Rabu, 19 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TAHUN 2019, BUSWORLD HADIR DI JAKARTA!
 
27 Januari 2018


(Jakarta – haltebus.com) Industri transportasi bus di Indonesia setahun mendatang mulai bergerak positif. Setelah Mercedes-Benz Indonesia mengumumkan perubahan struktur menjadi PT. Daimler Commercial Vehicle Indonesia, kini Indonesia bersiap masuk dalam percaturan Global. Tahun 2019 salah satu ajang pameran bus terbesar di dunia, Busworld, siap digelar di Jakarta. “Tahun lalu kami sudah ditunjuk oleh pihak Busworld di Belgia sebagai penyelenggara Busworld Jakarta 2019,” demikian informasi yang diungkapkan Direktur Utama PT. Global Expo Management, Baki Lee di Jakarta, Rabu (24/1/18).

Baki Lee menjelaskan, dia sudah menandatangani kerjasama dengan pihak Busworld di Kortrijk, Belgia, September 2017 lalu. Kerjasama ini diharapkan bisa membawa kemajuan transportasi bus di Indonesia. Menurut dia, pihak Busworld melihat potensi pengembangan transportasi yang besar di Kawasan Asia Tenggara dan Indonesia dipilih karena dinilai menarik bagi mereka.

Menurut Baki, pihak Busworld melihat ajang Indonesia Internasional Bus and Truck (IIBT) Exhibition yang digelar PT. GEM sebagai mitra yang cocok di Indonesia. Selain pameran yang sudah berjalan sejak lebih dari delapan tahun lalu, lokasi di Jakarta International Expo, Kemayoran yang di tengah kota sangat cocok untuk ajang pertemuan pebisnis.



Busworld memiliki spesialisasi menjadikan ajang pameran sebagai tempat pertemuan pebisnis transportasi bus dari hulu ke hilir. “Pada IIBT Maret nanti, kami akan mengadakan workshop dan mendatangkan desainer bus yang mendapatkan penghargaan terbaik di ajang Busworld. Ini kesempatan menarik untuk desainer maupun industri karoseri di Indonesia. Kami akan menggratiskan peserta untuk workshop desain ini,” ujar Baki lagi.

Dalam kesempatan itu Baki mengungkapkan, PT. GEM mulai menerapkan strategi baru dalam pameran industri kendaraan komersial. Dia menjelaskan, pameran IIBT akan diselenggarakan di tahun genap seperti tahun 2018 ini. Sedangkan untuk tahun ganjil, mereka akan fokus untuk Pameran Busworld. “Pihak Busworld siap mendukung penuh pameran kendaraan bus di Indonesia, termasuk mendatang kendaraan dengan teknologi terbaru di Eropa. Mereka juga menerapkan pola yang sama dengan Busworld di Belgia, seperti adanya Busworld Academy,” kata dia.

Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), KurniaLesani Adnan memperkuat informasi yang disampaikan Baki Lee. Dia mengaku beberapa kali bertemu dengan President of Busworld International Ltd, Didier Ramoudt, baik di Jakarta maupun di Kortrijk, Belgia. Menurut dia, perkenalannya terjadi saat Didier bertandang ke kantor di Pulomas. “Saya gak mengira kalau tamu yang datang itu President of Busworld International Ltd, saya kaget begitu dia memberikan kartu namanya, di situ tertulis jabatannya. Dalam hati saya bilang, ini kan pameran yang di Belgia yang pernah saya datangi dulu,” kata pria yang akrab disapa Sani menjelaskan pertemuan pertama mereka di bulan Juni 2017 lalu.

Menurut Sani, pihak Busworld sangat serius untuk menghadirkan teknologi bus terbaru di Indonesia. Kejutan kedua, lanjut dia, dialami saat September 2017 lalu dia memenuhi undangan Mercedes-Benz Indonesia berkunjung ke beberapa tempat di Eropa. Selain melihat dari dekat pusat perakitan chassis bus Mercedes-Benz di Samano, Spanyol, mereka juga melihat Pameran Busworld di Kortrijk, Belgia. Sesampainya di sana, Sani mengaku terheran-heran dengan penyambutan Didier dan beberapa petinggi Busworld. Sejak pertama menjejakkan kaki di pintu masuk gedung pameran hingga keluar gedung. Didier dan petinggi Busworld yang lain selalu mendampingi.

Dia bahkan mengadakan pertemuan khusus dengan Direksi Busworld. Dalam pertemuan itu, Sani mengaku terjadi diskusi serius. Menurut Sani, beberapa pertanyaan yang diajukan sangat mendalam. Intinya, mereka ingin mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi industri transportasi bus dan peluang yang bisa mereka tawarkan ke pelaku usaha transportasi bus di Indonesia.

Sani mengungkapkan, pihak Busworld menaruh perhatian sangat besar terhadap perkembangan transportasi di Indonesia. Hingga kini dia mengaku masih heran dari mana petinggi Busworld mengetahui Kurnia Lesani Adnan dan mengapa mereka menaruh kepercayaan padanya. “Terus terang hal ini menjadi semacam tanggung jawab moral bagi saya. Saya tidak mengenal mereka tetapi mereka mempercayakan informasi tentang transportasi bus kepada saya. Semoga Busworld di Jakarta nanti bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kehadiran Busworld di Jakarta dipercaya Sani memberi harapan baru untuk kemajuan transportasi di Indonesia, dengan catatan situasinya ikut mendukung. Menurut dia, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan pihak Busworld, salah satu contohnya adalah regulasi di Indonesia yang tidak sama dengan negara-negara lain. Masuknya teknologi transportasi bus dunia ke Indonesia, kata Sani, diharapkan bisa menunjang pergerakan orang seiring dengan perkembangan infrastruktur di negeri ini.

Sejak enam tahun terakhir, bus-bus bertenaga besar dengan fitur-fitur terbaru khas teknologi di Eropa sudah banyak beroperasi di Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Beberapa perusahaan bus seperti berlomba-lomba menghadirkan bus-bus berteknologi terbaru untuk menambah kenyamanan pelanggan di perjalanan. Dua merek Eropa yakni Mercedes-Benz dan Scania menjadi pemain utama di kelas bus premium. Sementara MAN yang menjadi pionir untuk bus double decker (bus tingkat) di Indonesia cenderung tak bergerak banyak. Setahun terakhir, Hino juga mulai menghadirkan bus bertenaga besar. Sementara Volvo yang pernah memasarkan Volvo B7R dan sempat vakum, kini mulai menggeliat dengan tawaran Volvo B11R.

Sayangnya, perkembangan dan kehadiran armada-armada bus premium ini belum diikuti dengan pertumbuhan penumpang yang signifikan. Kementerian Perhubungan sampai tahun lalu masih mencatat adanya penurunan jumlah penumpang angkutan bus dari tahun ke tahun. Inilah yang menjadi tantangan terbesar Sani dan para pengusaha bus lainnya. Di satu sisi teknologi bus berkembang dan investasi semakin tinggi, tetapi apa daya para pengusaha bus harus berjuang mengatasi penurunan jumlah penumpang. “Kami memang berupaya bertahan di tengah-tengah kesulitan, semoga Busworld bisa memberi angin segar, menghadirkan inovasi yang bisa mendukung perkembangan usaha kami,” katanya. (naskah : mai/foto : istimewa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013