Sabtu, 25 November 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
STANDAR BARU BUS MEWAH : KERJA BERSAMA DI HUT RI KE-72
 
22 Agustus 2017


(Tangerang Selatan – haltebus.com) Karoseri Adiputro Wirasejati mempersiapkan Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2017 di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang Selatan, 10 – 20 Agustus 2017, dengan cermat. Tak seperti tahun lalu, pada pameran kali bertepatan dengan HUT RI ke-72 di pertengahan pameran. Nuansa merah dan putih, serta Perayaan Kemerdekaan mereka hadirkan.

Dalam kesempatan itu pula, standar baru bus mewah untuk wisata mereka deklarasikan. “Kami menghadirkan dua bus, Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 dan Scania K410IB/6x2*4 dengan interior yang menjadi standar termewah yang kami buat,” kata David Jethrokusumo dari Karoseri Adiputro Wirasejati, Jumat (11/8/17).

Dua unit bus standar pariwisata yang ditampilkan Karoseri Adiputro Wirasejati sekilas tak ada yang berbeda dari versi sebelumnya. Secara umum bahkan, boleh dibilang tak terlihat. David dan tim desain Karoseri Adiputro Wirasejati mempertajam tampilan bus tahun lalu, yang mengusung konsep atap datar tanpa kubah pendingin udara. Ada beberapa aspek di interior yang diubah.



David mengungkapkan, konsep mewah, elegan, dan sederhana mereka pegang untuk menampilkan bus yang terbaik dari karoseri Adiputro Wirasejati. Dua unit yang ditampilkan memiliki tipikal yang sekelas. Dibangun di atas chassis premium, bersumbu tiga, memiliki Gross Vehicle Weight (GVW) di atas 21 ton dan memiliki panjang yang lebih dibandingkan bus pada umumnya. Keduanya memberikan keleluasaan bagi tim Karoseri Adiputro Wirasejati untuk menuangkan ide bus mewahnya. “Dari tahun lalu, kami tampilkan yang baru di tahun ini, salah satunya kursinya yang lebih nyaman,” kata David.

Menurut Jesse Jethrokusumo, juga salah satu pimpinan di Karoseri Adiputro Wirasejati, kemewahan mereka tampilkan pada interior bus. Dua warna dashboard yang menghiasi kabin pengemudi menyambut pengunjung pameran, saat melongok ke dalam bus. Dashboard, kata Jesse, dibuat lebih sederhana, lebih ramping dari versi sebelumnya dan dipadukan dengan warna yang menonjolkan kemewahan. “Dari sisi ornament interior, tahun ini kami menawarkan dashboard yang ramping, terlihat elegan, serta pembatas penumpang kami buat tembus pandang yang dihiasi lampu,” katanya.



Interior bus yang menonjol adalah atap panoramic/berpenutup kaca yang bisa di atur posisinya. Di saat cahaya sinar matahari terik, kaca yang memanjang mulai di atas kursi depan hingga nyaris ke bagian paling belakang itu bisa diubah berwarna seperti putih susu. Jumlah kursi untuk 23 penumpang juga menjanjikan kenyamanan yang maksimal. Jangan mencari dimana letak toilet ya, sebab menurut Jesse, untuk spesifikasi bus wisata standarnya memang tanpa toilet. Namun di bagian belakang bus ada kabinet sederhana yang bisa dipasang beragam fasilitas, mulai kulkas, dispenser air maupun mesin pembuat kopi.

Mayoritas pengunjung terkagum-kagum dengan desain yang ditampilkan. Tidak sedikit dari mereka langsung berkomentar spontan. “Wah kalau busnya begini, jalan sampai ke Bali sih ayo aja…berani lah…sepanjang jalan bisa tidur, pasti nyaman,” ujar seorang pria berkacamata kepada tiga temannya.



Tidak sedikit pula yang duduk berlama-lama, di atas kursi, walau di dalam bus tidak ada pendingin udara. Sesekali mereka mencoba mengutak-atik tuas pengatur sandaran kaki dan sandaran kursi, mencari posisi yang nyaman. Entah sekedar duduk atau merasakannya dalam posisi maksimal rebahnya sandaran kursi. “Salut dengan Adiputro yang buat bus semewah ini. Pasti nyaman lah di jalan,” kata seorang pengunjung pria separuh baya kepada temannya.

Kenyamanan kabin penumpang yang dihadirkan Karoseri Adiputro Wirasejati itu tak lepas dari peran pembuat kursi bus, Alldila. Tahun ini, mereka menampilkan beberapa inovasi kursi terbaru. Kursi yang dilengkapi dengan meja lipat di dalam sandaran kursi, pelapis sandaran kaki yang menyatu utuh dengan bantalan duduk, hingga mengesankan pelapis juga menyatu ke bagian sandaran punggung. “Tahun 2015 kami menampilkan kursi model cangkang dan dilengkapi dengan LCD untuk Video On Demand (VOD), tahun 2017 ini kami menghadirkan kursi dengan meja lipat,” kata Stephanie Prabowo dari Alldila.



Beberapa tahun terakhir, dari informasi yang diperoleh haltebus.com, Alldila mendapat pesanan kursi untuk kereta api. Pengalaman memasok kursi ke kereta api ini, sepertinya menambah pengalaman dan pembelajaran Alldila untuk berinovasi. Di kalangan penumpang bus, kursi Alldila dinilai ergonomis dan membuat penumpang nyaman duduk di atasnya.

Meski tergolong mahal, kursi buatan Alldila banyak dipakai untuk bus-bus yang mengusung konsep mewah baik untuk keperluan wisata maupun regular. Terutama untuk kursi dengan layar LCD untuk VOD. Hamper semua bus tingkat Antar Kota Antar Provinsi memilih kursi dengan layar LCD dengan VOD ini. “Untuk kursi dengan cangkang kami mematok Rp. 13 juta dan kursi dengan LCD tapi tanpa cangkang, kisarannya seperempat harga kursi bercangkang,” ujar Stephanie menjelaskan.



Andre Jetrhokusumo dari Adiputro Wirasejati menambahkan, mereka sengaja menampilkan nuansa merah-putih untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-72. Tidak seperti kebanyakan booth pameran, nuansa Kemerdekaan ini sangat terasa di ruang pamer karoseri yang berbasis di Malang itu. Bahkan, di kedua sisi bus dengan standard termewah untuk kebutuhan pariwisata, terpampang gambar burung dengan corak seperti batik. Burung yang sedang mengepakkan sayap itu, mereka sebut sebagai Burung Garuda. “Tema HUT RI ke-72 ini kan Indonesia Kerja Bersama. Kami ingin menunjukkan semangat Kerja Bersama itu selama pameran. Kita harus mendukung semangat Kerja Bersama untuk kemajuan negeri ini,” ujar Andre sambil tersenyum.

Pernyataan Andre tidak berlebihan karena untuk mewujudkan sebuah bus, ada berbagai pihak yang terlibat. Mulai dari pabrikan chassis, pemasok material rangka, pemasok bahan interior, asesoris pelengkap, seperti pendingin udara dan jok, hingga tim produksi karoseri sendiri. Sederhananya, “Karoseri yang bagus menggunakan bahan-bahan terbaiknya agar umur kendaraan juga awet, tidak hanya bagus dari sisi estetika tetapi kuat dan tahan lama, yang terpenting tidak membuat kami repot dalam perawatan,” begitu haltebus.com mengutip pernyataan seorang penanggungjawab pemeliharaan bus, di salah satu perusahaan bus di Jawa Barat. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013