Sabtu, 16 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
INTIP BUS TINGKAT TERBARU DARI SETRA YUK
 
10 Juli 2017


(Jakarta – haltebus.com) Daimler resmi merilis bus tingkat (double decker) Setra S 531 DT untuk keperluan bus jarak jauh maupun wisata pekan lalu di Stuttgart. Bus ini diklaim Daimler sebagai bus tingkat kelas coach yang tercanggih pertama di dunia. “Tidak ada bus jarak jauh yang memiliki efesiensi bahan bakar, fleksibel dan aman seperti bus dua lantai premium terbaru dari EvoBus Plant di Neu-Ulm, milik kami,” kata Head of Daimler Buses, Hartmut Schick.

Setra S 531 DT menjadi versi double decker dari kelas TopClass, strata teratas produk bus Setra yang memiliki standar tinggi. Dalam laman resmi Daimler, bus double decker ini bisa dipesan sesuai kebutuhan pelanggannya. Ada pula fitur-fitur baru yang menjanjikan kenyamanan dan keamanan berkendara.

Bagaimana detil Setra S 531 DT yang baru dirilis ini? Ada perubahan desain signifikan terutama dari sisi penampilan bus. Secara garis besar, tampilan S 531 DT mengadopsi desain seri TopClass yang dibuat dalam versi double decker. Di bagian depan ciri khas TopClass bisa terlihat dari lampu utama yang menghiasi wajah seri S 531 DT. Menurut Daimler, bagian depan didesain lebih aerodinamis. Permukaan bodi bus dibuat tanpa sudut siku. Meski tinggi dan cenderung kotak di bagian depan, masih terlihat lengkungan pada bodi.



Kaca depan dibuat lebih tinggi untuk menyegarkan tampilan. Sambungan kaca depan atas dan bawah juga dipersempit dari versi S 431 DT yang lebar dan menyatu dengan dudukan untuk kedua lengan spion. Di Indonesia, banyak yang menyebut bagian ini dengan topi atau bando.

Desain model TopClass sangat kental terlihat di bagian belakang bus. Lampu belakang, garis dan bentuk bodi serupa dengan TopClass. Bisa dibilang inilah versi tingginya Setra TopClass 500. Bagian belakang ini terbilang padat, guratan bodi bagian belakang yang diwarnai garis tegas mengingatkan kita pada kendaraan ala robot transformer. kap penutup mesin dan pendingin udara juga menghiasi bagian belakang dengan serasi.

Bagian samping, menjadi ciri utama bus Setra seri TopClass pada umumnya. Namun kali ini desainer Setra mengubah tampilan lebih segar. Aksen lengkung yang sudah menempel sejak S 431 DT diperkenalkan 15 tahun lalu, kini dibuat lebih sederhana. Hanya ada aksen garis lurus mulai kaca pertama hingga kaca terakhir. Konsekuensinya, garis sambung dek atas dan bawah di kaca samping tak lagi menaik dari depan, tetapi sebaliknya menaik dari belakang.

Jika dilihat bagian samping S 531 DT secara penuh sangat terasa perbedaannya dari S 431 DT. Pada versi terbaru, aksen tipi situ tak diberi lampu di ujung bagian belakang. Begitu juga dengan emblem identitas Setra di sisi bawa kaca samping lantai satu, melambungkan ingatan kita kembali ke Setra model ComfortClass 400. Bedanya aksennya lebih tipis dan diikuti garis memanjang sampai atas.

Di sisi interior, susunan kabin tak banyak berubah. Konstruksi baru memungkinkan lantai bus dibuat rendah. Dua tangga melengkapi kemudahan mobilitas penumpang. Satu di bagian depan, tepat di belakang pengemudi, satu lainnya di sisi tengah agak ke belakang. Dari sisi keamanan, desain dua tangga juga mempermudah evakuasi jika terjadi keadaan darurat di dalam bus.




Kemewahan menjadi ciri khas yang selalu melekat pada seri TopClass. Kemudahan pengemudi dalam mengendarai bus juga menjadi nilai tersendiri yang diusung Setra. Kabin pengemudi untuk Setra S 531 DT menjadi sangat unik, sebab buss ini menjadi bus double decker pertama yang menawarkan kabin dalam dua varian. Yang pertama kabin dengan panel dashboard/kokpit Setra ComfortClass 500 atau TopClass 500, tergantung fitur dan pelengkapan yang akan dipasang sesuai kebutuhan pelanggan.

Yang paling dibanggakan Schick dan tim nya adalah fitur-fitur teknis yang baru pertama kali diaplikasikan untuk bus ada pada S 531 DT. Untuk pertama kalinya Active Brake Assist 4 (ABA versi 4) ditanamkan untuk bus, sekaligus langsung digunakan untuk bus double decker. Di Semester pertama 2014, tepatnya bulan April, Mercedes-Benz memperkenalkan Active Brake Assist 3 ( ABA versi 3) pada produk Travego.



“Fitur pengereman darurat Active Brake Assist 4 (ABA 4) diperkenalkan untuk bus untuk pertama kalinya pada S 531 DT. Fitur ini memungkinkan bus berhenti secara maksimal ketika ada obyek yang tertangkap sensor di depan kendaraan, begitu juga sekarang bisa mengenali pejalan kaki dan mengaktifkan pengereman secara otomatis sebagai responnya,” begitu pernyataan tertulis Daimler.

