Sabtu, 15 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
UKUR KEKUATAN RANGKA BUS, KAROSERI LAKSANA ADAKAN TES GULING
 
08 Mei 2018


(Semarang – haltebus.com) Pengembangan produk dari tahun ke tahun dilakukan oleh Karoseri Laksana. Setelah menyiapkan peralatan dan perlengkapan produksi lima tahun terakhir, kini mereka memasuki tahap pengejawantahan produk melalui tes guling. Jumat (4/5/18) menjadi hari bersejarah Karoseri Laksana, karena secara terbuka berani menampilakn uji kekuatan produknya dengan cara dijatuhkan dari ketinggian sekitar 1 meter dan kemiringan 36 derajat.

“Melihat dari kecelakaan yang melibatkan bus terguling, ada banyak faktor yang mengakibatkan mengapa jumlah korban yang banyak. Namun salah faktor utama adalah lemahnya struktur bus yang tidak bisa menjadi pelindung bagi penumpangnya,” kata Direktur Teknik Stefan Arman dalam penjelasannya.

Menurut Stefan, di beberapa negara-negara Eropa sudah ada standar untuk struktur rangka bus yang bisa melindungi penumpang dari kemungkinan kecelakaan. Di Negara-negara maju, kata dia, standar UN ECE-R66 sudah diterapkan. Di ASEAN hanya ada dua negara yang sudah menerapkan, namun ini masih dalam tahap ujicoba. Dalam standar yang dipersyaratkan berdasarkan ketentuan UN ECE-R66 ini ada ruang aman penumpang saat bus mengalami kecelakaan. Rangka bus yang dibangun sudah dihitung melalui aplikasi komputer yang disiapkan Altair, sebuah perusahaan konsultan yang bergerak dibidang desain dan rancang bangun,  berdasarkan standar keamanan untuk penumpang.



Stefan mengungkapkan, ada beberapa cara yang ditempuh UN-ECE-R66 untuk menguji kekuatan struktur rangka bus. Ada uji guling faktual satu bus utuh dan ada uji guling sebagian struktur rangka. Selain itu, ada juga simulasi komputer yang sudah dihitung kekuatan rangka sehingga bisa mendapatkan gambaran sesuai yang diharapkan di lapangan. Dia menjelaskan, melalui simulasi komputer ini, aplikasi komputer yang digunakan bisa menunjukkan titik-titik kritis di bagian struktur. “Namun kami juga ingin menguji struktur rangka dari potongan bus untuk melihat sejauh mana simulasi ini bisa mendekati kondisi yang sebenarnya,” kata dia.

Pada 5 April lalu, menurut Stefan, pihaknya sudah menguji potongan struktur rangka bus bagian depan. Hasil yang didapat, kata dia, jauh lebih baik dari perhitungan komputer. Meski rangka bus di sisi kanan atas hingga titik center of gravity (pusat gravitasi struktur), yang menjadi titik terberat menahan beban saat digulingkan, terlihat melengkung.



Bagaimana saat bus struktur rangka digulingkan untuk yang kedua kalinya pada Jumat (4/5/18)? Kondisinya sudah relatif sangat baik, tidak ada struktur yang melengkung, dan saat jatuh ke tanah struktur rangka seperti elastis. Besi hijau yang menjadi penanda survival space masih utuh, besi ini diasumsikan jarak aman penumpang dengan areal yang mengalami benturan. Menurut Supervisor tim Engineering Karoseri Laksana, Listiawan, pada struktur rangka kedua material sudah diperkuat. Ada beberapa koreksi yang mereka lakukan. “Kekuatan utama rangka penahan beban saat terguling ada pada besi segitiga yang dilas di beberapa sudut di sekitar center of gravity dan juga ada perkuatan di bagian rangka atap di wilayah cross member. Kami juga mengganti besi ukuran 2,1 milimeter dengan 3,2 milimeter,” ujarnya kepada haltebus.com.

