Rabu, 18 Oktober 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
RAYAKAN HARI JADI KE-40, LAKSANA GELAR RESEPSI AKBAR
 
13 September 2017


(Ungaran – haltebus.com) Memasuki usia 40 tahun, Karoseri Laksana merayakan eksistensinya dengan cara yang berbeda. Mereka menggelar unjuk keunggulankan proses sekaligus membungkusnya dalam sebuah pesta akbar di salah satu sudut fasilitas produksi di workshop Ungaran, Selasa (12/10/17). “Hari ini saya terharu, kami berterima pada customer atas supportnya malam ini, juga kepada seluruh karyawan, tanpa anda semua kami tidak bisa seperti ini,” ujar Presiden Direktur PT. Laksana, Iwan Arman di hadapan lebih dari 50 meja undangan.

PT. Laksana memilih menyelenggarakan resepsi akbar yang unik. Mereka mengubah workshop menjadi tempat yang jauh dari kesan workshop karoseri yang berdebu, ruang yang dipenuhi peralatan kerja serta sisa bahan yang digunakan membangun sebuah bus. Sejak sore hingga malam hari, para tamu yang diundang mengikuti acara resepsi layaknya di ruang ballroom hotel berbintang.

Direktur Teknik PT. Laksana, Stevan Arman mengungkapkan, Karoseri Laksana yang berdiri paa tahun 1977 memulai usahanya dari bengkel kendaraan yang didirikan kakeknya, Yusuf Arman di tahun 1967. Usaha pembuatan bodi kendaraan yang dikelola keluarga Arman itu dimulai dari pembuatan minibus T 120 di tahun 1977.



Kemajuan usaha ditandai dengan perluasan workshop dari seribu meter menjadi 5.000 m2 di tahun 1978. Perluasan demi perluasan mengiringi membaiknya kondisi perusahaan, di tahun 1982 dari 5.000 m2 menjadi 10.000 m2 dan tahun 1998 berkembang menjadi 40 m2 .

Tidak hanya perluasan lahan, proses produksi pun semakin modern. Iwan Arman dibantu putranya Stevan Arman dan Alvin Arman membangun usahanya dengan visi : Selangkah di depan, Kualitas produk yang baik, harga baik dan berorientasi pada pelanggan. Visi itu diwujudkan dengan perbaikan manajemen dan produksi yang tertata. Tahun 2008 mereka mendapatkan ISO 9001-2008. Seiring dengan bertambahnya kepercayaan pelanggan, tahun 2011 penggunaan peralatan berteknologi tinggi juga diterapkan. “Kami mendatangkan mesin yang bisa membuat 7 ribu jenis komponen dengan kapasitas 90 ribu komponen per bulannya,” kata Stevan menjelaskan.



Peralatan inilah yang menjadi pembuka wisata singkat para tamu undangan yang hadir di Ungaran, Selasa sore. Mereka diperlihatkan mesin press, mesin pembentuk besi hingga mesin pemotong berbasis laser. Stevan mengungkapkan, mereka sengaja memperlihatkan teknologi yang mereka miliki untuk menunjukkan kepada pelanggan bagaimana bus-bus mereka dibangun. Di salah satu sudut alur produksi yang dipamerkan itu, salah seorang staf PT. Laksana berujar kepada salah satu pelanggan, “Kami di sini terbuka kepada pelanggan mulai dari awal produksi hingga bus selesai, semua pelanggan bisa bebas melihatnya pak.”

Salah seorang pelanggan yang dikenal aktif banyak memberikan masukan, Hasanuddin Adnan mengungkapkan, mengapresiasi proses produksi PT. Laksana yang banyak menggunakan mesin. Dia melihat, penataan yang dilakukan Iwan Arman mulai mesin hingga alur produksi sudah menciptakan efesiensi produksi yang cukup dirasakan oleh pelanggan. “Karoseri Laksana sudah bisa membuat bus dengan kualitas yang bagus, model yang modern, juga harga yang terhitung murah. Tanpa efesieni, mereka tak bisa membuat bus yang ramah di kalkulator pengusaha,” katanya sambil tersenyum lebar.

Pernyataan Hasanuddin diamini oleh salah seorang operator bus wisata di Wonosobo, Haidar Noer. Menurut dia, usaha transportasi bus, khususnya di pasar wisata cukup menjanjikan. Perkembangan usahanya belakangan, kata dia, cukup pesat. Sayangnya, investasi usaha transportasi bus tidaklah murah. “Apa sih yang dicari pengusaha, pasti kan keuntungan tho? Kami mencari harga yang masuk akal dari sisi investasi,” ujarnya.

Tamu undangan yang hadir cukup beragam, mulai dari operator bus antar kota antar provinsi, operator bus wisata sampai operator bus kota seperti PT. Transjakarta. Menurut Stevan, hingga saat ini beberapa model yang dihasilkan PT. Laksana menorehkan hasil yang sangat memuaskan. Untuk model Legacy dan Tourista misalnya sudah diproduksi 4.200 unit, khusus bus kota dengan konsep Bus Rapid Transit 350 unit, sedangkan untuk bus gandeng dan bus low entry masing-masing 200 unit.

“Kami berterima kasih kepada pelanggan yang sudah mendukung kami, sudah komplain dan ikut membangun kami, kepada para partner seperti Mercedes-Benz, Hino, Scania, Mitshubishi, Isuzu juga Volvo kami berterima kasih atas bimbingannya selama ini,” ujarnya.
 


Di usianya yang ke-40 ini, Karoseri Laksana, menurut Stevan, ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Indonesia mampu membangun bus yang modern dan mewah yang tak kalah dari negara lain. Sejak tahun lalu, di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show, Karoseri Laksana sudah mendeklarasikan tagline : 100 persen Bus Indonesia. Langkah yang sudah mendekati kemandirian sektor otomotif, khususnya kendaraan niaga. Jika sudah ada bodi bus 100 persen buatan Indonesia, tinggal menunggu 100 persen chassis bus buatan Indonesia. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013