Rabu, 17 Oktober 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
AWALI TAHUN 2018, MERCEDES-BENZ PERKENALKAN PERUSAHAAN BARU
 
13 Januari 2018


(Jakarta – haltebus.com) Mercedes-Benz Indonesia mengubah strategi bisnisnya di Indonesia. Kamis (11/1/17) pabrikan asal Jerman ini mengumumkan pemisahan Divisi Kendaraan Niaga yang tadinya menyatu dalam PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia menjadi terpisah dan berdiri sendiri. Kini untuk kendaraan niaga Mercedes-Benz berkibar dengan bendera PT. Daimler Commercial Vehicle Indonesia. “Mulai tahun ini kami memulai dengan strategi baru, Divisi Commercial Vehicle dipisah dari Divisi Passanger Car, ini mengikuti perubahan strategi global Daimler di seluruh dunia,” kata CEO PT. Daimler Commercial Vehicle Indonesia, Markus Villinger di Jakarta, Kamis (11/1/18).

Markus yang sebelumnya bertugas di Daimler Commercial Vehicle India ini, memimpin dua Divisi Commercial Vehicle, yakni Divisi Bus dan Van serta Divisi Truk. Di dunia Daimler membuat konsolidasi anak perusahaan yang bergerak di penjualan kendaraan niaga dalam satu atap. Sejak Oktober 2015 lalu pergerakan konsolidasi itu dimulai. Pada Maret 2016, Daimler mengumumkan beroperasinya Daimler South East Asia Pte, Ltd. yang bertanggungjawab atas 18 area pemasaran di kawasan Asia Tenggara.




Daimler South East Asia Pte, Ltd. bertanggungjawab memasarkan produk-produk kendaraan niaga Daimler seperti Mercedes-Benz, Fuso dan beberapa merek lain yang disesuaikan dengan pasar. Namun, di Indonesia Daimler, kata Markus, hanya membawahi merek Mercedes-Benz saja, sementara untuk Fuso mereka terpisah. “Di Indonesia kami hanya memegang 30 persen saham Fuso, sisanya ada di Kramayudha Tiga Berlian (KTB) yang juga memegang merk Mitsubishi,” ujarnya menjelaskan.

Menurut Markus, tahun ini mereka akan melanjutkan kesuksesan yang dicatat Mercedes-Benz di tahun 2017 untuk Divisi Truk. Kebetulan pengumuman berdirinya PT. DCVI dibarengi dengan perkenalan produk-produk truk Mercedes-Benz, khususnya Axor. Markus menjelaskan, penjualan di semester kedua 2017 mengalami lonjakan signifikan. Bahkan, di bulan terakhir kenaikannya dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya. Sukses ini kemudian membuat mereka akan serius menggarap pasar truk di tahun 2018. PT. DCVI menyebut tahun 2018 sebagai Tahun Pelanggan.



Dalam kesempatan itu Markus tak banyak menjelaskan tentang langkah strategis di sektor kendaraan bus. Dia hanya mengungkapkan sekilas produk bus mereka di kelas sembilan ton bermesin depan, dan masih mengandalkan produk-produk yang ada untuk bus bermesin belakang. Saat ditanya tentang produk bus terbaru, dia hanya berkata, “Nanti kalau sudah waktunya kami akan memberitahu anda.

Pada perhelatan Club of Millionaire’s Desember lalu, Mercedes-Benz Indonesia memperkenalkan spesifikasi bus baru mereka bermesin depan. Informasi yang didapat haltebus.com masih bersifat umum, hanya bus besar, bermesin depan dan masih dipersiapkan untuk segera dilepas ke pasar di Indonesia. Sementara untuk produk yang sudah beredar, kini ada opsi baru untuk Mercedes-Benz OH-1626 dengan pilihan transmisi otomatis.





Saat ditanyakan peluang pertumbuhan penjualan bus dari sisi kebutuhan pemerintahan dalam rangka perbaikan transportasi massal, Markus juga hanya memberikan informasi yang umum. Sayangnya, Ralf Kraemer, Managing Director of Commercial Vehicle yang membawahi Divisi Bus dan Van tidak hadir dalam pengumuman PT. DCVI tersebut, hanya ada Maxximilian Knoor yang sebelumnya menjabat sebagai Director of Network, Product, and Retail Trucks di PT. MBDI. Markus juga banyak menghindari penyebutan angka penjualan baik bus maupun truk. “Untuk truk saya hanya bisa menyebut angka 4.300 – 4.500 unit yang terjual di tahun 2017,” kata Markus.

Dalam catatan haltebus.com, penjualan bus Mercedes-Benz di sector transportasi perkotaan cukup signifikan. Setelah membuka komunikasi di tahun 2015-2016 beragam model meluncur ke PT. Transjakarta. Mulai bus double decker, low entry sampai bus single OH-1626 bertransmisi otomatis. Dua pembelian yang cukup signifikan antara tahun 2015-2017 adalah 100 unit Mercedes-Benz OH-1526 dan 150 unit Mercedes-Benz O500R U-1726. Armada bus medium large PT. Transjakarta yang tercatat 100 unit juga menggunakan Mercedes-Benz OF-917. Selain itu, masih ada tambahan 100 unit bus lagi yang dipesan salah satu operator Transjakarta di tahun 2017. Dari data yang dihimpun haltebus.com Mercedes-Benz di Transjakarta mulai merangkak naik dengan catatan 418 unit bus mengungguli kompetitor bus premium lainnya.




Di luar itu, berdasarkan catatan haltebus.com, untuk bus double decker PT. Transjakarta Mercedes-Benz mendominasi armada dengan 16 unit bus dari 27 unit bus yang ada. Untuk bus double decker AKAP yang sedang naik daun pun Mercedes-Benz mendominasi pasar dengan 26 unit dari 36 unit armada bus yang ada. Begitu juga untuk pasar bus terbaru, yakni bus low entry, Mercedes-Benz mendominasi pasar dengan membukukan penjualan 173 unit dari 342 bus yang terjual di Indonesia. Padahal, Mercedes-Benz termasuk yang terakhir menghadirkan chassis bus low entry dibandingkan kompetitor. Pasar bus low entry masih terbuka lebar mengingat kebutuhan di bandara dan angkutan perkotaan yang diwarnai dengan mobilitas orang yang tinggi.

Pemisahan Divisi Kendaraan Niaga ini menurut Markus untuk memudahkan koordinasi mereka dengan pusat Divisi Bus Daimler di Jerman maupun wilayah yang berkaitan dengan kepentingan penjualan di Indonesia. Beberapa produk bus Mercedes-Benz yang beredar di Indonesia berasal dari beberapa pusat produksi seperti Spanyol, Brazil dan yang terbaru dari India.


Pengalaman di tahun 2012 saat Mercedes-Benz OH-1526 banyak dikeluhkan pelanggan, penanganannya tidak bisa berlangsung cepat karena banyak proses yang harus dilalui dan memakan waktu setahun. Belakangan dengan struktur baru dan masa transisi dengan adanya jabatan Managing Director of Commercial Vehicle, hambatan-hambatan mulai bisa diuraikan dan kepercayaan pelanggan mulai kembali tumbuh. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013