Rabu, 19 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BARU, TAWARAN MENGGIURKAN KOMPONEN BUS ASAL TURKI
 
22 April 2018


(Jakarta – haltebus.com) Sejak awal Maret lalu, pemasok suku cadang asal Turki, Esmak Makine menyatakan diri siap memasok komponen dan suku cadang bus. Mereka serius menggarap pasar Indonesia yang dinilai memiliki potensi yang besar. “Kami hadir di Indonesia dengan konsep one stop shopping, apapun komponen maupun suku cadang yang diperlukan bus kami ada,” kata Sales Manager Esmak Makine Ceyhun Demirdoven kepada haltebus.com, Senin (26/4/18).

Menurut Ceyhun, Esmak melihat peluang dari dua sisi. Pertama, peran suku cadang untuk mendukung kesiapan operasional bus dalam melayani pelanggannya sangat berpengaruh. Meski kadang terlihat sepele atau bahkan tak kasat mata, keterlambatan pergantian suku cadang bisa mengurangi kesiapan operasional bus. Kedua, banyaknya populasi bus di Indonesia yang membutuhkan suku cadang maupun komponen baik dari sisi chassis hingga bodi menjadi peluang pasar yang bisa disasar.

Ceyhun mengungkapkan, dia telah mempelajari pasar transportasi bus di Indonesia. Populasi bus yang berkembang belakangan ini, menarik minat Esmak untuk memperlebar jangkauan pasarnya. Menurut Ceyhun, beberapa tahun terakhir, perusahaannya memasok komponen dan suku cadang untuk pabrikan Isuzu di wilayah Asia Tengah dengan pasar utama Kazakhstan. “Kami adalah perusahaan perdagangan, kami menghimpun banyak industri otomotif, utamanya yang terkait kendaraan komersial, di Turki dan kami memasarkannya ke luar negeri. Kami memiliki tenaga ahli untuk memastikan produk yang dikirim memiliki kualitas yang baik,” kata Ceyhun.



Produk yang ditawarkan Esmak sangat beragam, mulai dari lampu bus lengkap, engsel, pintu, bahkan suku cadang mesin dan chassis. Menurut Ceyhun, Esmak baru mendapat kepercayaan dari produsen suku cadang, Sampa, yang bisa diaplikasikan ke berbagai produk pabrikan asal Eropa untuk memasarkan produknya di Indonesia. Produk Sampa sudah banyak digunakan di beberapa negara Asia Tengara. “Kami menawarkan produk dengan kualitas Eropa tetapi harga Asia, sangat kompetitif dibandingkan produk asal China yang banyak beredar di Indonesia,” ujar Ceyhun.

Keseriusan Esmak untuk membangun bisnisnya di Indonesia tidak sekedar menawarkan komponen dan suku cadang. Mereka juga memiliki layanan jasa rekayasa engineering untuk karoseri. Menurut Ceyhun, ada sejumlah tenaga ahli di Esmak yang siap membantu karoseri dalam menyiapkan proses produksi mulai layout gedung sampai produksi bisa berjalan. Bahkan, selama bulan Maret, mereka mengikuti dua pameran yakni Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle dan Indonesia Bus & Truck Exhibition.




Dalam kesempatan itu, Ceyhun mengungkapkan, sejumlah karoseri di Indonesia telah menyatakan tertarik untuk bekerja sama. Bahkan ada beberapa yang sudah menandatangani kontrak kerja sama. Trijaya Union termasuk salah satu karoseri yang tertarik menjalin kerja sama. “Kami tertarik dengan apa yang ditawarkan Esmak, kami saat ini sedang menyiapkan Trijaya Union yang baru,” kata Direktur PT. Trijaya Union, Masteja Ibnu.


Salah seorang pimpinan karoseri di Jawa Timur yang tak mau namanya disebut, mengakui tengah menjalin kerja sama dengan Esmak. Dia mengatakan, saat ini keduanya masih menunggu kesiapan tim ahli Esmak dalam merancang skema untuk produksi karoseri bus yang cocok sambil menyiapkan lahan. Sementara itu, selama pameran Indonesia Bus & Truck di JIEXPO Kemayoran, stand Esmak dikunjungi sejumlah pimpinan karoseri di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ceyhun mengungkapkan, salah satu produk yang dipasarkan Esmak, yakni pintu, sudah terpasang di bus listrik yang dibuat PT. Mobil Anak bangsa. “Kami ingin membantu industri bus di Indonesia, apa saja yang dibutuhkan, kami siap. Kami juga menyiapkan transfer teknologi,” kata Ceyhun. (naskah : mai/foto : dok. esmak/sampa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013