Rabu, 21 November 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MERCEDES-BENZ O 500 RS-1836 SIAP MASUK KE PASAR INDONESIA
 
03 Mei 2018


(Jakarta – haltebus.com) Enam tahun merambah pasar Indonesia, Mercedes-Benz OC 500 RF-1836 yang dikenal dengan sebutan O 500 R-1836 kini berevolusi. Alih-alih mendekatkan diri dengan pasar Indonesia, Daimler Commercial Vehicle Indonesia menghadirkan versi terbaru chassis di kelas 18 Ton dan 360 HP. “Keselamatan dalam transportasi menjadi semakin penting, dan terintegrasi dalam seluruh kendaraan niaga kami, termasuk chassis bus Mercedes-Benz OF 1623, Mercedes-Benz O 500 RS-1836, dan truk New Actros,” kata CEO PT. Daimler Commercial Vehicle Indonesia, Markus Villinger, disela-sela ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo, awal Maret lalu.

Mercedes-Benz O 500 R-1836 adalah salah satu ujung tombak Mercedes-Benz Indonesia, di bawah bendera PT. DCVI, untuk pasar di Indonesia. Chassis ini ikut mengawali tren bus berkapasitas besar di 360 HP yang sebelumnya sudah dibuka oleh Mercedes-Benz OH-1830. Meskipun ditempel ketat oleh kompetitor di kelas yang sama, pandangan pasar transportasi bus di Indonesia terhadap merek Mercedes-Benz masih cukup kuat.

Dalam catatan haltebus.com, lebih dari 200 unit bus O 500 R-1836 terjual di Indonesia. Bus dengan registrasi model OC 500 RF-1836 di Pusat Perakitan Mercedes-Benz di Samano, Spanyol ini sempat mencuri perhatian para pemilik perusahaan bus. Tidak sedikit pemilik bus yang beroperasi di Sumatera, Jawa dan Sulawesi tertarik.



Di Sumatera, lintasan Medan – Banda Aceh jadi rute pertama yang diramaikan bus-bus Mercedes-Benz O 500 R-1836. Setelah Sumatera, perusahaan bus di rute Makassar – Toraja dan sekitarnya tak mau ketinggalan. Pulau Jawa yang menjadi salah satu wilayah terbanyak perusahaan busnya tergolong belakangan diwarnai bus yang masuk kategori premium itu. Ada beberapa perusahaan bus seperti PO. Putera Mulya Sejahtera, PO. Gunung Harta serta PO. Agramas yang mengoperasikan lebih dari enam unit bus Mercedes-Benz O 500 R-1836 itu untuk rute reguler.

Kini dengan formula dan register model yang baru, PT. DCVI menghadirkan O 500 RS-1836 untuk mengisi kelas 18 Ton dengan tenaga 360 HP. Mengapa register modelnya berbeda? O 500 RS-1836 ini diproduksi di Brazil bukan di Samano, Spanyol tempat produksi OC 500 RF-1836 alias O 500 R-1836. Kedua, model chassis-nya sama sekali baru walaupun ada banyak kemiripan.

Apa saja yang baru dari O 500 RS-1836? Yang jelas terlihat adalah model suspensi depan yang tidak independen, tidak sama seperti O 500 R-1836. Pada O 500 RS-1836, meski suspensi depan dilengkapi dengan besi penopang suspensi udara, namun jika ditilik lagi lebih jauh di bagian bawah, rangkaian suspensi per roda bersifat rigid alias terhubung dengan axle (sumbu roda). Berdasarkan informasi yang diperoleh haltebus.com dari beberapa sumber, suspensi independen pada O 500 R-1836 kurang cocok di Indonesia karena kontur jalan dan kebiasaan pengemudi. Hal yang paling dikeluhkan beberapa pemilik bus yang mengoperasikan chassis model ini adalah umur ban yang pendek. Sebagai salah satu fitur penunjang kenyamanan pada bus premium, suspensi independen sangat cocok untuk jalan yang relatif tidak berkelok, misalnya di jalan tol.

Selain itu, ada beberapa titik di bagian mesin yang juga berbeda. Deputy Director Bus Sales Operation, PT. DCVI, Adri Budiman kepada haltebus.com menyebutkan beberapa perbedaan. Menurut dia, pada versi O 500 RS-1836 ada peredam getaran mesin dan pendingin radiator menggunakan sistem tali kipas, bukan propeller seperti versi O 500 R-1836. “Kami hadirkan kembali versi terbaru Mercedes-Benz yang sudah berubah dari model O 500 R-1836. Kami melakukan perubahan sesuai dengan masukan-masukan pelanggan. Ada fitur Cruise Control dan transmisi GO-210 manual 6 percepatan juga,” ujar dia menjelaskan.


Di luar yang disebutkan Adri Budiman, pada O 500 RS-1836 ada banyak fitur keselamatan yang sudah tertanam sebelumnya di O 500 R-1836. Ada fitur standar keselamatan Mercedes-Benz seperti Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Braking Distribution (EDB) yang dilengkapi dengan Acceleration Skid Control (ASR) serta dikontrol oleh Electronic Braking System (EBS). Pengereman kempat titik roda mengandalkan Rem Cakram yang juga dibantu oleh Retarder dalam menghentikan laju kendaraan. Semua kinerja mesin dipantau lewat Electronic Control Unit (ECU). Mesin Mercedes-Benz OM 457 LA dengan standar emisi Euro III bertenaga 360 HP masih tetap jadi andalan.

Vellinger menegaskan, “Bagi bus Mercedes-Benz, keselamatan tidak diukur dalam satuan, tapi merupakan hasil dari sebuah konsep keselamatan integral keseluruhan. Seluruh bus kami dibuat dengan pengembangan di seluruh bidang yang bertujuan memenuhi harapan keselamatan tertinggi.”




Saat artikel ini ditulis, PT. DCVI tengah mempersiapkan berbagai hal teknis terkait masuknya Mercedes-Benz O 500 RS-1836 ke Indonesia. Proses perijinan dan uji kendaraan masih dilakukan. Yang menjadi pertanyaan, apakah bus pertama O 500 RS-1836 ini digunakan oleh perusahaan bus asal Sumatera? Mengingat pengalaman untuk chassis bus Mercedes-Benz O 500 R-1836 atau OC 500 RF-1836 dan OC 500 RF-2542 dibeli oleh perusahaan bus asal Sumatera. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013