Senin, 20 Agustus 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MELIRIK BUS TETANGGA, CARA BARU DAPATKAN SPESIFIKASI WAH
 
29 Januari 2018


(Jakarta – haltebus.com) Tepat setahun lebih sebulan, satu unit chassis bus terbaru milik PO. Manhattan yang istimewa akhirnya berwujud menjadi sebuah bus. Penampakannya yang sederhana mengecoh kemampuannya yang bertenaga. Chassis SKS ASC SF sempat mencuri perhatian kalangan pelaku usaha transportasi bus saat datang pertama kali di Indonesia. Akun media sosial PO. Manhattan membocorkan beberapa gambar saat bus telah dirakit Maret 2017.

“Sebagai pendatang baru kami ingin menjajaki semua peluang dan potensi beragam chassis bus, mana yang kira-kira cocok, mana yang baik, bagaimana merawatnya dan yang lebih penting harganya kompetitif dan terjangkau,” ujar Direktur Teknik dan Operasional PT. Metro Multi Transportasi (MMT), Tjahjo Wibowo kepada haltebus.com di Ungaran, Semarang, pekan lalu.

Beragam chassis dimiliki PT. MMT sejak pertama mereka beroperasi. Ada Scania K310IB/4x2 dan K360IB/4x2, Golden Dragon, Hino RK8J R260, Mercedes-Benz OH-1526, OH-1626 hingga O500R-1836. Penjajakan PT. MMT ini, menurut pria yang akrab disapa Bowo itu, bagian dari pembelajaran manajemen dalam mengelola transportasi bus. Tujuannya, lanjut dia, agar pelayanan dengan armada terbaik bisa mereka hadirkan.

 

SKS ASC SF yang dilengkapi mesin bertenaga 350 PS ini, kata Bowo, memiliki spesifikasi yang kompetitif bila dibandingkan dengan bus-bus premium bertenaga besar yang diproduksi pabrikan Eropa. SKS sendiri, lanjut dia, memiliki pusat perakitan di Malaysia dan membuat dua produk, yakni chassis bus dan juga membuat bodi bus. Varian yang diproduksi juga beragam, mulai bus kota, bus antarkota, bus pariwisata maupun bus double decker antar negara. Ada tiga varian bus SKS yang populer yakni SKS E5v2 untuk bus jarak jauh, SKS i138 untuk bus pariwisata dan juga SKS D3, generasi ketiga bus double decker yang umumnya digunakan untuk bus antar negara.

Chassis yang dirakit SKS memiliki beberapa pilihan varian mesin yang digunakan. Menurut Bowo, ada yang menggunakan mesin Hino, Isuzu dan yang baru saja diperkenalkan di tahun 2018 ini adalah mesin MAN. Untuk bus berbasis Scania maupun Mercedes-Benz, kata dia, biasanya SKS hanya membuat bodi bus saja. “Ragam pilihan yang mereka tawarkan membuat kami bisa memesan chassis yang spesifikasinya sesuai kebutuhan kami,” ujar Bowo mengungkapkan salah satu alasannya memilih SKS.



Seperti apa ya spesifikasi yang dipesan untuk PO. Manhattan yang melekat pada ASC SF bertenaga 350 PS itu? Fitur bus premium seperti suspensi udara, transmisi otomatis, sistem pengereman ABS, retarder dan juga ditopang mesin bertenaga besar ada pada ASC SF. Chassis space-frame memungkinkan PO. Manhattan memiliki bus dengan bagasi lapang. Transmisi Allisson T375R yang mengatur lalu-lintas gigi persneling dan putaran mesin juga membuat kinerja mesin yang hemat serta mendukung akselerasi yang maksimal.

Mesin Hino model P11C-UJ 10.520 cc menghasilkan daya 350 PS, menjadikan daya dorong bus cukup bertenaga. Konfigurasi suspensi ASC SF mirip dengan Mercedes-Benz O500R-1836. Axle depan dilengkapi dengan suspensi independen sedangkan di bagian belakang ada besi penahan sistem suspensi udara yang berbentuk seperti sabit. Biasanya kerap juga disebut banana bar oleh para mekanik. Bedanya dengan Mercedes-Benz O500R-1836 hanya pada sistem pengereman yang sudah dilengkapi disc brake, sementara SKS masih hanya rem depan yang dilengkapi disc brake.

Selebihnya, sejumlah peralatan dan perlengkapan yang dirangkai pada chassis SKS banyak ditemui pada produk bus premium pabrikan Eropa. Salah satu diantaranya, suspensi udara yang dikendalikan Electronically Controlled Air Suspension (ECAS) untuk menjaga stabilitas saat bus dalam kepceatan tinggi. Ada dua silinder kompresor yang menopang kinerja kebutuhan udara di sistem. Ada pula sistem pelumasan otomatis untuk mengalirkan grease yang dibutuhkan chassis.



Berdasarkan informasi dari situs resmi Hino Global, mesin P11C-UJ banyak diaplikasikan untuk truk dengan karakter beban kerja yang berat dan juga cocok untuk diaplikasikan pada bus. Mesin ini sudah dilengkapi dengan sistem diesel common-rail yang efesien dalam konsumsi bahan bakar. Walau berkapasitas besar, mesin yang masih mengusung teknologi emisi gas buang berstandar Euro III itu tergolong halus di kelasnya.

Meski dilengkapi fitur canggih kesederhanaan masih meliputi SKS ASC SF. Panel tachometer yang terpasang belum sepenuhnya menampilkan indikator digital. Ada beberapa panel indikator menggunakan penunjuk jarum. Misalnya, seperti indikator bahan bakar, oli, temperatur mesin dan posisi tekanan udara. Namun, Bowo mengaku tak kecewa dengan tampilan itu karena tak seberapa dibandingkan keunggulan dan tawaran harga yang cukup kompetitif. “Selisihnya cukup banyak juga dibandingkan dengan harga chassis premium lainnya, masih lebih murah SKS,” kata Bowo sambil berbisik tanpa menguraikan detil harga yang dimaksud kompetitif itu.



Salah satu pimpinan PT. MMT, Ribby Raharto mengungkapkan, awalnya mereka tak berencana membeli bus dari Malaysia. Perkenalan mereka dengan SKS juga tak sengaja. Mereka sebetulnya tengah mengurus beberapa keluhan terhadap salah satu armada bus yang mereka miliki ke kantor operasional ASEAN milik salah satu pabrikan bus Eropa. Ketika ada waktu senggang, mereka manfaatkan untuk kunjungan ke SKS.

“Awalnya hanya saling tukar informasi dengan beberapa teman aja. Mumpung dekat kami coba tanya ke teman-teman di Indonesia apakah ada pembuat bus yang recommended di Malaysia. Lalu sampailah kami ke sana dan kami cukup surprise. Kami disambut dengan baik dan produk mereka juga kok menarik ya. Sampai akhirnya beberapa waktu kemudian kami putuskan untuk mencoba,” katanya.



Menurut Ribby, sambutan positif dari SKS juga disertai dengan tawaran kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak. Dia mengungkapkan, SKS bersama PT. MMT bersama-sama menjajaki peluang bus SKS bisa berkembang di Indonesia. Pertumbuhan jalan tol di Jawa, Sumatera dan Sulawesi serta target pembangunan jalan di beberapa provinsi di Indonesia bisa menjadi peluang bagi keduanya. Namun, kata Ribby, sebelum melangkah lebih jauh PT. MMT, menguji bus SKS ASC SF dalam jajaran armada PO. Manhattan. Dia berharap, kerjasama itu bisa berkembang sesuai harapan. (Naskah : mai/ foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013