Jumat, 17 Agustus 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KINI KACA SPION DIGANTIKAN SISTEM DIGITAL !
 
10 Desember 2017


(Jakarta – haltebus.com) Di era serba digital seperti saat ini, apapun bisa dilakukan untuk mempermudah kita dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Mulai transaksi digital, proses digital untuk semua kebutuhan sampai dengan spion digital. Terdengar asing? Begitulah teknologi yang dikembangkan oleh Scania untuk kendaraan komersial masa depan. Seperti dilansir scania.com, Kamis (1/12/17), pabrikan kendaraan komersial asal Swedia itu mengujicoba spion digital yang mampu mengurangi blank spot pada kendaraan komersial.

Ujicoba ini dilakukan pada sebuah truk untuk meminimalisir pengemudi yang terbatas pandangannya pada area tertentu. Spion ini berbasis kamera yang diletakkan di belakang dan samping kendaraan. Posisi spion masih sama dengan spion kaca konvensional, perbedaan ada di tampilan. Jika spion kaca menghadirkan pantulan situasi di sekitar kendaraan karena kaca, sedangkan spion digital ada dua area yang dipantau lewat kamera.

Menurut Scania tahun 1960-an, bentuk dan cara kerja spion pada kendaraan komersial tidak berubah. Seiring dengan tingginya kepadatan lalu-lintas Scania bersama RISE dan Stoneridge Electronic ABC memulai perubahan paradigma baru untuk pandangan pengemudi kendaraan komersial ke arah belakang. Tiga tenaga ahli yang terdiri dari Hanna Staf dari Scania Vehicle Ergonomics, Azra Habibovic dari Stoneridge Electronic dan Project Leader dari lembaga penelitian RISE dari Swedia, Viktoria, menciptakan spion digital ini.

Ada dua kamera digital yang dipasang di masing-masing dua titik di sisi kiri dan kanan. Dua titik ada di ujung kiri dan kanan kabin, dua lainnya. Posisi display situasi di belakang kendaraan ditempatkan sama dengan posisi spion konvensional. Pandangan ke belakang yang ditampilan di layar digital menggambarkan situasi real-time di area belakang kendaan. Prototipe ini akan menjadi solusi baru bagi pabrikan kendaraan komersial.

Keuntungan lain, pada kaca spion konvensional di saat-saat tertentu, seperti ketika cuaca tidak bersahabat, kondisi spion tidak menghasilkan pandangan yang bersih ke belakang. Sementara pada spion dengan sistem digital, cukup di tempatkan di samping kiri-kanan di bagian dalam kabin. Tidak seperti spion konvensional yang berada di luar kabin.

“Kaca tradisional untuk pandangan ke belakang biasanya menghalangi pandangan pengemudi di sekitar arah belakang, dengan menggantikan fungsi kaca dengan spion sistem digital membuat pengemudi mendeteksi pejalan kaki dan pesepeda dengan sangat mudah, masalah tipikal di perempatan jalan dan bundarana di kawasan perkotaan,” kata Azra Habibovic.

Habibovic menambahkan, ada fitur kamera yang bergerak otomatis. Kamera yang terpasang bisa bergeser ke kiri-kanan untuk pandangan yang lebih luas. Menurut dia, fitur ini sangat berguna untuk kendaraan panjang seperti trailer saat berbelok maju maupun mundur. “(fitur) Ini mengurangi pergerakan tidak perlu dari bodi dan truk penarik karena bisa meningkatkan keluasan pandangan, tidak seperti yang terjadi pada penggunaan kaca psion biasa,” katanya menjelaskan.

Selain keamanan, sistem rear-view digital menawarkan pengurangan tekanan udara pada kendaraan. Posisi penempatan spionnya yang berada di dalam kabin, otomatis meniadakan tahanan angin dan membuat aerodinamika kendaraan semakin meningkat. Satu lagi, tampilan malam hari juga diperhatikan. Pandangan malam disempurnakan melalui sistem infra merah yang built-in di kamera yan terpasang. “Mengganti kaca spion konvensional dengan sistem digital menghasilkan peluang yang spesifik untuk meningkatkan kemampuan pengemudi dari sisi daya pandang dan penglihatan di malam hari,” ujar Hanna Staf dari menambahkan keunggulan lain.

Sayangnya, Scania tidak menjelaskan detil kapan produk mereka akan dilengkapi fitur ini. Selain itu, informasi tentang apakah sistem digital pengganti kaca spion ini juga bisa dipasang pada produk-produk kendaraan komersial yang sudah beredar di pasaran sekarang juga tidak disebutkan. Sistem digital untuk pandangan yang lebih baik ke arah belakang kendaraan yang panjang sangat menarik. Jakarta atau kota-kota besar di Indonesia, bisa menjadi salah satu daerah yang sangat memerlukan sistem tersebut, mengingat angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan truk sangat tinggi. (naskah : mai/foto : scania.com/stoneridge.com/heavyvehicles.com.au)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013