Rabu, 19 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
INTIP WORKSHOP BUS TERBARU DI SUMATERA YUK
 
30 April 2018


(Jakarta – haltebus.com) Perawatan menjadi hal yang kerap menyedot perhatian pengusaha bus. Hampir separuh uang yang beredar dalam sebuah perusahaan bus berputar di perawatan armada bus, mulai dari kesiapan armada, ketersediaan suku cadang hingga peralatan yang baik untuk mendukung operasional bus. Tak heran jika pendiri PO. Siliwangi Antar Nusa (SAN), Hasanuddin Adnan menaruh perhatian yang besar untuk masalah perawatan ini. “Kami ingin bus-bus kami siap operasi, karena itu kami harus membuat workshop yang memadai. Saya desain workshop kami ini dari mulai nol hingga seperti ini,” kata Hasanuddin, di Bengkulu, Februari lalu.

Hasanuddin membangun workshop atau bengkelnya secara bertahap selama empat tahun terakhir. Awalnya dia membangun garasi baru di Rawa Makmur, Kota Bengkulu. Seperti pada umumnya garasi bus, garasi kedua PO. SAN di Bengkulu itu dilengkapi hanggar perawatan dan mulai beroperasi di tahun 2014. Merasa belum puas dengan fasilitas yang ada, dia kemudian melengkapi perawatan bus dengan yang fasilitas yang lebih baru.

Mulai 2014 itulah dia membangun fasilitas yang terbilang kompak untuk ukuran lahan yang tak seberapa besar untuk sebuah perusahaan bus yang memiliki 200-an unit armada. Hasanuddin membangun satu bangunan baru yang terdiri dari dua lantai. Untuk ukuran workshop perusahaan bus, apa yang dibangun Hasanuddin, fasilitasnya tak kalah dengan workshop yang dimiliki pabrikan ataupun dealer.



Di lantai satu, ada empat ruang untuk parkir bus untuk keperluan empat jenis perbaikan yang berbeda. ada ruang parkir ganti oli, ruang parkir overhaul, ruang parkir perawatan ringan dan ruang pengecekan. Di pinggir ruangan ada dua bagian ruangan pendukung.

Bagian ruang pertama menjadi ruang Kepala Workshop dan bagian kedua terdiri dari beberapa ruang yang diperuntukkan sebagai ruang oli, ruang overhaul mesin, ruang perbaikan ban dan ruang peralatan. “Saya menggunakan sistem pergantian oli yang lebih mudah, oli tidak tercecer dan lebih simple. Cukup dengan bantuan tekanan angin, oli dari drum disalurkan lewat selang langsung ke ruang mesin,” ujarnya.




Hasanuddin juga melengkapi workshop-nya dengan lift. Bukan untuk sekedar bergaya, tetapi karena di lantai dua ada gudang penyimpanan seluruh suku cadang yang mereka perlukan. Lift-nya terbuka, sehingga memudahkan pergerakan komponen suku cadang yang besar atau pun berat, semisal ban, velg, ada juga axle. Direktur Keselamatan Transportasi Darat, Ditjen Perhubungan Darat, Ahmad Yani yang berkunjung melihat dari dekat workshop itu terkagum-kagum. “Seumur-umur saya baru melihat workshop perusahaan bus modern seperti ini. Mungkin yang terlengkap di Sumatera,” kata Yani.


Ada satu ruang pertemuan juga di lantai dua. Ruangan ini digunakan sebagai ruang kelas untuk pelatihan baik pengemudi, mekanik maupun tim manajemen PO. SAN. Meski merasa belum memiliki armada bus dalam jumlah besar, Hasanuddin merasa perlu menyiapkan tempat untuk melatih kemampuan jajarannya.




Beberapa perwakilan dari pabrikan seperti Mercedes-Benz dan Scania juga berkesempatan melihat dari dekat workshop itu. Bahkan Hasanuddin sudah menyiapkan ruang khusus untuk suku cadang Scania. PO. SAN di bawah bendera PT. SAN Putra Sejahtera memang memiliki kerja sama khusus sebagai service point Scania. “Tinggal nunggu dari Mercedes-Benz, kalo bisa menempatkan suku cadang di workshop kami, kami siap,” katanya sambil tersenyum menjawab pertanyaan haltebus.com.



 
PO. SAN tergolong perusahaan bus yang selalu mengikuti perkembangan teknologi bus baik di dalam maupun luar negeri. Menurut Hasanuddin, workshop yang dibangunnya adalah manifestasi sekian kali perjalanannya ke berbagai negara untuk sekedar belajar tentang pengelolaan transportasi bus. Bisnis transportasi bus sudah menjadi bagian dari hobinya, sejak pertama kali memutuskan terjun dan mendirikan PO. SAN lebih dari 25 tahun lalu. Dia bahkan kerap mengutak-atik chassis dan merancang chassis yang sesuai dengan kebutuhan operasional di daerah Sumatera yang dipagari Pegunungan Bukit Barisan, mulai Banda Aceh hingga Lampung. Wilayah Provinsi Bengkulu dan Sumatera Barat termasuk Provinsi yang wilayahnya didominasi dataran tinggi terpanjang di Indonesia itu.


Workshop ini, menurut Direktur Utama PO. SAN Kurnia Lesani Adnan, juga tidak terlepas dari persiapan mereka menghadapi target pembangunan infrastruktur jalan baik di Sumatera maupun Jawa yang mulai terlihat dua-tiga tahun terakhir. Adanya jalan Tol Trans Jawa maupun jalan Tol Trans Sumatera memberi mereka peluang di masa mendatang. “Kami mulai menggunakan chassis bus yang menurut kami cocok dengan medan yang kami lalui, selain didukung tenaga yang cukup untuk tipikal jalan pegunungan, juga nyaman dan memiliki fitur keselamatan penumpang yang lebih baik,” kata Sani merujuk bus-bus premium Scania dan Mercedes-Benz yang mereka operasikan. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013