dan di luar Bandara menjadi perhatian pihaknya. Dia menyambut baik inisiatif untuk menambah angkutan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta dan PT. Angkasa Pura II siap beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.



Khusus untuk di areal Bandara Soekarno-Hatta, lanjut Awaludin, diperlukan angkutan yang bisa mengakses dari Terminal ke Terminal yang nyaman. Karena itu meskipun Skytrain akan dioperasikan tahun ini, kata dia, PT. Angkasa Pura II juga tetap mengoperasikan bus antar Terminal. Dia berharap adanya Skytrain dan bus antar terminal bisa menambah kenyamanan masyarakat.

Konsep yang diusung, bus yang memudahkan orang berpindah tempat dan kenyamanannya terjaga. “Bus-bus shuttle yang ada saat ini kan bus kecil, yang kalau keluar masuknya cukup repot untuk penumpang. Beberapa penumpang seperti turis asing yang membawa papan surfing biasanya protes tuh, mereka susah masuk ke dalam bus,” ujar Awaludin menjelaskan.



Pandangan tentang angkutan yang memudahkan perpindahan penumpang ini sebetulnya sudah berkembang di area layanan Bandara sejak dua tahun lalu. PT. Gapura Angkasa yang melayani perpindahan penumpang Garuda di Bandara di seluruh Indonesia sudah memesan bus-bus berlantai rendah. Anak perusahaan patungan PT. Angkasa Pura I, PT. AngkasaPura II dan PT. Garuda Indonesia itu menargetkan mengganti seluruh armada bus pengangkut penumpang di apron di Bandara di seluruh Indonesia yang mereka layani. Bus berlantai rendah menjadi opsi yang dipilih pertama.

Dua pabrikan bus yang ada di Indonesia sudah mulai menjual bus berlantai rendah tipe low entry. Ada Mercedes-Benz Indonesia yang mendatang Mercedes-Benz O 500 U-1726 gelombang pertama untuk memenuhi kebutuhan PT. Gapura Angkasa. Pabarikan asal Jerman itu juga menyiapkan 150 unit bus low entry lainnya untuk bus Transjakarta. Sementara, PT. United Tractors, Tbk yang memperkenalkan Scania K250UB/4x2 sejak tahun 2014 juga ikut memasok 150 unit bus Transjakarta low entry.



Peluang pabrikan bus mengisi pasar bus berlantai rendah mulai terbuka. Tak hanya di dalam apron, di luar terminal pun bus low entry mulai menjadi pilihan. Setidaknya pernyataan dua BUMN yang menangani pelayanan penumpang angkutan udara sudah menyatakan terbuka ingin mengganti armadanya bus mereka di areal Bandara dengan bus berlantai rendah dan berpintu lebar.

Secara terpisah, Chief Operational Officer PT. Indotruck Utama, Eka Lovyan mengungkapkan, pihaknya tengah mempersiapkan bus low entry untuk pasar Indonesia. Dia masih menyimpan detil produk bus low entry merek Volvo yang diageni PT. Indotruck Utama. “Memang kami menargetkan bus low entry ini nantinya tidak hanya untuk bus kota, tetapi bisa diaplikasikan di Bandara,” katanya.

Seperti diberitakan haltebus.com sebelumnya, Volvo mengganti varian B7R dengan varian B8R. April lalu, kantor pusat Volvo di Swedia mengumumkan dua varian B8R yakni B8R dan B8RLE akan dipasarkan pertengahan tahun ini di Asia. President Volvo Bus, Håkan Agnevall mengungkapkan, varian chassis B8R memungkinkan pemilik bus bisa meng-upgrade sistem saat Volvo mengembangkan teknologi bus di kemudian hari. “Dengan produk yang modern dan fleksibel kami memberikan ruang gerak untuk pelanggan untuk memperbesar life cycle efisiensi biaya operasional,” ujar Agnevall dalam pernyataan tertulis yang diterima haltebus.com.

Direktur PT. Gapura Angkasa Agus Priyanto, dua tahun lalu, sudah membuka peluang seluas-luasnya untuk pabrikan bus menggelar kontes di kantornya. Dalam catatan haltebus.com sejumlah pabrikan telah menghadirkan bus-bus berlantai rendah dalam dua tahun terakhir ini. Tengok misalnya, ada MAN A69, ada pula Scania K250UB 4x2, bahkan beberapa unit bus Golden Dragon, pabrikan asal China telah beroperasi pula di Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai. “Kami membuka kesempatan untuk proses pergantian armada kami, termasuk kepada Mercedes-Benz,” kata Agus kala serah terima 15 unit Sprinter di Wanaherang.

Direktur PT. Angkasa Pura II menyebutkan, tahun 2017 ini kapasitas layanan di Bandara Soekarno-Hatta akan ditingkatkan menjadi 60 juta penumpang setahun. Sebelumnya, penumpang yang dilayani baru 27 juta. Kenaikan yang signifikan itu ditargetkan seiring dengan mulai dioperasikan secara penuh Terminal 3 serta merevitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. (naskah : mai/ foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013