Jumat, 16 November 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
OBYEK WISATA HARUSNYA SEDIAKAN TEMPAT ISTIRAHAT PENGEMUDI
 
23 Desember 2017


(Jakarta – haltebus.com) Saat ini, Indonesia sedang gencar mempromosikan obyek wisata dalam program Wonderful Indonesia. Perjalanan wisata juga menjadi meningkat dengan dicanangkannya 10 destinasi wisata Nasional selain Bali dan Yogyakarta. Belakangan rombongan wisatawan, terutama domestik, juga semakin banyak kita temui di lokasi-lokasi wisata. “Menyikapi kondisi seperti ini, hal yang perlu dipikirkan oleh penyelenggara obyek wisata adalah menyediakan ruang istirahat bagi pengemudi bus pariwisata,” ujar Pengamat Transportasi dalam keterangannya yang diterima haltebus.com, Sabtu (16/12/17).

Menurut Djoko, seperti di masa liburan pergantian tahun sekarang ini, banyak rombongan wisatawan yang bepergian menggunakan angkutan bus. Sayangnya, sebagian besar lokasi wisata tidak menyediakan ruang beristirahat untuk awak bus wisata yang memadai. Boleh dibilang sangat sedikit lokasi wisata yang menyediakan tempat beristirahat. Akibatnya, lanjut dia, pengemudi bus tidur dalam kondisi apa adanya, fasilitas yang minim, tidak nyaman dan tidak sehat.

Tempat beristirahat untuk pengemudi dan kru bus di lokasi wisata baik langsung maupun tak langsung sangat berpengaruh untuk keselamatan penumpang bus. Djoko merujuk pada UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu-Lintas Angkutan Jalan yang menyebutkan waktu beristirahat pengendara kendaraan bermotor. “Pengemudi maksimal mengemudi kendaraan bermotor delapan jam sehari dengan empat jam perjalanan berturut-turut wajib istirahat minimal 30 menit,” ujar Djoko menegaskan pendapatnya.



Sudah menjadi rahasia umum, sering kali kita bisa menemui pengemudi bus tidur di ruang bagasi bus saat menunggu penumpangnya berwisata. Mereka tidur ala kadarnya di ruang yang panas di bagian bawah bus itu. Kondisi ini, menurut Djoko kurang manusiawi. “Bila bus pariwisata yang dikendarainya kurang layak, turut menambah kelelahan pengemudi, karena dia harus lebih berhati-hati mengemudikannya,” ujar pengajar di Universitas Soegijapriatna ini.

Dia mengungkapkan, seyogyanya saat masyarakat berlibur dengan bus wisata bisa merasa nyaman di perjalanan. Ketika menuju ke lokasi wisata mereka bisa beristirahat di perjalanan dan saat tiba di tujuan wisata, giliran pengemudi dan awak bus lainnya yang beristirahat. Djoko menyoroti beberapa kecelakaan yang melibatkan bus wisata yang terjadi April 2017 di daerah yang kerap menjadi tujuan wisata di Puncak, Bogor. Menurut dia, ketika pengemudi bisa beristirahat dengan nyaman, maka konsentrasi dan kondisinya selama bertugas dibalik kemudi bisa prima.

Salah satu lokasi wisata yang bisa dijadikan contoh, menurut Djoko, adalah rest area atau tempat istirahat wisata untuk rombongan bus pariwisata di Malang. Di lokasi parkir menuju Kawasan Gunung Bromo yang dikelola Dinas Perhubungan Kab. Malang sudah dilengkapi dengan fasilitas memadai.



Selain lahan parkir, lanjut Djoko, ada kantor pengelola, ruang istirahat serta warung yang menjual makanan dan minuman. Dia berharap, banyak lokasi wisata meniru apa yang dilakukan Dinas Perhubungan Kab. Malang. “Satu lagi, pengelola hotel atau penginapan juga wajib menyediakan tempat istirahat yang nyaman untuk pengemudi,” kata dia. (naskah : mai/foto : mai/dok: radar semarang/djoko setijowarno/haltebus.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013