Jumat, 15 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SINAR JAYA LOUNGE, CARA BARU MELAYANI PELANGGAN SETIA
 
28 Agustus 2017


(Jakarta – haltebus.com) Salah satu sudut ruangan di lantai dua Terminal Terpadu Pulogebang terlihat berbeda. Dinding kaca dengan bingkai putih mengelilingi salah satu ruang yang letaknya di pojokan, tak jauh dari area naik-turun penumpang. “Kami mengoperasikan ruang tunggu khusus untuk pelanggan PO. Sinar Jaya ini beberapa hari menjelang Idul Fitri lalu,” kata tim Marketing PT. Sinar Jaya Megah Langgeng, Eko Yulianto kepada haltebus.com, akhir bulan lalu.

Di ruang tunggu ini, sedang dipersiapkan layanan yang mempermudah pelanggan, mulai mendapatkan tiket sampai ruang tunggu yang nyaman untuk penumpang. Manajemen PO. Sinar Jaya menyebut ruang itu dengan Lounge E-Ticketing. “Kami sudah membangun tiket online mandiri, nantinya penumpang bisa membeli lewat petugas konter atau bisa juga di anjungan tiket mandiri,” kata Eko lagi.

Di masa awal menjalankan sistem baru ini, PO. Sinar Jaya banyak mengalami kendala, terutama terkait kebiasaan petugas dan masyarakat dalam beradaptasi dengan sistem itu. Ada banyak manfaat yang ingin diraih PO. Sinar Jaya, menghemat waktu, tenaga dan biaya. Penumpang cukup membawa bukti selembar tiket seukuran struk belanja yang mudah dilipat dan disimpan, ditunjukkan kepada petugas operasional di lapangan dan awak bus di perjalanan. Petugas tiket hanya tinggal mengisi nama, jam keberangkatan, kode bus dan jurusan saja di layar komputer. Prosesnya tak lebih dari tiga menit.

Dalam pengamatan haltebus.com, masih banyak penumpang yang tak yakin dengan konter penjualan tiket yang ada di Sinar Jaya Lounge E-Ticketing itu. Mereka terbiasa membeli tiket di loket yang dijaga satu orang, seperti pada umumnya. Di masa awal ini, mau tak mau PO. SInar Jaya menyebarkan beberapa stafnya untuk menunjukkan fasilitas baru mereka. “Ya beginilah pak, sudah kami arahkan mereka tidak percaya, mereka lihat dulu loket kami yang lama, begitu terlihat kosong barulah ke sini,” kata seorang staf yang terlihat sibuk melayani pelanggan.



Deretan kursi yang disediakan juga masih banyak tak terpakai. Setiap pelanggan yang sudah mendapatkan tiket memilih langsung menunggu di ruang tunggu di lantai tiga, di Terminal keberangkatan. “Kebanyakan mereka membeli tiket langsung di hari keberangkatan,” ujar Eko Yulianto menerangkan.


Tantangan terbesar PO. Sinar Jaya adalah membiasakan para pelanggannya untuk mengenali cara baru pembelian tiket. PT. Sinar Jaya Megah Langgeng ini sejak tahun 1990-an sudah melayani masyarakat menengah ke bawah. Pasar penumpang yang mereka raih selama perjalanan melayani masyarakat itu terbentuk alamiah dan akhirnya memperkuat posisi perusahan yang memakai merek PO. Sinar Jaya. Memasuki tahun ke-35 dimana masa persaingan global seiring dengan berkembangnya dunia internet, mereka tak ingin ketinggalan. Bahkan mereka mengambil langkah sigap dengan memulai mendidik pelanggan dengan cara baru pembelian tiket.


 
Mereka berupaya keras mengalihkan pelanggan dari cara lama membeli tiket ke cara yang lebih modern. Saat menjelang Idul Fitri lalu misalnya, ruang Sinar Jaya Lounge E-Ticketing diserbu pelanggan. Bahkan, begitu banyaknya pelanggan sampai terjadi antrian di luar ruangan. “Memang kendalanya banyak yang belum beradaptasi dengan cara baru ini, meski sosialisasi sudah kami mulai,” kata seorang pimpinan PT. Sinar Jaya Megah Langgeng tak mau disebut namanya.
 
Staf peneliti Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi ITB, Basuki Suhardiman mengungkapkan, mau tidak mau pelaku usaha harus memulai masuk ke dalam dunia internet. Menurut dia, pasar Indonesia dalam dunia yang terhubung dengan internet masih sangat luas. Sayangnya, kata dia, tak banyak masyarakat kita yang sadar dengan kemudahan yang bisa dimanfaatkan melalui internet.

“Konglomerat perdagangan via internet, Jack Ma, sudah mengucurkan dana untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Sayangnya mungkin hanya lima persen masyarakat yang terjangkau. Sisanya 95 persen, masih gagap teknologi dan itu yang paling berat,” kata Basuki.

Menurut Basuki, sudah saatnya masyarakat Indonesia memanfaatkan jangkauan dunia internet untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan. Dia menilai, untuk bisa memasukkan bisnis ke dunia internet, hal yang paling utama adalah proses bisnis, karena dari proses bisnis itu rancangan transaksi berbasis internet bisa diwujudkan. Prinsipnya, kata dia, semua bisa dilakukan sepanjang alur yang dirancang dan implementasinya bisa sejalan, sesuai dengan kondisi riil di lapangan sehari-hari. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013