Rabu, 17 Oktober 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MERCEDES-BENZ OH306, RIWAYATMU KINI
 
08 Desember 2017


(Jakarta – haltebus.com) Sejak tahun 1960-an bus kota di beberapa kota besar, khususnya di Jawa diwarnai keseragaman. Salah satu pabrikan yang banyak memasok bus di kota-kota besar di Indonesia adalah Mercedes-Benz. Sejak tahun 1970 pabrikan asal Jerman itu mulai membangun fasilitas perakitan bus di negeri ini.

Salah satu dari sekian banyak bus melekat diingatan banyak orang adalah Mercedes-Benz seri OF-1113 dengan bodi O306 buatan PT. German Motor Manufacturing (GMM). PT. GMM adalah divisi pembuatan bodi bus yang berada di bawah Mercedes-Benz Indonesia yang ketika itu masih bernama PT. Star Motor. Bodi O306 yang kotak, berkaca samping lebar berkisi-kisi serta dibuka dengan cara digeser, sangat khas.

Mercedes-Benz OF-1113 yang mulai masuk ke Indonesia di tahun 1970-an, menjadi bus terlaris saat itu. Bagi yang pernah merasakan bus kota di Jakarta, Bandung, Semarang, Solo Medan, Makassar dan Surabaya, tentu paham dengan bus OH306 dengan bentuknya yang kotak. Beruntung DAMRI Bandung masing memiliki satu unit OF-1113 O306 yang sudah langka.



Bus dengan nomor lambung 2060 ini nyaris terkubur sejarahnya. Tahun lalu, DAMRI memasukkannya dalam daftar afkir, barang yang siap dijadikan besi tua dengan cara dipotong bagian per bagian kemudian dijual.

Dalam catatan haltebus.com, bus Mercedes-Benz OF-1113 masuk ke masa transisi pada tahun 1987-1989. Selama dua tahun itu, Mercedes-Benz Indonesia (Star Motor) memulai perpindahan model bus yang dijual ke pasaran dari bus bermesin di depan menjadi bus bermesin belakang atau dikenal dengan seri Omnibus Hintere (OH). Nah kebetulan bus DAMRI yang satu ini dibuat pada tahun 1988.

Dalam dokumentasi yang dikirimkan tim restorasi bus yang akrab disapa Goyobod oleh masyarakat Bandung itu, tertera nomor rangka 684 052 26 001770. Tiga angka di depan adalah kode pembuatan/perakitan untuk Indonesia, angka 52 mencerminkan seri model, dan angka 26 merujuk pada transmisi manual. Sedangkan 001770 menunjukkan nomor produksi.

DAMRI juga mencatat jasa bus 2060 yang sudah beroperasi 27 tahun sejak 1988 hingga 2015. Perusahaan angkutan bus milik pemerintah ini menghentikan pengoperasian bus di atas 25 tahun sesuai ketentuan UU Lalu-lintas Angkutan Jalan Nomor 22 tahun 2009. Selain karena faktor ketentuan perundang-undangan, kebijakan internal DAMRI juga membuat bus-bus tua harus dipensiunkan.

Selama hampir tiga dekade melayani warga Bandung, tim DAMRI mengestimasi catatan perjalanan mencapai 1,166 juta Km. Jika diasumsikan setiap satu ritase (pergi-pulang) mengangkut 60 orang, maka selama 27 tahun sedikitnya bus telah mengangkut 4.665.600 orang. “Semua asumsi dihitung pada kapasitas operasional terendah, capaian sesungguhnya bisa lebih tinggi lagi,” kata seorang pejabat DAMRI yang enggan disebutkan namanya.



Pada Pameran Indonesia Classic N Unique Bus 2017 yang digelar Maret lalu, sebetulnya pihak DAMRI diundang untuk menghadirkan bus kotak itu. Namun saying, saat itulah baru disadari kondisinya tidak terawat. Pada Oktober lalu, tim teknik DAMRI Bandung mulai mengadakan perbaikan baik perbaikan bodi maupun mesin untuk mengembalikan kondisi bus bersejarah ini. Setelah proses restorasi selesai akhir November, ternyata kembalinya si kotak putih disambut positif masyarakat.

Sejumlah media massa di Bandung menyoroti bus yang pernah menjadi bagian sejarah masyarakat kota kembang itu. Manajer Teknik DAMRI Bandung Arief Effendi mengungkapkan, ada dua unit bus yang akan dihidupkan sebagai bus wisata kota Bandung. “Bulan Januari nanti ada acara pameran bus klasik di PRJ. Bus ini akan ikut pameran di sana. Masih kuat kok ini jalan ke Jakarta. Ke Surabaya juga masih berani," kata Arief seperti dikutip, kompas.com, Kamis (30/11/17). (naskah : mai/foto : dok. DAMRI Bandung/dok. pencinta damri/dok. haltebus.com/ dok. daimler.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013