Jumat, 15 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUMN TRANSPORTASI BANGUN BERSINERGI DI JAKARTA
 
30 Agustus 2017


(Jakarta – haltebus.com) Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menginisiasi integrasi moda angkutan umum di Jakarta, Selasa (29/8). Integrasi antara bus dan kereta api dilakukan di Stasiun Duren Kalibata, Jakarta Selatan. “Saat ini kan belum ada layanan bus bagi pengguna kereta yang turun dari Stasiun Duren Kalibata. Nah ini ada PPD yang ingin mengisi kekosongan tersebut. Jadi nanti nyambungnya akan lebih mudah,” kata Risal Wasal Direktur Prasarana BPTJ usai uji coba.

BPTJ tengah menyusun langkah-langkah integrasi antar moda angkutan di Jakarta. Setahun terakhir, BPTJ menyiapkan titik-titik perpindahan penumpang antar moda menyambut beragam pembangunan infrastruktur transportasi mulai Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT) dan dimulainya penataan transportasi Jabodetabek. Pengintegrasian ini ditujukan untuk memudahkan mobilitas para penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan.

Dalam integrasi antara bus dan KRL di Stasiun Duren Kalibata ini, PPD akan menjadi operator yang melayani tiga titik tujuan. Ketiga rute baru tersebut yaitu Stasiun Duren Kalibata – Blok M, Stasiun Duren Kalibata – Pasar Senen dan Stasiun Duren Kalibata – Rawamangun.

Beroperasinya titik integrasi antar moda di Stasiun Duren Kalibata, menurut Risal, untuk mengurangi beban akibat tingginya arus penumpang di Stasiun Manggarai. pembukaan rute layanan baru oleh PPD ini untuk mengurangi beban yang ada di Stasiun Manggarai.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Stasiun Duren Kalibata Sucahyo mengungkapkan, adanya titik integrasi ini akan memudahkan penumpang menuju titik tujuan. Dia menyambut baik kebijakan yang diambil. “Kalo biasanya kan orang-orang banyak berpindah moda di Manggarai. Nah nanti bagi penumpang yang hendak melanjutkan ke Blok M bisa berpindah dari Stasiun Duren Kalibata juga,” ujar dia.

Kasubdit Integrasi Harno Trimadi juga menjelaskan, nantinya perlintasan yang ada di samping Stasiun Duren Kalibata bisa ditutup, untuk mengurangi kepadatan di perlintasan. Jika pengintegrasian ini berjalan dengan baik, BPTJ dan Dishub DKI Jakarta Selatan akan mengusulkan perlintasan kereta yang ada di Jalan Raya Kalibata harus ditutup karena sudah ada jalan layang.

Frekuensi perjalanan KRL yang tinggi, kata dia, sangat berbahaya jika masih ada perlintasan.“Dengan head way kereta yang lewat setiap 5 menit sekali, maka lebih efektif jika perlintasan ditutup total dan dibuat putaran untuk akses kendaraan pribadi,” kata Harno.

Bertemunya dua moda transportasi itu juga didukung langkah sistem pembayaran yang bisa dilayani oleh keduanya. Kartu-kartu yang biasa digunakan untuk pembelian tiket oleh penumpang KRL juga bisa digunakan untuk pembayaran tiket bus. Menurut Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan PPD Bambang Suryosusakti, akan ada delapan penyedia jasa kartu pembayaran yang bisa dipakai untuk pembayaran tiket bus. “Sistemnya tapping di saat naik. Saat turun tak perlu tapping lagi. Tarifnya flat Rp. 5 ribu. Saat ini machine tapping baru bisa membaca kartu multi trip dari commuter line. Tapi segera akan bisa dengan delapan jenis kartu,” kata Bambang. (naskah : mai/foto : mai/detik.com/liputan6.com/BPTJ)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013