Senin, 23 April 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SINGAPURA SIAPKAN UJICOBA BUS VOLVO OTONOM TANPA AWAK
 
15 Januari 2018


(Jakarta – haltebus.com) Singapura memulai era teknologi bus terdepan di kawasan Asia Tenggara. Dalam rilis tertulis yang diterima haltebus.com, Kamis (11/1/18), Volvo Bus mengumumkan kerja sama riset dan pengembangan bus tanpa awak (autonomous/otonom) bersama Nanyang Technological University (NTU). Kerja sama ini menjadi pembuka jalan untuk program Otoritas Transportasi Darat (Land Transport Authority-LTA) Singapura dalam mewujudkan solusi terbaru transportasi yang berkelanjutan.

“Kami melihat pertumbuhan yang cepat atas ketertarikan pada bus listrik maupun bus tanpa awak (otonom) di berbagai kota dunia. Bersama NTU, salah satu universitas terkemuka dunia di bidang teknologi, kini kami membuka peluang uji coba beragam solusi dengan kondisi realistis di kota besar dengan ambisi yang tinggi untuk transportasi umum,” kata President of Volvo Bus, Håkan Agnevall.

Otoritas Transportasi Darat Singapura (LTA) menginginkan transportasi umum Singapura fokus untuk menerapan bus otonom. Program ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan kota yang berbasis teknologi berkelanjutan. Mereka sudah mengumumkan program bus otonom bisa dioperasikan pada beberapa wilayah di tahun 2022.



Program bus tanpa awak yang diaplikasikan untuk transportasi umum, ternyata juga menjadi program yang pertama bagi Volvo Bus. Sebelumnya, Grup Volvo baru melakukan demonstrasi teknologi kendaraan otonom di areal pertambangan, untuk kepentingan penggalian, juga untuk keperluan pengangkutan sampah.

“Kami menganggap Singapura dan NTU sebagai mitra yang sangat baik untuk Volvo, menawarkan lingkungan yang mendukung dan melengkapi penelitian, pengembangan serta penerapan solusi baru. Teknologi yang dikembangkan di Singapura dapat berkontribusi pada aplikasi otomasi masa depan melalui Volvo Bus,” kata Agnevall.

Dua bus listrik, Volvo 7900 elektrik sepanjang 12 meter, menjadi bagian dari program penelitian dan pengembangan antara Volvo dan NTU. Salah satu bus listrik otonom dalam program ini akan digunakan di fasilitas uji coba baru Singapura untuk kendaraan otonom, CETRAN (Centre of Excellence for Testing and Research of Autonomous Vehicles).

Fasilitas CETRAN ini diresmikan pada bulan November 2017, setelah setahun sebelumnya LTA juga mengumumkan beroperasinya Singapore Bus Academy. Di fasilitas CETRAN, periset NTU dapat menguji fungsi baru dan memelajari bagaimana bus berinteraksi dengan pengguna jalan lainnya dalam berbagai kondisi. Demi menyukseskan programnya, LTA Singapura melakukan langkah terukur sebelum menerapkan teknologi bus terbaru di negaranya.

Bus kedua akan digunakan untuk tes kemitraan dengan operator SMRT. Tujuannya agar bus otonom harus bisa bergerak sendiri melakukan rutinitas yang kini masih dilakukan bersama pengemudi. Bus harus bisa mengisi baterai sendiri, berjalan sendiri melalui depot/pool ke tempat cuci kendaraan dan parkir, yang keseluruhannya dilakukan secara otonom tanpa awak.

Presiden NTU Profesor Subra Suresh, mengungkapkan, hubungan akademis dan industri adalah kunci dalam memelihara lingkungan. Program ini diharapkan bisa mendorong inovasi, keunggulan penelitian, dan perubahan teknologi untuk hari esok yang lebih baik. Dia menyatakan, NTU bangga dengan koneksi industri yang kuat, dan kemitraan dengan Volvo. Menurut dia, kemitraan ini akan membuka jalan bagi solusi mobilitas masa depan dengan mengembangkan dan menguji bus otonom di kampus. “Solusi ini akan semakin memperkuat visi Singapura untuk merangkul teknologi kendaraan otonom dan meningkatkan kualitas transportasi umum,” ujar Suresh.

Program kerjasama antara Volvo Bus dan NTU akan berlangsung selama dua tahun. Bus listrik otonom yang dikembangkan bersama akan tiba di Singapura pada awal 2019. “Bus kota berbasis tenaga listrik kami sudah memungkinkan untuk meningkatkan kualitas udara yang baik dan mengurangi tingkat kebisingan. Dengan pendekatan sistem kami terhadap electromobility, kami juga membuka cara baru untuk perencanaan kota. Ketika mengembangkan solusi otonom untuk transportasi umum, kami benar-benar dapat memanfaatkan keahlian Grup Volvo di bidang teknologi yang berkembang pesat ini,” kata Agnevall mantap.

President and Group Chief Executive Officer, SMRT Corporation, Desmond Kuek mengatakan, mereka mempersiapkan diri untuk terus mengikuti teknologi transportasi darat terbaru. Dia menyatakan, SMRT siap menyambut solusi transportasi darat terkini untuk perjalanan yang aman, efisien dan nyaman, dan menyesuaikan solusi mobilitas perkotaan di Singapura yang unik.

“Pengaturan operasional dalam MoU ini, membuka jalan bagi SMRT bekerja sama dengan mitra kami dalam uji coba operasional untuk bus otonom, dan sistem komando dan kontrol yang diperlukan dalam mengoperasikan kendaraan cerdas semacam itu. SMRT akan memanfaatkan pengalaman puluhan tahun dalam mengoperasikan dan memelihara bus untuk memimpin pengujian operasional dan evaluasi bus otonom yang aman selama perjalanan,” ujar Kuek.

Bus listrik otonom yang menjadi program penelitian dan pengembangan menggunaan stasiun pengisian baterai cepat berbasis sistem CommonOppCharge. Perangkat pengisian baterai ini akan dipasok oleh ABB. Perangkat OppCharge sangat sesuai untuk solusi pengisian otonom di depot bus dan juga saat bus dalam keadaan beroperasi di lalu-lintas operasional sehari-hari. “ABB telah lama berada di yang terdepan dalam mengembangkan solusi ramah lingkungan dan kami bangga membantu mewujudkan visi ini menjadi kenyataan,” kata Head of ABB’s Global Business for Electric Vehicle Charging, Frank Mühlon.

Bus otonom berbasis Volvo 7900 Electric adalah bus yang sepenuhnya bertenaga listrik. Selain tidak bising, bus berlantai rendah ini bebas emisi dengan konsumsi energi 80 persen lebih rendah dibandingkan dengan bus diesel setara. Bus akan dilengkapi perangkat GPS dengan sistem berbasis teknologi laser LIDAR untuk memetakan, memposisikan dan memindai area di sekitar kendaraan. Ada pula fitur pengaturan kemudi otomatis, pengatur akselerasi dan kecepatan. Varian ini adalah varian yang sama yang ditawarkan Volvo Bus untuk Singapura dalam program pengadaan bus yang dimulai sejak tahun lalu. Volvo dan NTU akan membangun solusi bus otonom pada platform yang dikembangkan Volvo. (naskah : mai/foto : volvobuses.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013