Senin, 21 Mei 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
INTIP BUS LISTRIK MOBIL ANAK BANGSA YUK
 
27 Februari 2018


(Jakarta – haltebus.com) Pameran kendaraan komersial sepanjang Maret 2018 ini menampilkan kejutan menarik dengan kehadiran bus listrik. bus terbaru hasil karya anak-anak Indonesia ini dirakit di Indonesia dan diproduksi secara massal untuk kebutuhan transportasi perkotaan yang modern.

“Alhamdulillah telah lahir bus hasil karya anak bangsa. Sejak dulu saya memiliki perhatian bagaimana Indonesia bisa mandiri, punya teknologi yang dikembangkan sendiri. Kami mencoba dengan waktu yang relatif cepat sampai akhirnya jadilah prototipe pertama Maximal Electric Vehicle (Maxvel),” ujar mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko yang kiini menjabat Kepala Staf Kepresidenan, di Jakarta, Oktober 2017 silam.

Moeldoko secara diam-diam membentuk tim untuk mewujudkan obsesinya membuat bus listrik yang banyak dilihatnya di berbagai negara. Oktober lalu, dia mulai memperkenalkan bus hasil rakitan timnya yang digawangi Direktur Teknik Bambang Tri Soepandji dengan bendera PT. Mobil Anak Bangsa (MAB). haltebus.com mendapat kesempatan eksklusif mengikuti ujicoba perdana bersama beberapa perwakilan instansi pemerintah saat itu. “Jangan diekspose dulu, sampai kami melaporkan ke bapak Presiden,” ujar Moeldoko kepada haltebus.com sambil berbisik.



Kini, menjelang Maret, saat pameran kendaraan niaaga Gaikindo Indonesia International Commercial Expo dan Bus & Truck Indonesia digelar, informasi pun bertebaran. Secara terbuka Moeldoko mengunggah bus listriknya di akun media sosial. Kontan banyak pihak penasaran dengan informasi seputar bus yang sampai saat ini spesifikasinya hanya diperoleh kalangan terbatas.

Dari ujicoba prototipe pertama, secara fisik bus tidak terlihat berbeda dengan bus-bus pada umumnya. Eksteriornya dirancang mirip bus-bus yang digunakan PT. Transjakarta. Begitu juga interiornya, tak ada bedanya dengan bus yang sering kita lihat di perkotaan. Menurut Bambang Tri, bus yang mereka buat memang dirancang untuk angkutan perkotaan.

Perbedaan mendasar hanya bisa dirasakan saat bus berjalan. Ketika pengemudi meninjakkan pedal gas, mulai bus bergerak perlahan hingga kecepatan 70 Km/jam tidak terdengar suara mesin seperti layaknya bus bermesin diesel. Hanya ada suara mesin pendingin udara yang terdengar.

Menurut Bambang, yang akrap disapa Ongky ini, pada prototipe pertama mereka membuat skema rangkaian listrik dan penggerak bus. Motor listrik Permanent Magnetic Synchronous Motor (PMSM) mereka pilih untuk pendorong bus dengan rancangan panjang 12 meter. Torsinya cukup besar, 2.400 Nm dengan tenaga yang dihasilkan 200 Kw (268 HP). Motor bisa bekerja di 1.200 – 3.000 Rpm untuk mencapai tenaga maksimal.

Untuk menopang kerja motor listrik, Ongky menempatkan batere Lithium Ferro Phosphate (LiFePo). Batere ini bisa menyimpan tenaga listrik hingga 259,2 Kwh dengan daya 576V 450 Ah. “Sementara ini kami masih menggunakan 12 unit batere LiFePo dengan total beratnya 2,29 ton,” kata dia menjelaskan.

Baik Moeldoko maupun Ongky mengaku puas dengan hasil ujicoba pertama mereka. Serangkaian tes jalan dilakukan sebelum diperkenalkan Oktober 2017. Mereka membawa bus ke jalan normal, jalan menanjak dan menurun, jalan tol hingga ke Cipali serta jalan perkotaan. Dari hasil tes di jalan tol, energy listrik yang dibutuhkan hanya 0,66 Kwh/Km. Jika dihitung berdasarkan tariff dasar listrik Rp. 1.467 maka dengan kecepatan normal yang bisa mencapai kecepatan 70 Km/jam maka biaya yang dikeluarkan hanya Rp. 997,5/Km. Sedangkan untuk jalan perkotaan dengan kondisi Stop and Go (berhenti-jalan) biaya yang dikeluarkan Rp. 1.481/Km.

Kepada haltebus.com akhir Januari lalu, Ongky mengungkapkan, pihaknya tengah mempersiapkan prototipe kedua. Bus listrik prototipe kedua ini yang akan dipamerkan di pameran selama bulan Maret mendatang. “Kami mempersiapkan semuanya, mulai dari chassis, rangkaian listrik hingga motor listriknya. Tentunya ini hasil penyempurnaan dan lebih baik dari prototipe pertama,” kata dia.

Salah seorang petinggi karoseri yang dipercaya PT. MAB mengungkapkan informasi menarik. Hingga awal Februari lalu mereka masih menunggu chassis yang disiapkan oleh PT. MAB. Menurut dia, bus yang disiapkan ber-platform low entry. Masih menurut sumber itu, mereka siap untuk menyelesaikan bus dalam tempo dua-tiga minggu. Melalui akun media sosialnya, Moeldoko mengonfirmasi informasi ini. Tujuh hari lalu Moeldoko mengunggah foto sebuah bus low entry berlogo Maxvel.

“Alhamdulillah bisa mejeng di Gaikindo Indonesia International Auto Show, tahun ini juga bakal digelar Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo....Tinggal 40% konten lokal lagi bisa menjadi real Mobil Anak Bangsa....Ini impian saya, disamping membuat lapangan pekerjaan, juga memajukan dunia otomotif Indonesia....” demikian kalimat yang ditulis di akun media sosial Moeldoko.

Kehadiran bus listrik dari PT. MAB menjawab keraguan masyarakat tentang kemampuan anak bangsa menghasilkan kendaraan dengan kemampuan yang bisa bersaing dengan produk negara lain. Saat Moeldoko mengunggah bus listriknya, sejumlah media begitu antusias mencari informasi terkait kehadiran bus listrik ini. “Bagaimanapun bus listrik ini kami buat, yang jelas kita harus menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu membuat bus listrik sendiri,” kata Ongky mantap. (naskah : mai/foto : mai/dok. Moeldoko)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013