Rabu, 21 November 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
ZF AG MENGUKUHKAN KEHADIRANNYA DI INDONESIA
 
12 Juli 2017


(Jakarta – haltebus.com) Pabrikan transmisi asal Jerman, ZF kini hadir secara resmi sebagai badan usaha seutuhnya di Indonesia. Mereka mengumumkan beroperasinya PT. ZFAG Aftermarket Jakarta. “Di Asia Pacific kami memulai dengan membuat perwakilan di Australia, pada perkembangannya kami melihat pertumbuhan di Kawasan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Ini yang meyakinkan kami untuk mengukuhkan perwakilan ZF Jakarta sebagai PT. ZFAG Aftermarket Jakarta,” kata Managing Director Aftermarket ZF South-East Asia & Taiwan, Sheerhan B. Jeaudeen di Jakarta, Selasa (11/7/17).

Menurut Sheerhan, sejak 2001 kantor perwakilan Jakarta sudah beroperasi menjadi ujung tombak ZF di Indonesia. Dalam perkembangannya, kata dia, potensi bisnis di Indonesia yang besar membuat ZF memutuskan untuk menjadikan kantor perwakilannya sebagai entitas badan hukum perseroan di Indonesia. Menurut dia, perkembangan produk ZF di Indonesia semakin membaik dan potensi pasar yang mereka targetkan terus tumbuh.

PT. ZFAG Aftermarket Jakarta menjadi kepanjangan tangan ZF AG Aftermarket yang berada di bawah naungan ZF South-East Asia & Taiwan. Karena itu, kata Sheerhan, semua produk ZF seperti Sachs, Lemforder, TRW, Bodge dan Openmatics juga menjadi bagian tanggungjawab mereka. “Kami ada produk untuk otomotif, kendaraan komersial, perkapalan, industri, kereta api, rotor untuk helikopter, juga ada untuk kincir angin,” ujar pria berkacamata yang menjabat sebagai Komisaris PT. ZFAG Aftermarket Jakarta ini.



Sementara itu di tempat yang sama, Direktur PT. ZFAG Aftermarket Jakarta, Cakra Wiyata menjelaskan besarnya potensi yang bisa mereka garap di Indonesia. Di sector transportasi misalnya, perkembangan pembangunan infrastruktur yang menjadi komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo menjanjikan peluang. “Kami hadir di Indonesia untuk membantu masyarakat Indonesia lebih mudah, kami memperkenalkan teknologi dunia yang saat ini menjadi tren ke arah yang lebih baik,” kata Cakra.

Cakra mengungkapkan, kerja sama yang terjalin antara ZF dan pabrikan otomotif dunia membuat mereka menjadi tren setter. Dia mencontohkan, setiap ada produk atau prototype baru, tidak jarang pabrikan otomotif men-challenge tim engineering ZF untuk merancang produk yang diinginkan pabrikan yang bersangkutan.



Menurut Cakra, ZF banyak terlibat dalam tren otomotif dunia saat ini seperti teknologi elektrifikasi, otomatisasi, dan efesiensi bahan bakar. Teknologi terbaru mereka, bernama openmatic, lanjut Cakra, juga mengarah pada system transportasi yang dikelola secara digital, sudah mulai banyak dikembangkan. Dalam satu kesempatan, Cakra menyebut Hongkong sebagai salah satu kota di Asia yang sudah mengaplikasikan Openmatics untuk pengelolaan sistem Bus Rapid Transit (BRT).

“Di Indonesia produk ZF cukup banyak, hanya saja lokasinya tersembunyi seperti transmisi, kaki-kaki, axle biasanya letaknnya ada di bawah. Kami ikut mendorong penggunaan transmisi otomatis untuk bus kota di Transjakarta,” kata dia.

Sheerhan menyebutkan, dalam dua-tiga tahun terakhir ZF mampu meraih pasar hingga di atas 60-70 persen untuk transmisi otomatis untuk bus kota. Sebagian besar masih terkonsentrasi di Jakarta. Namun, Sheerhan yakin, tren pengembangan transportasi kota-kota di Indonesia membuka peluang yang lebih besar untuk pasar transmisi otomatis. “Beberapa tahun ini banyak pengusaha tertarik dan mulai mencoba transmisi otomatis saat mereka mengetahui keuntungan-keuntungannya. Kami juga sedang pelajari regulasi di Indonesia terkait penggantian transmisi otomatis dari sebelumnya yang manual,” ujarnya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013