Jumat, 20 April 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PT. TRANSJAKARTA : BANTU KAMI AJAK MASYARAKAT NAIK BUS
 
06 April 2018


(Jakarta – haltebus.com) PT. Transjakarta terus berupaya mengejar target untuk bisa mengangkut 1 juta penumpang per hari. Awal Maret lalu, perusahaan milik Pemprov DKI Jakarta ini baru mencapai target 520 ribu penumpang perhari. Karena itu, mereka terus bergiat melakukan sosialisasi layanan dengan beragam cara. “Kami tidak bisa sendirian, kami juga butuh dukungan dari masyarakat untuk ikut menyosialisasikan layanan PT. Transjakarta,” ujar Direktur Utama PT. Transjakarta, Budi Kaliwono di sela-sela peringatan HUT PT. Transjakarta ke-4 di halte Kampung Melayu, Selasa (27/3/18).

Budi mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pembenahan. Tahun ini, kata dia, diperkirakan armada bus transjakarta yang melayani pelanggan sudah bisa mencapai 2 ribu unit. Perayaan ulang tahun ke-4 di halte Kampung Melayu, lanjut dia, dalam upaya mendekatkan jajaran PT. Transjakarta dengan pelanggannya. Selama Budi di halte Transjakarta, tidak sedikit petugas lapangan yang mengajak berfoto bersama. Dia juga menyapa beberapa pelanggan yang hendak naik ke atas bus.

Dalam perayaan itu, potongan kue ulang tahun ke-4 diserahkan Budi kepada pelanggan berbaju merah yang baru saja turun dari bus Koridor 11 ( Pulogebang – Kampung Melayu). Rosdiana yang menerima kue pun secara spontan mengungkapkan apa yang dirasakannya selama menggunakan bus Transjakarta. “Terima kasih Transjakarta, busnya sudah bagus. Hanya saya berharap untuk penumpang yang sedang hamil seperti saya bisa lebih diperhatikan,” katanya.



Selain lebih banyak mendengarkan suara pelanggan, PT. Transjakarta juga menunjukkan kepedulian terhadap pelanggan disabilitas. Sejumlah anak disabilitas juga diundang untuk menghias halte Transjakarta Kampung Melayu. Menurut Budi, akses disabilitas menjadi perhatian mereka. Setidaknya ada dua produk layanan PT. Transjakarta untuk penyandang disabilitas, ada bus low entry dan Transjakarta Care yang disediakan untuk pelanggan yang memiliki keterbatasan akses.

Selain itu, Budi mengungkapkan, PT. Transjakarta juga membidik pelanggan muda dengan karakter yang lebih dikenal generasi milenial. Karena itu mereka bekerja sama dengan Motion Radio mengadakan perayaan yang sifatnya santai, bebas dan dekat dengan pelanggan muda. Dalam kesempatan itu, musisi muda diundang untuk ikut memeriahkan suasana.

Menurut Budi, upaya sosialisasi semua layanan PT. Transjakarta tidak hanya diarahkan ke masyarakat. Manajemen PT. Transjakarta juga kerap mengingatkan seluruh jajaran untuk menjalankan prinsip-prinsip pelayanan untuk masyarakat. “Kami sengaja menggelar perayaan di halte ini untuk menunjukkan kepada tim kami di lapangan bahwa kita harus melayani pelanggan dengan baik. Pelayanan pelanggan harus diprioritaskan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Budi menambahkan, dari sisi pelayanan, bus-bus terbaru juga dihadirkan. Dalam catatan haltebus.com, hingga kini jumlah operator bus juga bertambah. Selain PT. Transajakarta yang memiliki bus operasional, ada PT. Mayasari Bakti, Perum DAMRI, Perum PPD, PT. Pahala Kencana dan yang terbaru PT. Steady Safe.




Armada-armada bus berkelas dunia, lanjut dia, sudah hadir di Jakarta. Ada Hino, Mercedes-Benz, Scania, MAN dan Volvo. Untuk yang satu ini, Budi mengungkapkan, PT. Transjakarta tak mau tanggung-tanggung dalam pengadaan armada bus. “Mahal sedikit gak masalah, yang penting bisa terjamin, bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Soal harga sih sebetulnya gak terlalu jauh juga, antara 2 sampai 3 miliar, tetapi kita sudah dapat bus yang berkualitas,” kata dia.


PT. Transajakarta berharap angka 1 juta penumpang yang bisa diangkut per harinya bisa dicapai tahun ini juga. Meski banyak hal yang masih perlu dibenahi, namun Budi optimistis bisa tercapai. Sebab, belum genap tiga bulan berjalan di tahun 2018 mereka berhasil mencatatkan 520 ribu penumpang per hari. Dalam kesempatan itu Budi mengungkapkan, pihaknya sudah mengujicoba sistem telematik. Dengan sistem ini, kata dia, operasional bus bisa optimal.

“Kami sudah pakai sistem telematik, Cuma memang kendala terbesar kami adalah, jumlah penumpang yang naik dan turun bus belum optimal bisa dihitung, sehingga kapan beban puncak dan bagaimana mengoptimalkan pemerataan operasional belum tertata,” ujarnya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013