Jumat, 15 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
HINO INDONESIA PUNYA SIMULATOR UNTUK MELATIH PENGEMUDI
 
03 Desember 2017


(Tangerang – haltebus.com) PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) meresmikan fasilitas terbaru untuk mendukung pusat pelatihan mereka di Jatake, Tangerang, Banten. Fasilitas pelatihan pengemudi berupa simulator itu melengkapi modul pelatihan pengemudi yang selama ini dilakukan di Pusat Pelatihan Hino Indonesia.

“Kami kira ini simulator untuk melatih pengemudi pertama yang dimiliki Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia. Kami berkomitmen untuk membangun sumber daya manusia di industri transportasi di Indonesia,” kata Sales & Promotion Director PT. HMSI, Santiko Wardoyo, Rabu (23/11/17) di Jatake, Tangerang.

Santiko mengungkapkan, peningkatan fasilitas pelatihan yang ada di Pusat Pelatihan Hino Indonesia itu adalah wujud komitmen mereka dalam melayani pelanggan. Pengembangan sumber daya menyasar tidak hanya di jajaran Hino Indonesia mulai dari proses pabrikasi hingga layanan purna jual tetapi juga menyentuh langsung pelanggan.



Menurut Santiko selama 35 tahun Hino berkiprah di Indonesia ada 300 ribu kendaraan Hino yang beroperasi. Dia menyatakan, ada tanggungjawab Hino yang besar ketika seluruh kendaraan itu beroperasi di jalan-jalan raya di Indonesia. “Bisa dibayangkan jika kami tidak ikut terlibat dalam pemberdayaan sumber daya manusia yang mengoperasikan kendaraan-kendaraan itu. Jumlahnya besar lho, keselamatan di jalan raya harus menjadi prioritas,” kata Santiko.

President Director PT. HMSI, Hiroo Kayanoki mengungkapkan, kampanye Hino Indonesia untuk menjaga kesetiaan pelanggan adalah Total Support. Pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu target yang ikut disasar Hino Indonesia, agar operasional kendaraan bisa dioptimalkan di satu sisi, sementara komitmen keselamatan di jalan raya juga tetap bisa dijaga.

Sementara itu, Senior Executive Officer After Sales PT. HMSI yang membawahi layanan purnal jual, suku cadang dan pelatihan, Irwan Supriyono menjelaskan, perangkat lunak simulator yang mereka siapkan dirancang oleh tenaga-tenaga ahli di Indonesia. Sementara perangkat kerasnya sebagian didatangkan dari Jepang. “Total biaya yang dikeluarkan untuk simulator ini 700 juta, yang paling mahal adalah perangkat kerasnya. Kami tak mengira hasilnya bisa mendekati keadaan operasional sehari-hari,” kata Irwan.



Simulator ini terdiri dari kabin pengemudi asli, layar yang menggambarkan situasi jalan raya, perangkat komputer serta audio pendukung. Irwan menjelaskan, pihaknya merancang penilaian untuk setiap peserta pelatihan. Ada kriteria-kriteria khusus yang disusun dengan melibatkan kepolisian dan instansi perhubungan yang memiliki terhadap operasional kendaraan di jalan raya. Rambu-rambu yang dibuat disesuaikan dengan keadaan sebenarnya.

Saat diresmikan, beberapa orang ikut mencoba simulator ini. Salah seorang awak media yang mencoba mengoperasikan, terlihat kesulitan saat pertama kali mengoperasikan. Dia memilih simulator bus Transjakarta, dari beberapa model simulasi baik di jalan raya maupun areal tambang. “Ternyata gak semudah yang diperkirakan, harus focus. Kurangnya cuma satu, AC nya di kabin simulator gak ada, jadi bikin keringatan,” kata dia sambil bergurau.

Kondisi yang sama juga dirasakan oleh salah seorang staf dari dealer yang ikut mencoba simulator. Alih-alih fokus ke situasi perjalanan yang terpampang di layar simulator, wajahnya terlihat tegang. Setiap orang yang mecoba menjalankan kendaraan di simulator wajib mengetahui dimensi kendaraan yang mereka pilih untuk dioperasikan. Manuver kendaraan, situasi di sekitar kendaraan saat berjalan harus menjadi fokus utama.

Irwan menjelaskan, simulator ini akan digunakan untuk melatih pengemudi-pengemudi untuk meningkatkan kemampuan mereka. Setiap peserta pelatihan akan mendapat penilaian setelah mencoba simulator. “Ada penilaian berdasarkan kriteria umum standar pengoperasian kendaraan, kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu-lintas, selama mengemudi menabrak kendaraan lain atau tidak, sampai ke hal teknis seperti Rpm mesin dan lain-lain,” ujar Irwan.

Sebelumnya Hino Indonesia juga menggelar kompetisi pengemudi di 10 kota besar di Indonesia. Rencananya kompetisi yang dimulai sejak Oktober lalu akan berakhir Desember ini. Santiko tidak menampik anggapan jika pengembangan sumber daya manusia di segmen kendaraan komersial yang mereka lakukan bagian dari strategi marketing. Secara diplomatis dia menjawab, “Ini bagian dari tanggung jawab kami untuk mendukung program keselamatan di jalan raya, dengan jumlah kendaraan kami yang demikian banyak. Selain itu tentunya kami ingin pelanggan bisa memaksimalkan usahanya bersama kendaraan Hino, ujungnya pasti kepuasan pelanggan.” (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013