Sabtu, 25 November 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS DOUBLE DECKER PO. PUTERA MULYA MERAMBAH BOGOR
 
24 Juni 2017


(Jakarta – haltebus.com) perlahan namun pasti PT. Putera Mulya Sejahtera menambah armada bus nya untuk jurusan Wonogiri – Jabodetabek serta Merak. Setelah memperbaharui armada Tangerang (Pasar Kemis)-Wonogiri dan Merak – Wonogiri, dua bus Double Decker
(bertingkat) juga meluncur menyambut Libur Idul Fitri 2017. Jurusan yang dilayani adalah Bogor-Jakarta-Solo dan berakhir di Wonogiri. “Di rute ini penumpang langganan kami cukup banyak. Boleh dibilang sudah mulai banyak pelanggan fanatik bus Putera Mulya Sejahtera lah,” ujar pimpinan PT. Putera Mulya Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan dalam rilis yang diterima haltebus.com, Jumat (23/6/17).

Menurut pria yang akrab disapa Sani ini, permintaan untuk layanan bus Double Decker antar kota cukup signifikan. Setiap harinya banyak yang menanyakan bus Double Decker dari berbagai kota yang masuk ke manajemen PT. Putera Mulya Sejahtera. Sejatinya, kata Sani, mereka hanya memiliki dua unit untuk jurusan Jakarta-Solo-Wonogiri. Namun pertanyaan yang masuk ke tim marketing mereka datang dari mulai Surabaya, Pacitan, Ponorogo, Madiun, Yogyakarta, Purworejo, bahkan orang Sumatera pun tertarik untuk naik bus tingkat.

Namun, PT. Putera Mulya tidak gegabah menambah armada baru yang investasinya lebih dari Rp. 3 miliar. Salah memperhitungkan operasional dan investasi, kata Sani, bisa menimbulkan masalah bagi mereka di kemudian hari. Pemilihan rute ke Bogor, lanjut dia, setelah melihat tren pelanggan dan masukan dari tim marketing mereka. “Kami menambah dua unit bus Double Decker untuk melayani permintaan pelanggan yang menginginkan layanan bus yang berbeda dari bus-bus yang ada selama ini,” katanya.



Sani mengungkapkan, awalnya PT. Putera Mulya Sejahtera berencana mengembangkan rute Bogor-Jakarta-Yogyakarta. Di rute ini, menurut Sani, potensi pasar yang bisa diraih cukup menjanjikan. Karena itu, selama musim liburan Idul Fitri 2017 ini mereka mengujicoba di rute tersebut. Uji coba itu untuk melihat sejauh mana minat pelanggan mereka di seputar Klaten. Perjalanan perdana bus Double Decker ini, direncanakan Jumat (23/6/17), satu unit berangkat dari Bogor dan satu lainnya dari Klaten.

Dia menegaskan, bus Double Decker yang dioperasikannya menargetkan masyarakat yang belum pernah atau sudah meninggalkan bus sebagai sarana transportasi keluar kota. Segmen yang disasar cukup jelas, kalangan menengah yang tak segan membayar lebih untuk kenyamanan. “Semua kursi dilengkapi sarana hiburan Audio-Video on Demand (AVoD), kursi bisa distel kemiringannya. Khusus di lantai bawah penyetelannya secara elektrik dengan kursi model cangkang yang ekslusif,” katanya menjelaskan fasilitas bus.



Untuk naik bus Double Decker PT. Putera Mulya Sejahtera, cukup dengan Rp. 225 ribu di dek atas dengan 38 kursi. Jika memilih duduk di bawah yang hanya ada enam kursi, cukup merogoh kantong Rp. 325 ribu saja. Tarifnya sama dengan bus sebelumnya dengan rute Jakarta-Solo-Wonogiri. Tarif tertinggi selama musim mudik Idul Fitri Rp. 550 ribu.

Saat haltebus.com mencoba ikut dalam perjalanan tidak sedikit yang mengaku baru pertama kali naik bus Double Decker PO. Putera Mulya. Kebanyakan ingin mencoba merasakan naik bus berlantai dua dengan rute jarak jauh itu. “Saya dari Klaten sengaja mau naik bus ini, saya naik dari Boyolali karena bisa dijangkau dari Klaten. Baru kali ini naik bus tingkat. Nyaman juga,” kata Teguh.



Salah seorang penumpang yang enggan menyebut namanya mengaku sering naik bus untuk pergi ke Salatiga dari kota asalnya di Bekasi. Dia mengaku selama ini menjadi langganan perusahaan bus yang berbasis di seputar Solo, tetapi sangat tertarik mencoba bus Double Decker antar kota itu. “Naik di atas agak goyang ya, saya pengen tau rasanya seperti apa naik bus tingkat begini,” ujarnya.

Bus premium ini ditopang oleh chassis premium Scania K410IB/6x2*4 dengan konfigurasi 3-axle (tiga sumbu roda). Piranti canggih pemantau kinerja mesin dan bus C-200 Scania sudah tertanam di bus ini. Perilaku pengemudi, mulai perilaku menekan pedal gas dan rem, bagaimana menggunakan Retarder (tuas pengatur deselarasi mesin) hingga jarak aman pengereman bisa terpantau. Tampilan yang muncul pada layar dashboard menuntun pengemudi untuk mengikuti karakter chassis bus yang berujung pada faktor keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Perangkat keselamatan berkendara yang biasa ditemui pada sedan, juga sudah tertanam di bus Scania K410IB/6x2*4. Ada Antilock-Brake System (ABS), Electronic Stability Program (ESP), Electronic Distribution Brake (EDB) serta Retarder (tuas pengendali deselerasi mesin). Dalam keadaan menanjak dan menurun ada fitur Hill Hold dan Down Hill yang memudahkan pengemudi dalam mengendalikan busnya. “Kenyamanan pelanggan menjadi perhatian kami, karena itu pengemudi yang bertugas mengoperasikan bus ini juga pilihan, tidak sembarangan,” ujar Sani.

Sani berharap keempat bus Double Decker (bertingkat) nya bisa menjadi pilihan baru sarana bepergian masyarakat. Jika permintaan masyarakat akan bus seperti ini bertambah, dia mengungkapkan, pihaknya akan menambah armada untuk memperluas layanan. “Kami ingin transportasi bus tidak lagi dipandang sebelah mata. Pada saatnya nanti, ketika jalan tol sudah menghubungkan kota-kota di Indonesia, khususnya di Jawa, bus-bus semacam ini yang akan banyak dibutuhkan,” katanya. (naskah : mai/foto : mai/dok. putera mulya sejahtera)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013