Sabtu, 25 November 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KISAH MAN DI ANTARA BUS WISATA JAKARTA
 
15 Oktober 2017


(Jakarta – haltebus.com)
Karoseri Nusantara Gemilang dan Pabrikan bus asal Jerman, MAN menjadi pembuka dan penutup periode kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Mereka mengawali bus tingkat pertama yang beroperasi di Jakarta, saat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama memulai program bus tingkat Wisata di tahun 2015. Sebenarnya ada lima unit bus dari Tahir Foundation berbasis Mercedes-Benz, yang sudah selesai diserahterimakan, namun sayang bus-bus itu tak segera beroperasi karena masalah perijinan.


Alhasil jadilah bus Coca Cola Indonesia berbasis MAN R37 bersama bus Alfamart yang menjadi bus pertama yang dioperasikan PT. Transjakarta dari hasil kerja sama Coorporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta. Di akhir periode kepemimpinan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama, bus MAN buatan Karoseri Nusantara Gemilang juga menjadi bus terakhir yang diterima PT. Transjakarta. Serah terima dilakukan sebelum pergantian Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru setelah 15 Oktober 2017 mendatang. Kali ini PT. Nestlé Indonesia menutup cita-cita Basuki Tjahaja Purnama yang kerap melontarkan, “Jakarta harus punya bus kelas dunia”, Rabu (11/10/17).

Sejatinya bus-bus MAN yang dioperasikan PT. Transjakarta tidak banyak, namun menarik untuk dicermati. Tanpa disadari, dua tipe bus bertenaga 460 HP dari MAN telah mengaspal, setidaknya di tahun 2017 ini. Tipe apa saja? “Ada R37 dan R4 yang sudah beroperasi, dua unit R4 dipesan oleh CIMB Niaga, satu telah diserahterimakan, sementara satu lagi masih dalam proses pengerjaan,” ujar Zahry Anwar dari PT. Duta Putera Sumatera (DPS), Agen Pemegang Merk MAN di Indonesia di sela-sela penyerahan bus sumbangan PT. Nestlé Indonesia.

haltebus.com sudah diinformasikan tentang kehadiran MAN R4 ini di Indonesia sekitar satu tahun yang lalu. Namun, pihak PT. DPS tak ingin berspekulasi terkait chassis terbaru mereka. General Manager PT. DPS P. Eddy Handoko mengaku pihaknya masih melihat momen yang pas untuk meluncurkannya ke publik. Sayangnya sampai detik-detik busnya diserahterimakan, mereka tetap belum membuka informasi keberadaan MAN R4.
 

Saat penyerahan bus PT. Nestle Indonesia, Manager Markerting PT. DPS, Wibisono sempat mengungkapkan, mereka masih berhitung dengan pasar bus di Indonesia. Teknologi yang diusung MAN tergolong tinggi untuk kebutuhan transportasi bus di Indonesia. Karena itu harga chassis MAN tak ramah bagi pengusaha di sini. Untuk bisa membawa pulang satu unit chassis MAN, siapapun yang berminat harus merogoh kocek di kisaran Rp. 2 miliar.

Sebagai gambaran, bus yang disumbangkan PT. Nestlé Indonesia seharga Rp. 5 miliar. “Ada beberapa keunggulan di chassis MAN yang tidak ada di chassis bus lain, repotnya pihak MAN tidak bisa mengubah spesifikasinya untuk menyesuaikan daya beli di sini,” kata Wibisono.
 

 
Sejak diperkenalkan Januari 2014, PT. DPS tak banyak menjual bus MAN di Indonesia. Chassis MAN R37 ditopang mesin Diesel Commonrail MAN-D2676 LOH10 Euro III dengan enam silinder segaris berkapasitas 12,4 liter bertenaga 460 HP. Sementara untuk chassis R4, tidak banyak informasi yang didapat. Wibisono hanya menyebut kapasitas mesin 10,5 liter dan bertenaga 430 HP. Jika dibandingkan dengan pabrikan lain, tenaga yang ditawarkan MAN yang terbesar di kelasnya.

Jumlah bus tingkat berbasis MAN yang mengaspal di Jakarta memang tak seberapa jika dibandingkan dengan kompetitor yang sama-sama berasal dari Jerman. Namun, MAN menjadi salah bagian sejarah dalam periode pemerintahan Joko WIdodo dan Basuki Tjahaja Purnama. boleh dibilang, “Bus MAN bersama Karoseri Nusantara Gemilang adalah koentji”, mengambil istilah generasi kekinian yang kerap berceloteh di dunia maya. (naskah : mai/foto :mai/dok.CIMB Niaga/metrotvnews.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013