Jumat, 15 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PERTAMINA GELAR TES PENGGUNAAN DEXLITE BERSAMA PO. SINAR JAYA
 
21 November 2017


(Bekasi – haltebus.com) PT. Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta menggelar uji tes berjalan untuk bahan bakar terbaru mereka . PT. Sinar Jaya Megah Langgeng menjadi mitra dalam uji coba yang baru pertama kali dilakukan oleh Pertamina bersama operator bus di Indonesia, untuk bahan bakar Dexlite.

“Secara kualitas pelanggan Pertamina sudah banyak yang merasakan manfaatnya, dari sisi kuantitatif perlu juga dipaparkan data melalui pengujian yang bisa diukur,” kata Retail Feul Marketing Manager MOR IV PT. Pertamina, Iin Febrian saat upacara dimulainya uji coba penggunaan Dexlite di armada PO. Sinar Jaya, di Cibitung, Bekasi, Selasa (21/11/17).

Menurut Iin, pengguna bahan bakar Dexlite di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta meningkat pesat sejak diluncurkan penjualannya. Namun, menurut dia, hanya sebagian dari pelanggan yang memahami keuntungan yang bisa didapatkan. Dia mengungkapkan, kandungan sulfur Dexlite lebih rendah yakni 1.200 ppm dengan angka Cetane 51, lebih tinggi kualitasnya dibandingkan solar biasa yang kandungan sulfurnya 3.500 ppm dan Cetane nya 48. Dexlite menawarkan keunggulan mesin menjadi lebih bertenaga dan ramah lingkungan.



Dua unit bus PO. Sinar Jaya yang menjadi bagian dari uji coba 20.000 Km adalah bus tingkat Mercedes-Benz OC500RF-2542 dan Hino RN285. Kedua bus itu akan dipantau tim PT. Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia (LAPI) dari ITB yang akan merekam hal-hal teknis yang terkait operasional bus. Pada tahap awal, bus dicoba untuk menggunakan solar hingga 5.000 Km. Setelah itu, setiap 5.000 Km akan diperiksa oleh peneliti PT. LAPI ITB.

“Banyak aspek yang akan kami rekam, mulai dari konsumsi bahan bakar, filer bahan bakar, filter oli, tenaga mesin yang terekam, bus sekarang ini sudah menyediakan fasilitas rekam kinerja mesin saat beroperasi. Nanti akan kami olah datanya dan kita lihat dampak penggunaan Dexlite pada operasional sehari-hari bus Sinar Jaya,” kata Tri Yus Wijayanto dari PT. LAPI ITB.

Menurut Yus, spesifikasi bahan bakar sebenarnya mengikuti spesifikasi yang ditentukan oleh pabrikan. Seiring dengan rencana pemerintah dalam hal emisi gas buang yang ramah lingkungan. Dari sisi kandungan sulfur, semakin tinggi kandungan sulfur bahan bakar, dapat menimbulkaan kerak dalam mesin dan emisi gas buangnya juga akan semakin tinggi. Di Eropa standar emisi gas buang yang ditetapkan sudah Euro 6 sementara di Indonesia baru Euro III. “Perlu ada kesepakatan bersama antara pabrikan otomotif, pemerintah, juga Pertamina sebagai penyedia bahan bakar,” katanya lagi.



Direktur PT. Sinar Jaya Megah Langgeng, Teddy Rusli di tempat yang sama, mengungkapkan rasa terima kasihnya mendapat kepercayaan untuk ikut dalam uji coba ini. Menurut dia, berdasarkan pengalaman selama 35 tahun PO. Sinar Jaya berdiri, kualitas bahan bakar ikut menentukan perawatan. Bahan bakar yang berkualitas rendah, akan berdampak pada kinerja mesin dan suku cadangnya.

Teddy mengaku sangat menanti hasil tesnya dan ingin mengetahui dampaknya pada operasional bus dan perawatan yang mereka lakukan. “Tidak semua perusahaan bus memiliki perawatan yang baik, tetapi tidak juga semua perusahan bus jelek. Saya mengajak masyarakat, khususnya media, masih banyak perusahaan yang sangat baik perawatannya, sayangnya sepertinya berita jelek sangat digemari masyarakat ya?,” ujarnya sambil setengah bertanya pada awak media yang hadir.



Teddy berharap hasil tes nanti bisa menunjukkan ke masyarakat bahwa perawatan berkala bisa berdampak pada operasional bus. Selama ini, kata dia, uji empiris terkait perawatan bus dan publikasinya masih kurang di masyarakat. “Kami selalu menerapkan sesuai standar pabrikan supaya visi kami kenyamanan bertransportasi yang aman, terjangkau dan terpercaya bisa terjaga,” katanya lagi.

Apa yang diungkapkan Teddy, menurut Iin Febrian menjadi salah satu dasar pemilihan PO. Sinar Jaya menjadi mitra dalam kerja sama uji coba ini. Menurut dia, perawatan yang terjaga akan memudahkan penetapan parameter bagi tim PT. LAPI ITB merekam penelitian yang mereka lakukan. Dia berharap, pengguna Dexlite, sebagai bahan bakar dengan kualitas lebih tinggi dari solar sementara harganya di bawah PertaDex bisa bertambah seperti halnya pengguna Pertalite yang juga semakin banyak. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013