Sabtu, 25 November 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
ASYIK, BUS VINTAGE JAKARTA BERTAMBAH LAGI!
 
16 Oktober 2017


(Jakarta – haltebus.com) Beragam cara dilakukan PT. Transjakarta untuk menarik minat masyarakat Jakarta dan sekitarnya agar mau berpindah dari kendaraan pribadi dan memilih bus sebagai transportasi mobilitas ke kantor. Selain mengoperasikan bus tingkat aneka warna yang menarik, meluncurkan bus khusus perempuan, hingga membawa masyarakat kea lam di tahun 1960 hingga tahun 1990-an.

Setelah meluncurkan bus Vintage serial PPD, PT. Transjakarta mempersiapkan bus-bus Vintage yang akrab dengan masyarakat Jakarta setidaknya empat decade terakhir. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk naik bus dengan menyentuh sisi nostalgia-nya. Setidaknya untuk generasi yang sekarang mereka tahu bahwa bus-bus replika Vintage itu pernah beroperasi di Jakarta,” kata Direktur Utama PT. Transjakarta, Budi Kaliwono, pertengahan bulan lalu di Ungaran, Jawa Tengah.

Bus Serial Vintage terbaru PT. Transajakarta adalah bus Mayasari Bakti. Warna hijau mudanya yang khas memudahkan siapapun mengingatnya. Bus-bus Mayasari Bakti telah beroperasi di Jakarta sejak tahun 1960-an. Didirikan oleh H. Engkud Mahpud pada tahun 1969, PT. Mayasari Bakti mengoperasikan bus untuk trayek Pulogadung-Bekasi dan Pulogadung-Lapangan Banteng.
 
 
Ada beberapa momen PT. Mayasari Bakti yang menjadi bagian sejarah bus kota di Jakarta. Perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan swasta pertama yang menyediakan bus Cepat Terbatas (Non-AC) di paruh terakhir 1980-an. Saat itu banyak armada busnya yang menggunakan chassis Mercedes-Benz. Begitu juga untuk Patas AC, hanya PT. Mayasari Bakti yang siap dengan armada berpendingin udara di dalam kabin penumpangnya sekitar tahun 1989-1991. Di saat Patas AC inilah, armada bus Hino mulai digunakan.

Sejarah panjang bus kota di Jakarta menjadi salah satu faktor yang membuat Budi Kaliwono tergerak menyentuh momen nostalgia masyarakat. “Saya kuliah sering naik bus PPD yang kotak, PATAS P12 atau 210, jurusan Rawamangun–Grogol,” ujarnya sambil mengungkapkan kampusnya tak jauh dari Terminal Grogol.
 
 
Budi mengungkapkan, untuk serial Vintage bus Mayasari ini akan dibuat empat unit. Nantinya setiap serial bus Vintage akan dibuatkan empat unit bus. Dia berharap beberapa operator bus swasta, khususnya yang pernah menorehkan sejarah di Jakarta mau aktif kembali ikut membangun transportasi Jakarta. Seperti halnya Steady Safe yang saat ini tengah mempersiapkan 128 unit bus Maxi, Budi mengaku tengah merencanakan untuk membuat empat unit serial Vintage Steady Safe.
 
 
Dalam Pameran Indonesia Classic N Unique Bus 2017 yang digelar Maret lalu, banyak pengunjung yang tertarik dengan bus-bus yang dipamerkan. Tidak sedikit pengunjung berfoto baik selfie maupun berfoto bersama dengan latar belakang bus-bus klasik yang dipamerkan. Dua unit bus PPD dari tahun 1971 dan 1990 termasuk obyek foto para pengunjung. Apalagi, bus PPD tahun 1990 dipajang dalam satu ruang dengan bus serial Vintage PPD milik PT. Transjakarta dari periode tahun yang sama.
 
Selama pameran InCUBUS 2017 yang digagas haltebus.com dan PT. Global Expo Management, tidak sedikit pula pengunjung yang penasaran dengan kondisi bus. Umumnya mereka menanyakan apakah busnya masih bisa dioperasikan. “Duh sayang yak kok gak ada bus yang jalan, kan kita bisa naik busnya, sambil merasakan nostalgia,” ujar salah satu pengunjung yang membawa anaknya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013