Jumat, 15 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MINITRANS, METROMINI BARU BERBAJU TRANSJAKARTA
 
19 Juli 2017


(Jakarta – haltebus.com) Warga Jakarta tahun ini mendapatkan armada bus baru pengganti MetroMini. Tahap pertama ini ada 100 unit bus yang disiapkan PT. Transjakarta hasil kerja sama dengan BNI Syariah serta keikutsertaan pemilik MetroMini dalam peremajaan armada. “Kami memberikan fasilitas jual beli non riba, target kami Rp. 168 Miliar untuk 300 unit bus,” kata Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, saat penandatanganan nota kerja sama PT. Transjakarta dan BNI Syariah di Balaikota, Selasa (18/7/2017).

Abdullah menjelaskan, pihaknya ingin membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyediakan armada bus untuk transportasi yang layak, aman dan nyaman. Sesuai dengan salah satu misi BNI Syariah untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang hasanah (baik). Karena itu, lanjut dia, saat ada kesempatan menjalin kerja sama dengan PT. Transjakarta, mereka menyambut baik kerja sama ini. Sebagai tahap pertama, ada 100 unit bus yang diberi label MiniTrans yang disiapkan dari rencana 300 unit itu.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Djarot Siful Hidayat mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kerja sama ini. Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta memiliki target untuk memperbaiki transportasi kota. Mekanisme kerja sama baru, antara PT. Transjakarta, BNI Syariah dan pemilik MetroMini, diharapkan Djarot, bisa mengubah pola peremajaan. “Perubahan itu keniscayaan, tidak bisa dihindari harus diantisipasi. Jika kita terlambat mengubah diri, pasti sakit rasanya,” kata dia.



Djarot mengatakan saat ini pihaknya mendorong mitra Pemprov DKI Jakarta di bidang transportasi untuk masuk dalam sistem PT. Transjakarta. Mengapa? “Supaya ada kepastian, supaya bisa dibayar rupiah per kilometer, sehingga gak perlu ngejar setoran, dan gak ada lagi bus yang ngetem,” ujarnya menjelaskan.

Tawaran kerja sama BNI Syariah dan PT. Transjakarta ini cukup menjanjikan. Setidaknya menurut, Plt Direktur Bisnis BNI Syariah Dhias Widhiyati, pemilik MetroMini bisa lebih nyaman dalam kepemilikan kendaraan. Dhias menjelaskan, kerja sama ini menjamin pemasukan dan sistem bagi hasil antara pemilik bus dengan pihak BNI Syariah. Menurut dia, pembiayaan di sektor transportasi darat baru pertama kali mereka garap, sebagai bentuk deferensiasi usaha. Sebelumnya konsentrasi terbesar pembiayaan ada di sektor property dan infrastruktur. Ada pembiayaan di sektor transportasi, yakni transportasi laut, namun memiliki karakter bisnis yang berbeda dengan transportasi darat.

“Pemilik bus yang meremajakan armadanya, nanti bus-busnya dioperasikan oleh PT. Transjakarta, nah pendapatan setiap bulannya nanti oleh pihak PT. Transjakarta dipotong termasuk untuk bagi hasil dengan kami, bersihnya baru diserahkan ke pemilik,” kata Dhias menjelaskan prosesnya.



Pola peremajaan yang dilakukan untuk MetroMini memang cukup menguras energi yang panjang. Pemprov DKI Jakarta, baru bisa mendapat jalan keluar dua tahun setelah kerja sama dengan Kopaja selesai. Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengungkapkan tidak mudah mencari lembaga pembiaayan yang bisa memberikan persyaratan yang meringankan pemilik MetroMini.

Menurut Andri, mereka berkejaran dengan waktu, peremajaan harus sudah selesai di tahun 2018 atau paling telat 2019. Mereka menargetkan bisa meremajakan 1/3 dari 1.500 bus sedang yang ada di Jakarta setiap tahunnya. Pemprov DKI Jakarta tak bisa menunggu, konflik berkepanjangan yang mendera MetroMini.

“Kami bebaskan mereka memilih, mereka masih memiliki ijin trayek, dengan syarat peremajaan harus dilakukan. Targetnya, setiap tahun 1/3 armada (bus sedang) harus diremajakan. Kami punya solusi nih, kalau mau ikut ayo, gak mau ikut silahkan remajakan sendiri. Kami akan mengisi rute-rute yang ada, kalau ada tumpang tindih ya mohon maaf, jangan ganggu kami,” ujar Andri. di sela-sela acara.

Pemilik MetroMini yang beralih ke MiniTrans terlihat sumringah selama acara penandatanganan kerja sama sekaligus melihat armada baru yang dibuat oleh Karoseri New Armada. Salah satunya Oloan Simarmata, yang mengaku memiliki MetroMini yang beroperasi di beberapa rute mulai Jakarta Selatan hingga Jakarta Utara. Menurut dia, proses kerja sama ini sudah dimulai sejak November tahun lalu. Dia mengaku lega akhirnya bisa diresmikan. “Nanti sepenuhnya berada kami serahkan ke PT. Transjakarta, operasinya seperti apa kami punya gambaran,” begitu pejelasan pria paruh baya yang datang ditemani istrinya.



Kegembiraan lain juga terpancar dari seorang ibu pemilik MetroMini. Dia terlihat bersemangat menyambut dua unit bus MiniTrans saat memasuki areal parker di depan Balairung Balaikota DKI Jakarta. Dia mereka bagian luar dan dalam bus, menyapa setiap staf PT. Transjakarta yang berpapasan dengannya saat merekam situasi saat itu. “Ini bukti janji pak Ahok, ini berkat beliau untuk mengubah transportasi Jakarta lebih baik. Janjinya sejak 2015, tetapi baru sekarang terwujud. Saya senang sekali,” ujarnya tanpa mau menyebut namanya.

Direktur Utama PT. Transjakarta, Budi Kaliwono menyebutkan, pola operasional MiniTrans sama dengan yang ada di Transjakarta saat ini. Pihaknya masih belum menentukan rute mana yang akan diisi MiniTrans dalam waktu dekat. “Sementara ini kami masukkan dulu ke dalam rute yang ada,” ujar dia.

Di awal menjabat, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama menargetkan peremajaan 3.000 unit bus yang ada di Jakarta. Hingga tahun menjelang akhir masa jabatan yang diteruskan oleh Djarot Saiful Hidayat, masih belum terealisir seluruhnya. Kendala terbesar yang dihadapi adalah skema yang pas untuk peremajaan tanpa meninggalkan pemilik kendaraan yang lama. Setelah sukses bersama Kopaja, langkah peremajaan dengan pemilik langsung ini menjadi terobosan baru Pemprov DKI Jakarta sebelum kepemimpinan Gubernur baru Oktober mendatang. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013