Masih ada fitur lain yang tak kalah canggihnya, yakni Sideguard Assist. Fitur ini juga baru pertama kali diaplikasikan untuk bus double decker. Fitur ini berupa sensor radar aktif untuk memonitor sisi kanan bus sepanjang badan bus. Pengemudi akan diperingatkan jika ada pejalan kaki, pengendara sepeda maupun obyek di sisi kendaraan. Fitur Sideguard Assist juga bisa membantu pengemudi saat berpindah jalur.



Satu lagi informasi yang tak kalah menariknya dibandingkan fitur-fitur di atas. Aplikasi mesin OM 471 versi Euro VI yang dipaparkan Daimler cukup mengagumkan. Dengan kapasitas 12,8 liter mesin enam silinder segaris itu bisa menghasilkan tenaga 375 kW (510 HP). Sistem diesel common-rail direct injection dengan tekanan tinggi yang fleksibel dari X-Pulse menghasilkan mesin yang sangat efesien dan halus. Daimler mengklaim mesin ini sangat rendah biaya perawatannya, interval untuk pergantian oli hingga 120 ribu km dan pergantian filter ole mencapai 360 ribu km, jika filter dibersihkan setiap 240 ribu km. Sangat murah dan menekan biaya akibat downtime (kendaraan tak beroperasi).

Penempatan cross-member dan struktur baru memberikan ruang yang lebih pada kabin. Konstruksi yang berorientasi pada ruang yang lapang, bisa tercipta dengan perubahan pada axle belakang. Ruang ini dimanfaatkan untuk menampung 540 liter bahan bakar, juga antara 170 – 270 liter air.

Dari satu model bus ini Setra menyediakan beragam kebutuhan pelanggan dengan detil yang bisa mereka siapkan. Sebenarnya hal ini juga banyak dilakukan oleh karoseri bus di Indonesia. Namun, standar yang terjaga bisa menjadi contoh yang baik bagi industri bus dalam negeri agar transportasi bus bisa semakin maju dan diterima masyarakat Indonesia. (naskah : mai/foto : daimler.com)




Technical data and equipment of the Setra S 531 HD



Vehicle data :
 
Length : 14 000 mm

Width : 2550 mm

Height : 4000 mm

Wheelbase front axle-drive axle : 6700 mm

Wheelbase trailing axle-drive axle : 1350 mm

Overhangs : 2705 mm front/3245 mm rear

Turning circle : approx. 23 100 mm

Tank capacity : approx. 540 l

AdBlue tank capacity : approx. 40 l

Luggage compartment capacity : 8.4 m³


Drive and chassis :

Engine, cylinders               : OM 471, 375 kW (510 hp), R6

Displacement                    : 12.8 l

Torque                             : 2500 Nm (1100 rpm)

Exhaust-gas aftertreatment : controlled exhaust gas recirculation, SCR
                                          technology, closed particulate filter

Emissions standard             : Euro VI

Final-drive ratio                  : I = 3.583

Transmission                      : 8-speed MB GO 250-8 (PowerShift)

Retarder                            : Voith secondary water retarder

Front axle                          : Setra-produced with MB wheel head

Drive axle                          : MB RO 440

Steering                             : ZF Servocom 8098


Safety and assistance systems :

Electronic Stability Program (ESP) incl. acceleration skid control (ASR),
Brake Assist (BAS),
Lane Assistant (SPA),
Adaptive Cruise Control (ART) with Stop&Go,
Active Brake Assist 4 (ABA 4),
Predictive Powertrain Control (PPC),
Attention Assist (AtAs), start-off assist,
Frequent-stop brake with starting-off lock,
Stabilizer bar on front and rear axle,
Electronic Level Control (ENR)


Seating :

78 seat , upholstery Setra Voyage Ambassador, seat/backrest multipiece in Composition/fabric combination, 2-point belts on all passenger seats (driver and tour guide seat: 3-point seat belts), passenger seats along the aisles sideways adjustable, footrests on seat frame bases, folding tables, driver seat Isringhausen NTS 2 (type 6860), one tour guide seat




Equipment includes :


Leather multifunction steering wheel
Coach Multimedia System (CMS) audio/video system with DVD player
Coach MediaRouter for internet access and media streaming
One 230 V socket in side wall per double seat
Service sets with air vents and LED reading lamps
LCD video monitors, screen diagonal of 48 cm (19 inches)
EvoCool TopAir air conditioning system
Fire extinguishing system with detection line in engine compartment
LED low-beam and high-beam headlamps
High-pressure headlamp washing system
Cornering light function
LED daytime running lamps
Ambient lighting for reversing
Rain/light sensor
Video camera over door two
Reversing camera with integrated washing system
Driver rest area
Microphone for tour guide, hand-held microphone with switch and spiral cable
Additional stowage compartment in front of WC on the left with outside flap
Fleetboard
Comfort Plus cockpit Kitchenette with coffee machine (2 x 40 cups)
Toilet Entrance fragrancing

 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013