Deputy Director Sales Bus Operation PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia, Adri Budiman mengucapkan selamat atas keberhasilan Karoseri Laksana dalam uji guling. Adri tertarik menanyakan standard yang digunakan oleh Karoseri Laksana. “Apakah standar perhitungan rangka yang digunakan bisa diaplikasikan untuk bus dengan chassis seperti di Indonesia? Sepengetahuan saya di Eropa hanya ada rangka bus tanpa chassis atau monokok? Apakah potongan badan bus bagian depan itu sudah dihitung juga seperti beban sebenarnya? Saya melihat potongan ini hanya rangka saja, tidak ada chassis-nya,” begitu Adri melontarkan pertanyaan.

Pernyataan tak kalah menariknya datang dari Ketua DPP Organda bidang Angkutan Penumpang, Kurnia Lesani Adnan. Dia mengapreasiasi uji guling yang dilakukan oleh Karoseri Laksana. Namun, menurut dia, uji guling itu belum mewakili situasi yang mungkin terjadi saat bus dalam bentuk utuh mengalami kecelakaan. Dia mengungkapkan bus bisa jatuh ke arah yang tidak diujikan oleh Karoseri Laksana, titik tumpu beban juga tak seperti yang diujikan.

Pria yang akrab disapa Sani itu mengusulkan kepada Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kementerian Perhubungan agar melakukan uji guling kekuatan konstruksi bus dalam kondisi yang lebih nyata. “Apa yang dilakukan oleh Karoseri Laksana menurut saya sudah bagus, tetapi kalo boleh usul pak, mari kita ajak pabrikan bus karoseri untuk bersama-sama membuat bus dan kita uji bersama seperti ini,” katanya disambut antusias hadirin.





Stefan sendiri menyatakan siap untuk menerima uluran chassis dari pabrikan. Dia mengakui untuk melakukan uji guling dalam bentuk satu bus utuh membutuhkan biaya tak sedikit. Dia juga mengatakan, pihaknya mengambil standarisasi struktur bus dari Eropa karena standar Eropa itu digunakan oleh banyak negara maju. “Meskipun hanya bagian depan, struktur rangka ini sudah diperhitungkan sesuai dengan simulasi komputer dan di bagian ini ada beban yang diasumsikan dan sudah diperhitungkan sama dengan beban bagian depan bus yang sebenarnya,” ujar Stefan mantap.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono yang ikut menyaksikan uji guling  menyambut gembira terobosan yang dilakukan oleh Karoseri Laksana. Menurut dia, berdasarkan beberapa kejadian kecelakaan yang melibatkan bus dalam posisi terguling, jumlah korban jiwa yang ditimbulkan cukup signifikan. Entah kebetulan atau tidak, bus yang disebut oleh Soerjanto itu dibuat oleh Karoseri Laksana.



“Awalnya kami melihat kejadian PO. Rukun Sayur yang menyerempet tiang jembatan penyeberangan orang. Dimana korbannya banyak, busnya seharusnya relatif utuh, tetapi karena survival space (ruang keselamatan) kurang yang diharapkan. Setelah diteliti teman-teman ITB ternyata survival space-nya kurang,” katanya.

Namun, menurut Soerjanto secara umum pihaknya keliling ke beberapa karoseri dan mengadakan evaluasi. Menurut dia, Karoseri Laksana termasuk yang paling bersemangat untuk melakukan evaluasi atas aspek keselamatan, khususnya struktur rangka dan survival space untuk penumpang. Setelah melihat hasil dua tes guling yang dilakukan oleh Karoseri Laksana Soerjanto kembali menyatakan apresiasinya. Menurut dia, beberapa proses di Karoseri Laksana sudah memiliki semangat untuk memenuhi keselamatan. “Saya apresiasi atas langkah yang dilakukan oleh Laksana, meskipun belum ada regulasinya, Laksana tetap mau melakukan uji guling ini. Mudah-mudahan dengan tes uji guling ini bus-bus yang ada di Indonesia adalah bus yang berkeselamatan,” katanya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013