Senin, 21 Mei 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KAROSERI LAKSANA SIAP EKSPOR BUS KE BANGLADESH
 
09 Mei 2018


(Jakarta – haltebus.com) Memasuki akhir Catur Wulan Pertama 2018, Karoseri Laksana memantapkan langkah memperkenalkan produknya ke pasar Internasional. Setelah mengirimkan lebih dari 100 bus ke Republik Kepulauan Fiji, kini Karoseri Laksana mencoba peruntungan di Bangladesh. Karoseri yang berbasis di Ungaran itu mengikuti pameran budaya dan perdagangan Indonesia di Dhaka pada 26 hingga 28 April.

“Tahun ini kami mencoba menyasar pasar baru di luar negeri, kami mendapat pesanan empat unit bus dari Bangladesh,” kata Direktur Teknik Karoseri Laksana, Stefan Arman di Semarang, Jumat (4/5/18).

Menurut Stefan, Bangladesh ini adalah negara kedua yang tertarik menggunakan bus-bus yang diproduksi Karoseri Laksana. Dia mengungkapkan, sampai sekarang, Karoseri Laksana sudah memproduksi sedikitnya 200 unit bus untuk pasar di Fiji. Kini, setelah dinilai sukses untuk masuk ke pasar ekspor, khususnya ke Fiji, karoseri yang berbasis di Semarang itu mulai merambah pasar yang baru.



Setidaknya ada beberapa negara yang menjadi target ekspor Karoseri Laksana. Menurut Stefan, selain Bangladesh, mereka menyasar pasar di kawasan ASEAN. Awal April lalu, lanjut dia, Karoseri Laksana juga ikut berpartisipasi dalam Asian – Africa Forum di Nusa Dua Bali. “Kami mempelajari perijinan baik di Indonesia maupun Negara-negara tujuan. Sebelum ikut pameran di Bangladesh, kami juga mempelajari regulasi di sana,” kata Stefan.

Pameran di Dhaka ini adalah rangkaian kegiatan yang diadakan oleh pemerintah atas kerjasama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan. Keterlibatan Karoseri Laksana dengan agenda-agenda Kementerian Perdagangan diawali pada tahun 2014 saat mereka untuk pertama kalinya mengikuti pameran perdagangan internsaional Trade Expo Indonesia. Kebetulan di tahun yang sama. Karoseri Laksana memperkenalkan model Cityline-2 untuk bus low entry.



Menurut Direktur Keuangan Karoseri Laksana, Alvin Arman, komunikasi dengan Kementerian Perdagangan terus berlanjut. Dia mengungkapkan, dari pameran di Bangladesh, ada pemesanan empat unit bus Scania yang dipesan salah satu perusahaan swasta di Bangladesh. “Di sana mulai ada permintaan bus-bus dengan kualitas yang bagus. Ada juga kompetitor kita dari Malaysia, tapi kami optimistis,” ujarnya.

Karoseri Laksana menawarkan beberapa model seperti Discovery dan dua varian Legacy Sky SR-2 untuk bus besar dan All New New Tourista. Menurut Alvin, untuk pasar ekspor, biasanya pemesan akan mengirimkan chassis dari negera mereka atau terdekat Indonesia. Bus kemudian dibuat di Karoseri laksana di Ungaran, Semarang. Setelah jadi, bus diekspor ke negara pemesan.

Prosedurnya cukup rumit? Begitulah ketentuan yang berlaku di Indonesia. Dari beberapa informasi yang dihimpun haltebus.com, chassis yang beredar di pasar Indonesia tidak bisa diekspor keluar negeri. Beberapa sumber yang tak mau disebut namanya mengungkapkan, adanya subsidi untuk industri transportasi menjadi salah satu alasan, bahwa chassis yang diproduksi di Indonesia hanya diperuntukkan dijual di dalam negeri.

Pada era tahun 1990-an beberapa karoseri di Indonesia sudah mengekpsor busnya keluar negeri. Ada Karoseri New Armada yang menyuplai bus ke pasar Timur Tengahaa dan PT. German Motor Manufacturing Indonesia mengekspor busnya ke Hongkong. Minat untuk mengekspor bus keluar negeri juga pernah disampaikan petinggi beberapa karoseri di Indonesia kepada haltebus.com. Namun, sejauh ini baru Karoseri Laksana yang melayani pemesanan dari luar negeri. (naskah : mai/foto : mai/dok. Kalroseri Laksana)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013