Senin, 23 April 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PERTAMA KALI, GAIKINDO GELAR PAMERAN KHUSUS KENDARAAN KOMERSIAL
 
07 Februari 2018


(Jakarta – haltebus.com) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencoba pola baru dalam menggelar pameran. Sukses dengan pameran otomotif terbesar di Indonesia sejak 26 tahun lalu, GAIKINDO ingin mempertahankan angka penjualan kendaraan bermotor di angka 1 juta unit per tahun. “Di tahun 2017, penjualan kendaraan komersial tumbuh mencapai 45 persen, cukup signifikan. Dari 59 ribuan unit jadi 80 ribu unit lebih. Indikasinya, kalau kendaraan komersial tumbuh, ekonomi bergerak,” ujar Ketua Umum GAIKINDO, Yohannes Nangoi, Selasa (6/2/18) di Jakarta.

Menurut Nangoi, pertumbuhan kendaraan komersial tidak hanya terjadi di sektor infrastruktur melainkan juga di beberapa bidang. Ada pertumbuhan di industri batubara, kelapa sawit, juga biji besi dan akibat tumbuhnya penjualan internet, lanjut dia, industri transportasi barang juga bertumbuh. Kecenderungan pertumbuhan di beberapa industri diyakini Nangoi sebagai pemicu lonjakan pertumbuhan yang signifikan di penjualan kendaraan komersial.

Karena itu, kata Nangoi, GAIKINDO mencoba mempertahankan pertumbuhan itu melalui GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) pada 1-4 Maret 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Menurut dia, pameran khusus kendaraan komersial semacam ini juga diadakan di Eropa seperti yang digelar di Lyon, Perancis, dan Hannover di Jerman. “Harapannya ketika kendaraan komersial tumbuh angka penjualan tahun lalu sebesar satu juta 80 ribu minimal bisa dipertahankan,” ujarnya.

Konsep GIICOMVEC, menurut Ketua III GAIKINDO yang membidangi Pameran, Rizwan Alamsjah, adalah pameran antara pebisnis. Dia berharap, 3.000 pembeli yang diundang hadir di pameran itu bisa berdiskusi langsung dengan pabrikan sesuai dengan kebutuhan di bidang mereka masing-masing. Menurut dia, ada 30 pabrikan pemain kendaraan komersial yang sudah menyatakan keikutsertaannya. “Boleh dibilang 100 persen pemain kendaraan komersial ikut,” katanya.

Rizwan mengaku bersyukur mendapat kepercayaan dari pabrikan dan pemegang merek kendaraan komersial dan industri pendukungnya pada GIICOMVEC yang bari pertama kali digelar ini. Dia mengungkapkan ada enam jenis kendaraan baru yang akan diluncurkan. Mereka antara lain, Isuzu, Iveco, Mercedes-Benz, Suzuki dan Volvo. Sementara Mitsubishi FUSO akan mengadakan kegiatan pre-launching kendaraan terbarunya.

Selain merek yang disebutkan Rizwan ada beberapa lain yang akan berpartisipasi. Ada Hino, Toyota, UD Truck, DFSK, PT. United Tractors selaku Agen Pemegang Merek Scania dan UD Truck. Masih ada kendaraan niaga kecil seperti Mitsubishi Motors, Daihatsu, juga pabrikan ban seperti Gajah Tunggal, Good Year Dunlop dan lain-lain.

Di luar itu, meski kendaraan komersial yang disebutkan pengurus GAIKINDO mengarah pada pertumbuhan kendaraan truk, namun ada juga bus yang dipamerkan. Berdasarkan denah peserta pameran GIICOMVEC, tiga stand bus mengisi Hall A. Ada Karoseri Adiputro, Karoseri Laksana dan PT. Mobil Anak Bangsa.

Dari informasi yang berhasil dihimpun haltebus.com, tiga stand bus itu akan menampilkan produk terbaru mereka. Salah satu pimpinan di PT. Adiputro Wirasejati misalnya sudah mengumumkan nama produknya yakni, Jetbus 3 model SHD (Super High Decker), sementara Karoseri Laksana menyiapkan sedikit perubahan pada produk Legacy Sky SR2 Prime. Dan PT. Mobil Anak Bangsa (MAB) menyiapkan kejutan menarik di industry otomotif Indonesia, tak hanya industri bus. “Kami menyiapkan bus listrik,” ujar Bambang Trisasongko pimpinan PT. MAB.

Di tempat yang sama, Ketua I GAIKINDO, Jongkie D Sugiarto mengungkapkan, mereka ingin menghadirkan pameran khusus untuk kendaraan komersial karena formatnya berbeda dengan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show. Menurut dia, untuk kendaraan komersial yang hadir adalah pebisnis dengan keahlian masing-masing di bidangnya, sehingga pameran GIICOMVEC dibuat khusus. “GIICOMVEC ini beda, karena B to B, hanya peminat yang mau beli bus dan truk. Harus kami bedakan formatnya. Kami undang khusus peminat di bidangnya masing-masing, yang memang ahlinya sesuai kebutuhan mereka,” katanya.

Selain memerkan produk kendaraan komersial, ada beberapa kegiatan yang akan mewarnai pameran. Ada program seminar dan talkshow, network gathering serta demo untuk bus dan truk dari APM untuk pembeli. Demo ini menjadi sarana APM menunjukkan keunggulan produknya secara langsung kepada pembeli.

Menurut CEO PT. Tujuh Amara Perjuangan (Seven Event) selaku Event Organizer, Andi Wismarsyah, pihaknya tak mematok target tertentu seperti yang sudah berlangsung untuk Pameran GIIAS. Sebagai pameran perdana, mereka menyiapkan pameran sebaik mungkin. “Kami berharap tolok ukurnya bisa terlihat setelah pameran nanti. Kami berharap di akhir tahun 2018 kenaikan penjualan kendaraan komersial bisa lebih dari 45 persen,” ujarnya.

Yohannes Nangoi yakin, ketika kendaraan komersial tumbuh secara signifikan, bukan hanya menjadi indikasi ekonomi bergerak. Ada dampak positif lainnya, yakni pertumbuhan penjualan di industri otomotif yang ditandai dengan membaiknya daya beli. Meski tahun 2018-2019 disebut sebagai tahun politik, Nangoi masih optimistis pertumbuhan sektor otomotif bisa dicapai. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013