Rabu, 18 Oktober 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MAU BERBURU BATIK KE PEKALONGAN? NAIK BUS TINGKAT AJA
 
24 Agustus 2017


(Jakarta – haltebus.com) Sejak dua hari menjelang Idul Fitri, PT. Sinar Jaya Megah Langgeng sudah mengoperasikan dua unit double decker (bus tingkat) Antar Kota Antar Provinsi. Rute yang dituju, salah satu kota Batik di Jawa Tengah, yakni Pekalongan. “Busnya berangkat dari Terminal Pulogebang sore menjelang malam, sementara dari Kampung Rambutan berangkat pagi,” ujar Eko Yulianto, Marketing PT. Sinar Jaya Megah Langgeng, Rabu (9/8/17) di Terminal Pulogebang, Jakarta.

Saat pertama beroperasi, PO. Sinar Jaya memberangkatkan bus dari Kampung Rambutan untuk tujuan Pemalang. Namun setelah berjalan beberapa lama, akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri tujuan kedua bus tingkat bernomor lambung DD1 dan DD2 itu di Pekalongan. Bus yang berangkat dari Kampung Rambutan diperpanjang hingga Pekalongan serta keduanya tetap singgah untuk pelanggan di Pemalang. Kota di pesisir Utara Jawa Tengah itu memang menjadi salah satu basis pelanggan PO. Sinar Jaya, selain Tegal dan Pemalang.

Menurut Eko, okupansi harian bus double decker mereka cukup baik. Di saat ramai penumpang, seluruh bangku dengan total kapasitas angkut per busnya mencapai 52 kursi, bisa penuh. Tetapi, dia juga mengaku, ada juga saat-saat sepi penumpang. “Kalo di rata-rata sejak beroperasi mungkin tingkat okupansinya 60 persen lah,” kata dia.



Strategi bisnis PO. Sinar Jaya dengan dua unit bus double decker-nya sempat membuat kalangan pelaku usaha bus tak percaya. Ini adalah kali pertama perusahaan itu mengoperasikan Mercedes-Benz, tak tanggung-tanggung Mercedes-Bez OC 500 RF-2542 berbodi jangkung dan bertenaga 422 HP. Mereka dikenal sebagai pengguna bus Hino dengan beragam varian yang rata-rata bertenaga antara 215 – 285 PS yang jauh di bawah si double decker. Menurut Eko, mereka memang tengah mencoba bus bertenaga besar, untuk menghadirkan pelayanan yang lebih nyaman.

Hadirnya double decker di jajaran armada PO. Sinar Jaya, memberikan warna baru. Dari sisi kenyamanan, desain interior armada layak menjadi pilihan, terutama untuk bersantai sambil berburu batik ke Pekalongan. Kapasitas bus 50 kursi, yang terdiri dari 12 kursi di lantai bawah dan 38 di lantai atas. Harganya pun cukup terjangkau, bahkan terbilang murah. Selama Agustus ini PO. Sinar Jaya menggelar ada Promo Kemerdekaan yakni potongan harga hingga 20 persen untuk setiap jurusan, untuk keberangkatan hari Selasa – Kamis. Tiket bus double decker yang Rp. 150 ribu, turun menjadi Rp. 120 ribu.



Jika dibandingkan moda kereta api misalnya, dengan merogoh kocek tak lebih dari Rp. 150 rb, penumpang bisa bepergian ke Pekalongan dengan bus yang tergolong mewah. Sementara untuk tiket KA yang diperoleh dengan kisaran harga Rp. 120-150 ribu ada di kelas ekonomi, dengan fasilitas dan kenyamanannya jauh dibandingkaan bus double decker PO. Sinar Jaya. Waktu tempuh kereta api konstan di kisaran 4-5 jam. Sedangkan bus PO. Sinar Jaya masih mempertahankan waktu tempuh di kisaran 7 – 9 jam.

Akhmad Fauzi, pelanggan PO. Sinar Jaya dalam 20 tahun terakhir mengaku senang dengan terobosan perusahaan bus yang terkenal dengan corak warna pelangi itu. Dia rela menempuh perjalanan sekitar 45 Km dari Banyuputih, Batang, ke titik pemberangkatan bus dua tingkat ini di Pekalongan. “Saya penasaran, beberapa kali dari Jakarta atau dari wetan jamnya belum pernah pas. Hari ini akhirnya ketemu juga. Busnya (ber)kelas lah, beda dari bus-bus yang lain,” katanya.



Saat ditanya bagaimana rasanya naik bus bertingkat dan duduk di kursi paling depan, Akhmad tidak bisa bercerita banyak. Dia mengaku sangat menikmati perjalanannya. Banyak penumpang yang penasaran untuk duduk di lantas atas di deretan terdepan, namun tak demikian dengan Akhmad. “Saya ini tipikalnya gak macam-macam, begitu bus yang naiki nyaman, ya saya tertidur. Saya lebih senang menikmati perjalanan dan beristirahat selama bus di jalan. Seperti hari ini, karena besok harus bekerja saya lebih baik istirahat,” ujarnya.

Jarak antara kursi satu dan lainnya memang tergolong longgar. Kursi buatan Alldila dengan sandaran kaki dan dilengkapi sarana hiburan Audio-Video On Demand (AVOD) bisa membuat penumpang terbuai, seperti Akhmad Fauzi. Jika direbahkan sandaran kursi sepenuhnya dan sandaran kaki diangkat secara maksimal, penumpang bisa tidur dengan nyaman. Suspensi udara yang tertanam di Mercedes-Benz OC 500 RF-2452 juga menambah suasana selama perjalanan seperti ditimang-timang.



Sejauh ini PO. Sinar Jaya masih mengevaluasi operasional bus tingkat, yang kini tengah menjadi tren. Seperti halnya beberapa perusahaan bus yang sudah memulai menggunakan bus-bus berkapasitas besar untuk mengantisipasi selesainya Jalan Tol Trans Jawa, PO. Sinar Jaya tak ingin tertinggal.

Waktu tempuh bus tingkat ini masih standar bus-bus mereka pada umumnya, antara 8 – 9 jam perjalanan. Jika jalan tol sudah mencapai Pekalongan, dengan asumsi kecepatan bus konstan di angka 100 Km/jam estimasi waktu tempuh Jakarta-Pekalongan bisa mencapai 4 – 5 jam saja. Jarak Jakarta-Pekalongan sekitar 350 Km. “Kami memang menerapkan aturan yang ketat soal keselamatan, sampai ada yang menyebut bus kami jalannya seperti keong. Biarlah yang penting keselamatan dan kenyamanan penumpang terjaga,” ujar petinggi PO. Sinar Jaya yang enggan disebut namanya.



Manajemen PO. Sinar Jaya tergolong mapan. Mereka mampu bangkit dari perusahaan bus yang pernah dikenal sering ngebut dan terlibat kecelakaan di tahun 1990-an, menjadi perusahaan yang mengedepankan pelayanan. Pembenahan itu membuahkan hasil, pelanggan setia mereka dikenal sangat militan. Di masa musim libur panjang seperti libur sekolah dan hari raya, para pelanggan setia tak kan pernah goyah, mereka rela menunggu lama demi bisa ke kampung halaman atau sekedar berlibur naik bus PO. Sinar Jaya. Kuncinya hanya dua kata, murah dan nyaman. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013