Rabu, 18 Oktober 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MENHUB BUDI KARYA IKUT SOSIALISASIKAN TRANSJABODETABEK PREMIUM
 
19 September 2017


(Bekasi – haltebus.com) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung upaya Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk menyediakan angkutan bus yang bisa diminati masyarakat. Selasa, (19/9/17) pagi, bersama jajarannya, dia menguji coba langsung bus Transjabodetabek milik PPD yang melayani rute Mega City Mall Bekasi – Plaza Senayan.

“Ke depan kita perlu membangun transportasi bus point to point. Saya melihat dalam ujicoba yang lalu minat masyarakat masih sedikit, sekarang ini saya mencoba langsung sekaligus mengajak masyarakat untuk mau meninggalkan kendaraan pribadi dan naik transportasi massal. Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh BPTJ,” katanya sesaat sebelum naik ke atas bus.

Transjabodetabek yang diluncurkan ini disebut BPTJ sebagai Transjabodetabek Premium. Pada Juli lalu, BPTJ menginisiasi High Occupancy Vehicle (HOV) Lane, jalur khusus bus yang untuk sementara ini dikawal oleh kendaraan pengawal dari BPTJ. Awalnya rute yang disiapkan Sumarecon Mall Bekasi – Bundaran HI, kini rute itu diubah menjadi Mega City Mall Bekasi – Plaza Senayan.
 

Menurut Budi, jalur yang dirintis oleh BPTJ bisa menjadi model angkutan yang bisa pilihan warga Bekasi untuk menuju Jakarta. Ujicoba untuk rute yang dirintis sudah dilakukan sejak awal September dan berakhir besok, Budi berharap bus Transjabodetabek Premium ini bisa dioperasikan pekan depan. “Memang ada kendala teman-teman di Bekasi menuju titik ini dari rumah harus berganti kendaraan. Kami merancang adanya feeder-feeder dan sebisa mungkin bekerja sama dengan koorporasi,” ujar Budi lagi.

Bus PPD Premium ini memiliki fasilitas yang cukup menarik. Armada bus berpendingin udara/AC, kursi yang bisa distel sandarannya, WiFi gratis, charger untuk telepon seluler, dan seatbelt. Ada keistimewaan lain yang tak kalah menariknya, ada Jalur Khusus Angkutan Umum (JKAU) di jalan tol yang disiapkan oleh BPTJ. “Dengan tariff Rp. 20 ribu ada ekstra benefit berupa tarif parkir flat Rp. 10 ribu di Mega City Mall Bekasi. Cukup menunjukan tiket Transjabodetabek Premium,” kata Direktur Perum PPD Tatan Rustandi menjelaskan fasilitas busnya.

Jadwal operasional Transjabodetabek Premium ini mengikuti jam-jam sibuk kantor. Pagi ada tiga pemberangkatan dari Bekasi (Mega City Mall), pukul 05.45, 06.05 dan 06.25 WIB. Sementara dari Jakarta (Plaza Senayan), pukul 16.45, 17.15 dan 17.45 WIB. Dari halte Plaza Senayan ada layanan pengumpan Transjakarta menuju Blok M, sedangkan di Bekasi ada bus pengumpan Trans Patriot dari Sumarecon Mall atau bisa memarkir kendaraan di Mega City Mall.

Tatan mengungkapkan, pengoperasian Transjabodetabek Premium adalah bentuk keikutsertaan Perum PPD mendukung program pemerintah mengurai kemacetan di Jakarta dan sekitarnya. Dia berharap, apa yang disiapkan PPD bisa meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum, khususnya moda angkutan bus. “Semoga ini bisa menjadi alternatif mayarakat sehingga naik angkutan umum bisa menjadi budaya dan bagian gaya hidup,” ujarnya.
 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, berdasarkan survei BPTJ, di seputar Jabodetabek ada 20 juta pergerakan dalam sehari. Khusus di Jakarta, ada 6 juta pergerakan per hari. Transportasi massal yang ada saat ini baru bisa menampung 5 juta perjalanan sehari. “Masih ada peluang 15 juta perjalanan yang bisa menjadi peluang untuk usaha transportasi, dengan angka tersebut saya kita untuk bus 7-8 juta perjalanan, sisanya ya diangkut angkutan massal lainnya seperti MRT, LRT, KRL dan lain-lain,” kata Bambang memaparkan.

Bambang mengungkapkan, idealnya untuk melayani kawasan Bekasi di jalur yang tengah dirintis dibutuhkan 66 unit bus. Dia mengajak operator bus lain juga ikut berpartisipasi dalam program BPTJ untuk melayani daerah pinggiran Jakarta ke tengah kota. Saat ujicoba itu BPTJ juga mengajak PT. Transjakarta. Mereka membawa unit terbaru Royal Trans untuk melayani segmen pasar pelanggan premium alias kelas menengah atas.

“Kami mengundang operator-operator lain untuk ikut dalam program ini, rute yang dilayani bisa kita sesuaikan dengan rute yang dipilih operator. Kami siap memfasilitasi,” katanya lagi.
 

Menurut Bambang, pemerintah bekerja keras untuk mempercepat program perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi massal. Saat ini kerugian akibat kemacetan di Jakarta dan sekitarnya telah mencapai angka Rp. 100 triliun per tahun. Khusus untuk di Jakarta, lanjut dia, angka kerugian akibat ketidakhematan perjalanan mencapai Rp. 60 triliun per tahunnya. Dia menyebutkan, dengan Rp. 100 triliun beragam infrastruktur transportasi bisa diselesaikan. Bahkan, dia menambahkan, Indonesia bisa memiliki kereta cepat. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013