Sabtu, 25 November 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS TINGKAT BERATAP TERBUKA PERTAMA YANG UNIK DI INDONESIA
 
14 Agustus 2017


(Tangerang Selatan – haltebus.com) Ingin merambah pasar yang lebih luas, Karoseri Adiputro Wirasejati memperkenalkan bus tingkat khusus untuk bus wisata di Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Indonesia Convention Exhibition, Serpong, Tangerang Selatan. Bus dengan konsep bus kota wisata ini menjadi bus pertama Karoseri Adiputro Wirasejati yang tergolong unik. “Ini varian baru bus double decker yang kami buat. Sebelumnya kami banyak membuat bus double decker untuk AKAP,” kata Andre Jethrokusumo kepada haltebus.com, Kamis (10/8/17).

Karoseri Adiputro Wirasejati sejak tahun 2015 lalu telah membuat sedikitnya 29 unit bus tingkat AKAP. Untuk bus tingkat untuk kebutuhan perkotaan, karoseri itu belum pernah membuat sama sekali, meskipun kini telah ada sedikitnya 21 unit bus kota wisata di Jakarta. Sejak tahun lalu, karoseri bus yang berbasis di Malang ini sudah menunjukkan minat untuk ikut masuk ke pasar bus kota. Pada GIIAS 2016 mereka memamerkan bus medium model Jetbus 2+ versi bus kota.

Nah, pada GIIAS 2017, bus kota yang ditampilkan Karoseri Adiputro Wirasejati cukup mengejutkan karena sangat unik. Apa saja keunikannya? Pertama, atapnya berbeda dari bus-bus tingkat yang ada di Indonesia, yakni mengusung konsep atap terbuka. Meski di negara-negara lain, seperti Malaysia dan Singapura sudah banyak beroperasi bus tingkat wisata beratap terbuka, namun di Indonesia bus tingkat dengan konsep seperti ini baru pertama kali.



Bus ini bisa mengangkut 66 penumpang. Di bagian atas bus dibuat dengan dua versi. Bagian dengan atap tertutup yang berkapasistas 22 kursi, di bagian tengah ke depan dengan atap terbuka bisa diisi 32 orang. Sementara di bagian bawah ada 12 kursi, dua diantaranya bisa dilipat untuk penumpang berkursi roda. Bagian pintu tengah pun dibuat sangat lapang dan dilengkapi papan lipat untuk memudahkan penumpang berkursi roda masuk ke dalam bus yang tinggi bagian bawahnya tak lebih dari 15 cm itu.

Bus beratap terbuka ini juga yang pertama kali dibuat sesuai ketentuan tentang kendaraan yang ada di Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012. “Kami buat bus ini sesuai ketentuan, jadi bus ini sudah mengantongi Surat Keterangan Rancang Bangun. Untuk bagian atap, sementara untuk pameran posisinya terbuka, tetapi nanti akan kami lengkapi dengan atap portable dari terpal yang bisa dibuka dan ditutup,” kata Andre saat menjelaskan bagian atap yang terbuka.



Keunikan kedua terletak pada chassis. Bus tingkat yang banyak menarik perhatian orang itu dibuat di atas chassis Scania K310UB/6x2*4. “Bus ini jarang ada, karena modelnya yang low entry dan 3-axle. Biasanya untuk 3-axle untuk yang high-deck,” kata salah seorang manager di PT. United Tractros, Tbk.

General Manager Marketing PT. United Tractors, Tbk, Harjadi Mawardi, mengungkapkan, chassis bus Scania K310UB/6x2*4 ini didatangkan khusus untuk dibangun sebagai bus tingkat. Bus berwarna dasar merak itu menjadi bagian dari hibah PT. United Tractors, Tbk untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Selain ada tiga unit bus low entry single deck, ada bus low entry double decker juga. Nantinya akan semua menjadi bagian dari hibah untuk Pemprov DKI Jakarta,” katanya.



Jika sekilas dan mengingat banyaknya populasi Scania K410IB/6x2*4, siapapun yang melihat bus tingkat dengan atap terbuka akan mengira bus itu berbasis Scania K410IB//6x2*4. Bagaimana membedakannya? Silahkan tengok di poros roda depan. Bandingkan antara bus low entry yang rata lantainya dengan bus Scania K410IB/6x2*4 yang sudah banyak beredar. Pada Scania K310UB/6x2*4 lantai cenderung rata karena poros roda depan yang diaplikasikan adalah model independen. Sedangkan pada Scania K410IB/6x2*4 yang diaplikasikan adalah model portal/sumbu roda saling terhubung.

Secara keseluruhan, menurut Andre, pembuatan bus tingkat wisata tidak ada yang sulit. Hanya perlu perhatian ekstra di bagian atap yang terbuka. Dia mengungkapkan, saat merancang bagian ini mereka memperhatikan kemungkinan bus yang terpapar cuaca yang ekstrim seperti panas dan hujan. Ada dua titik yang diperhatikan, yaitu pelapis lantai tahan cuaca dan saluran pembuangan air hujan. “Kami memilih karpet yang biasa digunakan untuk kapal, sementara supaya tidak banjir kami buatkan enam lubang yang langsung mengarah ke bawah, ketika hujan airnya mudah terbuang,” ujar Andre.



Menurut Andre, secara interior, bus yang mereka buat tidak ada perbedaan dengan bus-bus wisata di Jakarta yang sudah beroperasi. Semua rancangannya atas permintaan PT. Transjakarta. Kebetulan juga, bus yang dibuat Karoseri Adiputro Wirasejati dilengkapi dengan toilet.

Sepanjang pameran, bus tingkat beratap terbuka ini menjadi obyek pemotretan pengunjung yang datang ke ruang pamer Karoseri Adiputro. Bahkan, tim Adiputro yang menjaga pameran harus mengatur pengunjung yang akan naik ke atas bus demi kenyamanan. Menempati ruang pamer di areal kendaraan komersial di Hall 3 Komplek ICE BSD City, siapapun akan mudah menemukan bus yang tingginya 4,1 meter itu. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013