Kamis, 19 Juli 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
ANTUSIASME JURNALIS MENGIKUTI WISATA KAROSERI BERSAMA TRANJAKARTA
 
06 Maret 2018


(Jakarta – haltebus.com) Wajah-wajah cerah awak media begitu antusias setibanya di Karoseri Nusantara Gemilang, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/2/18). Tidak ada gurat kelelahan di wajah mereka, padahal sejak pukul 5.30 pagi telah berkumpul di Bandara Soekarno Hatta untuk melakukan penerbangan menuju Bandara Achmad Yani, Semarang. Mereka pun kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju karoseri yang terletak di batas kota Kudus itu.

Kunjungan karoseri ini merupakan bagian dari program kunjungan yang diadakan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Safari karoseri ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 13-14 Februari, untuk melihat secara langsung proses perakitan body bus di dua karoseri berbeda, Karoseri Nusantara Gemilang dan Karoseri Laksana yang berada di Ungaran, Jawa tengah.

“Pembelian bus ada tiga tahap, chassis, bodi dan Ac. Hari ini kalian bisa melihat bagaimana merangkai ketiga bagian itu menjadi satu kesatuan yang utuh,” ujar Direktur Utama Transjakarta, Budi Kaliwono yang ikut mendampingi kunjungan ke Kudus.

Budi mengajak sejumlah jurnalis untuk ikut melihat langsung pembuatan bus-bus Transjakarta. Dia juga ingin menepis kabar miring terkait penunjukkan karoseri bagian dari permainan yang dilakukan Transjakarta. Proses penunjukkan karoseri untuk merakit badan bus tidak bisa dilakukan sembarangan. “Pada saat kami tunjuk karoseri, kami selalu minta rekomendasi dari perusahaan chassis-nya. Karoseri tersebut harus memiliki sertifikasi dari pabrikan chassis itu. Jadi, tidak bisa sembarangan,” ujarnya.

Rombongan media kemudian diajak melihat secara langsung proses perakitan bodi bus, mulai dari chassis Mercedes Benz O500U 1726 utuh, proses perakitan bodi kiri, kanan, dan atap, hingga pemasangan bodi secara keseluruhan. Budi mengatakan, Transjakarta telah meminta kepada karoseri untuk menyelesaikannya paling lambat bulan Juli. Target itu diberikan agar saat Asian Games berlangsung, baik atlet dan tamu-tamu dari mancanegara, serta masyarakat bisa menggunakan bus baru sebelum diberlakukan untuk angkutan normal/reguler.

Direktur Teknik dan Fasilitas Transjakarta, Wijanarko menambahkan, dari 300 unit bus berlantai rendah (low entry) yang akan dioperasikan Transjakarta, 119 unit telah siap di Jakarta. 101 unit sisanya sedang dikerjakan Nusantara Gemilang. “Di sini adalah seri terakhir low entry yang dibuat. (Untuk) 101 bus ini menggunakan alumunium untuk body-nya.”

Awak media ikut tentu saja langsung memanfaatkan momen langka untuk mereka. Selain memotret berbagai hal menarik yang mereka temui, tak kurang juga ada sebagian yang merekam dan melakukan swa-foto. Sebagian besar jurnalis yang ikut, aktif meliput isu-isu terkait kota Jakarta. Tidak sedikit dari mereka beraktifitas di Balaikota, pusat kebijakan dan isu-isu DKI Jakarta. “Ini pengalaman pertama saya masuk karoseri,” kata jurnalis Koran KOMPAS, Helena yang terlihat antusias dalam kunjungan itu.

Di Karoseri Nusantara mereka berkesempatan mencoba bus low entry Transjakarta yang baru selesai diproduksi keliling di komplek karoseri itu. Selain memiliki dek yang rendah, pintu masuk yang didesain dengan dua lajur terasa sangat nyaman sehingga memudahkan penumpang untuk keluar masuk bus. Bus seharga Rp2,1 miliar ini dilengkapi dua mesin tapping, kamera CCTV, dan dua layar TV. Kapasitas angkut untuk bus 12 meter ini adalah 73 orang penumpang.

Salah satu keunggulan yang dimiliki bus berlantai rendah Transjakarta ini adalah fitur pencegah kebakaran. Fitur tersebut berada di sebelah kanan stir pengemudi. Budi Kaliwono menerangkan, jika terjadi kebakaran, pengemudi cukup menekan tombol berwarna merah yang berada di sisi kanan. Tombol tersebut berfungsi memutus aliran listrik di dalam bus. Titik api tidak akan menyebar ke titik lainnya karena aliran listrik sudah dimatikan.

Keesokan harinya, kunjungan makin seru. Karoseri Laksana yang terlihat biasa dari halaman depan, mengundang decak kagum sejumlah peserta wisata karoseri itu. Apalagi saat mereka melihat jalur produksi mulai merangkai chassis hingga jalur penyelesaian akhir. Di Karoseri Laksana ini lebih dari 400 unit bus Transjakarta dan lebih dari 300 bus Bus Rapid Transit yang dipesan Kementerian Perhubungan dibuat.

Rombongan diterima pimpinan CV Laksana, Iwan Arman dan Direktur Teknik Stefan Arman. Mereka menjelaskan proses pembuatan bus mulai menyambung chassis, merangkai rangka bodi hingga proses penyelesaian akhir. Tak ketinggalan, mesin-mesin termutakhir yang mereka miliki juga diperlihatkan kepada para jurnalis. “Kami sudah mengirimkan beberapa unit bus ke Fiji,” kata Stefan.

Budi Kaliwono menjelaskan, proses pembelian bus dan peremajaan terus mereka lakukan. Dia berharap, dengan bertambahnya armada baru, PT. Transjakarta bisa memenuhi peningkatan penumpang setiap tahunnya. Jumlah penumpang pada tahun 2015 mencapai 102 juta orang. Dalam dua tahun terjadi kenaikan hampir 50 persen, yakni mencapai 144 juta orang pada tahun 2017. Adanya 300 armada low entry baru ini nantinya akan beroperasi di luar Bus Rapid Transit (BRT) atau jalur khusus bus Transjakarta. Bus-bus ini diharapkan bisa mempermudah akses penumpang ke bus-bus Transjakarta



Sementara itu, Widjanarko juga menambahkan, bus non BRT ini akan menjadi pengganti bus kota. Bus-bus low entry akan menjadi pengumpan dan penghubung penumpang di stasiun Mass Rapid Transit (MRT), Stasiun kereta yang dikelola PT. Kereta Commuter Indonesia dan halte bus Transjakarta. “Yang sudah kita lakukan adalah yang di Tebet. Terus terang kami head to head dengan angkot dan Go-Jek, tapi penggemar kami tetap banyak,” ujarnya mantap. (naskah : baw/foto : lwk/dok.haltebus.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013