Rabu, 19 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
HINO SIAPKAN PERAWATAN BUS DI TERMINAL TIRTONADI
 
22 April 2018


(Jakarta – haltebus.com) PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) melakukan terobosan baru. Mereka bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta mengelola bengkel perawatan bus yang disediakan Terminal Tirtonadi untuk armada bus reguler. Bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo meresmikan Hino Service Point di terminal Tirtonadi Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (21/4/18).

Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI, Santiko Wardoyo mengatakan Service Point ini bentuk pelayanan dan tanggung jawab Hino Indonesia kepada Perusahaan Otobus yang menjadi pelanggan setia mereka. “Melalui Hino Service Point, kami jemput bola di terminal-terminal untuk membantu perawatan dan perbaikan ringan agar bus terus aman dikendarai dan keselamatan penumpang dapat terus terjaga,” ujarnya.

Kerja sama ini adalah yang pertama kali dilakukan antara pengelola terminal dengan pabrikan bus. Sejak Terminal Tipe A Tirtonadi ditata-ulang dan diresmikan dua tahun lalu, ada fasilitas bengkel perawatan dan pencucian bus. Ada pula ruang istirahat pengemudi, ruang tunggu penumpang yang nyaman dan fasilitas-fasilitas lain yang menunjang operasional bus dan kenyamanan penumpangnya. Kementerian Perhubungan menginisiasi kerja sama ini untuk menjamin keselamatan penumpang bus.



Seperti dikutip dari suaramerdeka.com, Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengungkapkan, pihaknya menyambut baik kerja sama ini. Menurut dia, kerja sama serupa bisa dikembangkan bersama pabrikan lain. “Hino diharapkan jadi mitra kami kaitannya dalam menyiapkan armada khususnya (merek) Hino. Beberapa terminal lain juga diharapkan kerja sama dengan APM (Agen Pemegang Merek) lain. Apalagi mendekati Lebaran seperti ini, langkah tersebut akan sangat membantu,” kata Budi.

Hino Service Point di Terminal Tirtonadi akan dikelola oleh PT. Duta Cemerlang Motors, salah satu dealer Hino di Jawa Tengah. Menurut Santiko, keberadaan bengkel perawatan yang mereka dukung bisa membantu memaksimalkan operasional bus yang beroperasi di Terminal Tirtonadi. Hino Service Point, lanjut dia, memberikan pelayanan antara lain perawatan berkala dan perbaikan ringan seperti sistem rem dan sistem kopling bagi bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP).

Service Point ini dilengkapi dengan empat ruang servis kendaraan yang mampu menampung empat bus sekaligus. Hino menyiapkan empat mekanik terlatih. Ada juga gudang yang menyediakan 672 suku cadang dan service car yang dilengkapi dengan peralatan yang siap membantu perbaikan kendaraan Hino dimana pun. “Dengan sinergi antara Hino dan Kemehub maka, kami harapkan masyarakat dapat menggunakan bus sebagai transportasi yang aman dan nyaman sehingga para penumpang dapat sampai di kota tujuan dengan selamat,” kata Santiko.



Keberadaan service point ini juga menjadi nilai tambah untuk operasional bus, baik untuk pemilik bus maupun pengelola terminal. Adanya bengkel yang dikelola pabrikan, akan mempermudah perawatan berkala kendaraan untuk mencegah kerusakan kendaraan saat di jalan dan meminimalkan kecelakaan. Hino mengklaim, adanya fasilitas perawatan itu juga memudahkan pengusaha bus untuk melakukan pengecekan kesiapan armada mereka di terminal, disamping pemeriksaan rutin maupun perawatan berkala.

Kementerian Perhubungan sejak tahun lalu meningkatkan pengecekan kelaikan kendaraan, yang sering mereka sebut sebagai ramp-check. Ada tiga unsur penting yang selalu dicek, yaitu kesiapan administrasi, kesiapan teknis dan kesiapan peralatan penunjang. Unsur administrasi meliputi SIM umum, STNK, surat tanda uji kelayakan (STUK), dan kartu pengawasan.

Sementara untuk unsur teknis mencakup sistem penerangan, sistem pengereman, serta kelaikan ban depan dan ban belakang kendaraan. Untuk peralatan penunjang, yang akan diperiksa adalah pengukur kecepatan (speedometer), sabuk keselamatan pengemudi, kaca depan dan penghapus kaca depan (wiper), juga kaca spion dan klakson. Apabila ditemukan pelanggaran administrasi dan teknis, sanksi berupa tindakan tilang dan dilarang beroperasi sudah menanti para pelanggar. Sedangkan jika ditemukan pelanggaran pada unsur penunjang, akan diberikan catatan untuk segera melengkapi dan memenuhi persyaratan setelah itu bus tersebut baru dapat beroperasi kembali. (naskah : mai/foto : dok.PT. HMSI)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013