Rabu, 19 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
ATUR STRATEGI, HINO INDONESIA EVALUASI BEBERAPA PRODUK
 
15 Februari 2018
 

(Jakarta – haltebus.com) PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) tengah mengevaluasi beberapa model bus yang mereka pasarkan terkait pengembangan produk. Menurut Sales & Promotion Director PT. HMSI, Santiko Wardoyo, pengembangan ini dilakukan untuk mendekatkan produk dengan keinginan pasar. “Hino FC 190 sedang kami evaluasi, untuk Hino RM masih terus dievaluasi masih ada lagi beberapa yang lain,” kata Santiko di sela-sela peresmian dealer PT. Armindo Perkasa, Rabu (7/2/18).

Menurut Santiko, evaluasi produk adalah hal yang biasa. Dia mengungkapkan meski Hino Indonesia masih menjadi pemimpin pasar, inovasi terus mereka lakukan di tengah kompetisi antar pabrikan. Akhir tahun lalu, misalnya, Hino Indonesia memperkenalkan produk baru Hino RN 285 AT, pengembangan produk Hino RN 285 yang dilengkapi dengan transmisi otomatis.

Hino Indonesia yang memiliki produk terlaris Hino RK8J R 260, sejak tahun lalu memulai beberapa langkah perubahan. Mereka mulai masuk ke pasar bus premium dengan spesifikasi dasar melalui Hino RM 380 yang diperkenalkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show 2017. Di tahun yang sama, produk Hino bertransmisi otomatis mulai dimatangkan, dan memperkenalkan prototipe Hino RN 285 AT.



Kini, Santiko mengungkapkan masih mengevaluasi produk Hino FC 190. Sebenarnya Hino Indonesia mengawali membuka jalan pasar di kelas yang baru, medium large bus, bersama Hino FC 190. Namun, populasinya ternyata belum sesuai dengan yang diharapkan. Kini, ketika kompetitor mulai memasuki kategori bus yang sama, Hino mulai berbenah. “Hino FC 190 sebenarnya kami luncurkan untuk kebutuhan bus jarak dekat dengan radius perjalanan 100 km, sekarang masih kami evaluasi. Tunggu saja hasilnya seperti apa deh,” kata Santiko tanpa menjelaskan ketika dikejar pertanyaan terkait detil evaluasinya.

Santiko menjelaskan, pihaknya ingin berhati-hati dalam melempar produk ke pasar. Dia mencontohkan, untuk Hino RN 285 yang dilengkapi transmisi otomatis Allison, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Mulai dari usulan, persetujuan Hino di Jepang hingga aplikasinya di jalur produksi. “Kami tidak sembarang, kami mengikuti regulasi yang ada di Indonesia. Perubahan spesifikasi sama dengan membuat model baru, seperti Hino RN 285 versi otomatis misalnya,” kata dia.



Sejak beberapa tahun terakhir, divisi pengembangan produk PT. HMSI memang disibukkan dengan beberapa pekerjaan yang terkait pengembangan produk, termasuk chassis bus. Seorang sumber haltebus.com di Hino Indonesia menyebutkan Hino RM 380 masih dipantau secara periodik untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. Tim Hino Indonesia terus mengumpulkan informasi selama bus dioperasikan secara reguler oleh PO.Harapan Jaya.

Head of Product Planning Development, Prasetyo Adi Yudho akhir tahun lalu mengungkapkan, Hino menerapkan aturan yang selektif untuk sebuah produk. “Semua yang kami lakukan dilaporkan ke Hino Jepang, setelah disetujui barulah disiapkan semuanya hingga diproduksi di PT. Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) bisa dilakukan. Contohnya Hino RN 285 AT, meski diperkenalkan sekarang (Desember 2017) baru bisa produksi Juni 2018,” katanya saat itu.

Sementara itu terkait adanya produk chassis bus dari pabrikan lain yang menggunakan mesin Hino di Indonesia, Santiko mempersilahkan saja. Sepanjang pabrikan yang bersangkutan bertanggung jawab terhadap perawatan. Dia mengungkapkan, pernah ada masa dimana Indonesia membuka kran impor truk dari luar negeri. Namun, ketika masalah perawatan muncul, lanjut dia, Hino Indonesia tidak bisa ikut bertanggung jawab walaupun jelas-jelas itu truk Hino.

Produk bus yang dijamin oleh Hino Indonesia, kata Santiko, adalah chassis yang diproduksi oleh PT. HMMI dan dipasarkan oleh PT. HMSI. Karena itu pula, lanjut dia, Hino Indonesia menerapkan standar 3S (Sales, Service, & Sparepart) untuk semua dealer Hino. “Silahkan untuk kerusakan datang ke pengimpor atau APM (Agen Pemegang Merek)-nya, tetapi kalo mau beli sparepart nya silahkan datang ke dealer saja kami gak melarang,” kata Santiko menjelaskan.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013