Jumat, 20 April 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
HINO TAMBAH VARIAN BARU UNTUK KEBUTUHAN PERKOTAAN
 
22 Desember 2017


(Tangerang – haltebus.com)
PT. Hino Motors Sales Indonesia mengakhiri tahun 2017 dengan kejutan menarik. Agen Pemegang Merek Hino di Indonesia ini memperkenalkan produk baru mereka, Hino RN 285 AT, chassis bus yang sudah dilengkapi transmisi otomatis untuk bus di bawah 300 HP. “Produk ini untuk menjawab kebutuhan transportasi yang meningkat, khususnya untuk menjawab kebutuhan transportasi massal saat ini,” kata Senior Executive Officer Marketing Irwan D. Sutanto, Jumat (15/12/17) di Tangerang.

Irwan mengungkapkan, model baru ini melengkapi varian-varian bus yang sudah ada sebelumnya. Salah satu target pasar Hino Indonesia adalah segmen transportasi perkotaan. Beberapa tahun lalu, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan membeli lebih dari 500 unit bus Hino RK8J R-260 untuk Bus Rapid Transit (BRT). Tahun 2015 varian chassis Hino RK CNG juga diluncurkan. Ada 60 unit bus Hino RK CNG, yang dimodifikasi dengan transmisi otomatis, sudah dioperasikan di PT. Transjakarta. Kebutuhan bus bertransmisi otomatis yang dilengkapi suspensi udara mendorong Hino menyiapkan varian RN 285 AT ini.

Menurut Irwan mereka memprioritaskan Hino RN 285 AT sebagai senjata baru memasuki pasar bus perkotaan. Hino RN 285 menjadi basis pengembangan untuk produk baru Hino RN 285 AT dengan penambahan beberapa fiturnya. Irwan mengungkapkan, meski Hino RN 286 AT membidik pasar bus perkotaan tidak menutup kemungkinan pengembangan produknya diarahkan ke pasar bus antara kota jarak jauh, jika ada kebutuhan dan permintaannya. “Kami ingin berkontribusi untuk kebutuhan transportasi perkotaan dulu,” katanya.



Sejauh ini, lanjut Irwan, Hino menguasai 77 persen pangsa pasar bus di tahun 2017. Dia tidak menampik anggapan, pengenalan produk baru di akhir tahun juga terkait target penjualan di tahun depan. Dia menjelaskan, sampai saat ini Hino Indonesia belum menetapkan target, tetapi dia berharap hasil di tahun 2018 bisa lebih baik dibandingkan 2017.

Produk Hino Indonesia, lanjut Irwan, memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kompetitor lain. Dari sisi produk, chassis bus Hino sudah teruji sesuai dengan slogan lama Hino : “Jagoan cari duit”. Sementara dari sisi dukungan produk, konten lokal untuk suku cadang yang mencapai 40 persen memudahkan pelanggan mencari suku cadang. “Kapasitas terpasang pabrik kami 270 ribu unit per tahun, itu kapasitas terpasang ya. Sejauh ini jika ada kebutuhan dalam jumlah besar, tidak ada kendala yang berarti dari sisi waktu pengadaan. Produk Hino juga sudah tersedia di E-katalog,” ujar dia.

Di tempat yang sama, Head Of Product Planning PT. HMSI, Prasetyo Adi menambahkan, di tahap pertama ini spesifikasi yang disiapkan untuk kebutuhan angkutan perkotaan, pariwisata dan antar jemput karyawan. Menurut dia, ada kebutuhan pelanggan meningkatkan keamanan, kenyamanan, mengurangi rasa lelah untuk pengemudi. “Transmisi otomatis dari Allison telah dilengkapi dengan retarder yang menyatu di pedal gas untuk membantu proses pengereman, serta bus ini sudah dilengkapi dengan Anti-lock Braking System dan Auto Brake Adjuster,” ujarnya.

Prasetyo mengungkapkan, untuk kebutuhan bus antar kota jarak jauh, produk Hino RN 285 AT ini baru bisa diaplikasikan di rute antar kota yang terhubung dengan jalan tol. Pada perjalanan di jalan tol, kata dia, bus RN 285 AT masih memungkinkan. Sementara untuk aplikasi kontur jalan yang beragam dan tuntutan tenaga yang lebih besar untuk ketepatan waktu tiba di tujuan, kata dia, perlu ada penyesuaian lagi untuk Hino RN 285 AT.

Kebutuhan bus perkotaan masih sangat besar di Indonesia, seiring perkembangan pembangunan infrastruktur. Berdasarkan catatan haltebus.com, khusus untuk bus Transjakarta, masih ada kebutuhan 1.500-an unit bus dari 3.000 unit peremajaan yang ditargetkan Jowo Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama saat menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta mulai tahun 2012 lalu. Beberapa kota juga mengikuti langkah Provinsi DKI Jakarta untuk pengembangan transportasi perkotaan.

Tahun 2018 menjadi titik awal perubahan paradigma angkutan bus di Indonesia, ketika di tahun itu beberapa ruas jalan tol sudah dioperasikan. Tidak hanya untuk angkutan antar kota, angkutan perkotaan juga akan menggeliat. Hino Indonesia sudah memiliki senjata baru menyambut perubahan. Ada Hino RM 380 untuk bus jarak jauh, sedangkan di bus perkotaan dan jarak sedang ada Hino 285 AT. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013