Jumat, 15 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BPTJ UJICOBA JALUR KHUSUS, BUS UMUM DIKAWAL MOBIL PATROLI
 
27 Juli 2017


(Jakarta – haltebus.com) Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan ujicoba High Occupancy Vehicle (HOV) lane, atau jalur kendaraan dengan okupansi tinggi. Tujuh unit bus Transjabodetabek milik Perum Pengangkutan Djakarta (PPD) terlibat dalam ujicoba yang dimulai Kamis (27/7/17). Rute bus yang diujicoba adalah Summarecon Mal – Bundaran HI. “Diharapkan model ini akan memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum, dan target modal share 60 persen angkutan umum (yang ditetapkan pemerintah) pada tahun 2029 dapat tercapai,” kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Bambang Prihartono saat melepas keberangkatan pertama bus Transjabodetabek di Bekasi.

Metode jalur khusus (HOV Lane) ini baru pertama kali diterapkan di Indonesia. Biasanya rombongan VIP, rombongan pejabat atau rombongan khusus yang dikawal oleh petugas patroli Jalan Raya. Kini metode itu diterapkan untuk angkutan umum. Mengapa? Juli lalu PT. Jasa Marga secara resmi menginformasikan prediksi ganguan pengguna jalan tol akibat pembangunan empat proyek infrastruktur yang menghambat laju kendaraan di jalan tol.

Ada proyek Light Rail Transit (LRT) mulai Jakarta (Km 2)-Bekasi Timur (Km18), kereta cepat Jakarta-Bandung, dan jalan tol Cibitung-Cilincing di Simpang Susun Cibitung Km 25. Belum lagi adanya proyek tol Layang Cikunir-Cikampek yang dimulai dari Cikunir hingga Karawang Barat sejak 6 Juli lalu seperti dikutip dari okezone.com, Senin (17/7/17). Lalu-lintas harian kendaraan yang mencapai 590 ribu/hari menyebabkan rasio kendaraan dengan ruas jalan 1,3 itu menjadi lebih sensitif terhadap ganguan. Sedikit saja ada gangguan laju kendaraan, bisa menyebabkan kemacetan.



BPTJ bergerak cepat dengan menggandeng beberapa instansi terkait, mulai Badan Pengatur Jalan Tol (BPTJ), Pemerintah Kota Bekasi, PT. Jasa Marga dan Perum PPD. Jalur khusus ini, menurut Bambang, diharapkan bisa mengurangi waktu tempuh angkutan umum. Dalam uji coba Kamis pagi itu, waktu tempuh dari Bekasi Barat hingga Semanggi hanya satu jam saja, dan dibutuhkan waktu satu jam l5 menit untuk tiba di Bundaran HI. Tanpa pengawalan, waktu tempuh bisa mencapai 1,5-2 jam.

Ada tiga pemberangkatan bus yang dikawal, yakni jam 6.00, jam 6.15 dan jam 6.30. Dua sorti pengawalan ada dua dan satu sorti pemberangkatan pemberangkatan lainnya ada tiga bus. Pengawalan oleh mobil Patroli Kemenhub ini dilakukan di jam-jam sibuk atau jam berangkat kantor. Marketing Communication Perum PPD Aulia Rachman Tarusbawa, frekuensi keberangkatan bus masa ujicoba yaitu 15 menit sekali dengan dua armada tiap pemberangkatan di pagi hari. “Ada dua armada di setiap jadwal pemberangkatan dengan tarif promo Rp. 5.000,” ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan survey BPTJ diperoleh informasi pengguna kendaraan pribadi akan beralih menggunakan angkutan umum jika ada konsep HOV lane. Data menunjukkan 60 persen responden akan beralih ke angkutan umum dengan konsep ini. Menurut Kasubdit Manajemen Rekayasa Lalu Lintas BPTJ Hananto Prakoso, saat ini Kementerian Perhubungan melalui BPTJ dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sedang menyiapkan regulasi dan piranti lainnya terkait HOV lane.

Hananto menjelaskan, untuk masa sosialisasi, BPTJ bekerja sama dengan BPJT, Jasa Marga, Perum PPD melakukan uji coba penerapan HOV lane di jalan tol akan mengawal bus dari tempat asal hingga Cawang. Pengawalan masa uji coba dilakukan pukul 06.00 - 06.30 WIB. Kegiatan yang dilakukan dalam masa uji coba ini dengan memberikan pengawalan/ voorijder rombongan bus (2-3) unit dari Summarecon Mall Bekasi Barat hingga Cawang saat jam sibuk pagi antara jam 06.00 – 07.00. “Kegiatan pengawalan ini sifatnya untuk sosialisasi sampai semua perangkat terpenuhi,” kata Hananto.

Ingin mencoba bus yang dikawal ini? Jangan salah naik, sebab dari halte Summarecon Mal ada bus Transjakarta dengan tujuan yang sama, Bundaran HI. Ada baiknya mengenali ciri bus yang diujicobakan. Pertama ada tulisan Transjabodetabek, kedua bus yang digunakan bermodel Ultima dari Karoseri Trisakti dan setiap pemberangkatan ada dua unit bus. Sayangnya, ujicoba hanya dilakukan pada pemberangkatan pagi saja, belum diujicoba untuk jam sibuk pulang kantor. (naskah : mai/foto : mai/dok. Perum PPD/dok.BPTJ)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013