Senin, 21 Agustus 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PAMERAN GIIAS KE-25 : MENUJU TEKNOLOGI OTOMOTIF EURO IV DI INDONESIA
 
11 Agustus 2017


(Tangerang Selatan – haltebus.com) Pameran otomotif terbesar di Indonesia, Gaikindo Indonesia International Auto Show, Kamis (10/8/17) di International Convention Exhibition, Tangerang Selatan. Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto membuka pameran yang akan digelar hingga 20 Agustus mendatang. “Selamat kepada pameran GIIAS yang telah berlangsung selama 25 tahun, kami harapkan pameran ini dapat memberikan dampak yang positif dalam memperkenalkan produk dan tren teknologi baru,” kata Airlangga dalam sambutannya.

Sedianya pembukaan pameran akan dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, seperti yang sudah berlangsung beberapa kali. Namun, karena ada penugasan lain, Jusuf Kalla batal hadir dalam pembukaan. Rencananya Jumat, (11/8/17) ini, Kalla akan berkunjung ke arena pameran.

Airlangga menyebutkan, Pameran GIIAS 2017 ini bisa menjadi salah satu pemicu untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor otomotif. Menurut dia, pangsa pasar otomotif Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di ASEAN. Indonesia mampu berkontribusi 1/3 dari pangsa pasar ASEAN dengan nilai 1 triliun dollar. Dia menjelaskan, bahwa impor mobil CBU dibandingkan ekspor juga mengalami kenaikan, pada tahun 2015 surplus sebanyak US$466 juta dan di akhir tahun 2016 sudah meningkat menjadi US$600 juta.

Sementara dari sektor industri otomotif tahun 2017 nilai investasi yang direalisasikan sebesar Rp16,5 triliun. Airlangga menegaskan, hal ini menunjukkan industri otomotif terus tumbuh sehingga bisa meraih kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah. Lapangan kerja yang bertambah bisa menampung hingga 5.000 orang. “Tenaga kerja di sektor ini telah mencapai 1 juta orang dan yang terkait langsung dengan sektor ini sebanyak 5 juta orang,” kata Airlangga menjelaskan. Dengan demikian otomotif menjadi salah satu sektor yang selain memberikan nilai tambah juga menyerap tenaga kerja,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menyinggung teknologi kendaraan dan insentif yang akan diberikan pemerintah untuk kendaraan beremisi gas buang yang rendah. Sesuai dengan tema yang diusung GIIAS 2017 ini, Rise of the Future Mobility, dia berharap standar emisi gas buang Euro 4 bisa diterapkan pada 2018. “Pemerintah akan memberikan insentif kepada low carbon vehicle dibanding mobil konvensional. Hal ini terkait dengan target Kementerian Perindustian di tahun 2025 dimana sebanyak 20 persen atau 400 ribu kendaraan rendah emisi dapat masuk ke pasar Indonesia,” katanya.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Yohanes Nangoi berharap pihaknya bisa berkontribusi positif terhadap industri, khususnya industri otomotif di Indonesia. Dia optimistis, GAIKINDO bisa menjadi salah satu pendorong roda perekonomian yang signifikan untuk negeri ini. Karena itu, dia berharap ada dukungan dari pemerintah. “Kami berharap ke depannya pemerintah dapat merancang kebijakan-kebijakan yang dapat memberikan dampak positif terhadap industri otomotif Indonesia,” ujar dia dalam sambutan pembukaan.

 Pameran GIIAS 2017 ini diikuti 32 merk yang ada di Indonesia, 24 merk kendaraan penumpang dan delapan merek kendaraan niaga. Di area pameran kendaraan niaga ada beberapa peserta yang menampilkan produk-produk baru mereka. Ada PT. Hino Motors Sales Indonesia dengan bus Hino RM 380, ada Isuzu dengan Isuzu LT 134 dan Isuzu Elf NLR 55 BLX serta Karoseri Adiputro Wirasejati dengan varian baru bus tingkat untuk wisata dan tawaran interior terbaru untuk bus mewah. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013