Senin, 21 Mei 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PT. JASA MARGA MENGINISIASI PELATIHAN PENGEMUDI BUS BERSAMA IPOMI
 
17 Mei 2018


(Jakarta – haltebus.com) PT. Jasa Marga menggelar program edukasi pelanggan untuk keselamatan di jalan tol. Perusahaan milik negara itu, bekerja sama dengan Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dalam pelatihan defensive driving untuk pengemudi bus. “Dalam rangka menyambut musim mudik Idul Fitri kami menggelar progam aksi keselamatan. Jasa Marga akan selalu bekerja sama untuk membangun budaya tertib berlalu-lintas bersama stakeholder,” kata Direktur II PT. Jasa Marga Subakti Syukur saat membuka pelatihan, di Jasa Marga Learning Center, Jakarta, Selasa (15/5/18).

Subakti menjelaskan, setiap tahunnya, di masa liburan Idul Fitri, masalah keselamatan pemudik selalu menjadi perhatian. Angka kecelakaan menjadi tolok ukur kedua kesuksesan arus mudik maupun arus balik setelah kelancaran arus lalu-lintas. Karena itu, menurut dia, PT. Jasa Marga selaku pengelola jalan tol ingin mendukung kelancaran dan keselamatan pemudik.

Menurut Subakti, pihaknya memiliki empat prinsip dalam mengelola jalan tol, yakni Engineering, Education, Law Enforcement dan Customer Service. Pelatihan pengemudi bus, kata dia, menjadi bagian penting dari dua prinsip yang mereka jalankan, yakni edukasi pada pelanggan. Dia menjelaskan, program pelatihan ini juga salah satu upaya mendukung pelayanan angkutan umum selama musim mudik Idul Fitri dalam hal keselamatan angkutan penumpang, terutama bus.



“Tahun ini dengan menyambungnya beberapa ruas jalan tol kami menaruh perhatian terkait keselamatan. Sewaktu tol Ngawi-Wilangan dibuka terjadi beberapa kecelakaan. Mungkin karena baru, orang memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi sehingga resiko kecelakaan juga tinggi,” katanya.

Pelatihan pengemudi bus, menurut Subakti baru pertama kali digelar. Pada program edukasi pelanggan tahun lalu, kata dia, PT. Jasa Marga mengundang pengemudi kendaraan pemula dan pengemudi truk. Dia mengapresiasi antusiasme pengemudi bus yang perusahaannya tergabung dalam IPOMI. “Tidak seperti sebelumnya, peserta kali ini lumayan banyak ya, kami berterima kasih semoga kerja sama dengan IPOMI ini bisa berlanjut di masa-masa mendatang,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua IPOMI Kurnia Lesani Adnan dalam keterangan tertulisnya juga menyatakan rasa terima kasihnya atas kerja sama yang dibangun PT. Jasa Marga. Bagi IPOMI pelatihan pengemudi adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan pengemudi dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Menurut dia, sejak IPOMI berdiri sudah ada pelatihan membangun karakter untuk pengemudi yang kini sudah tercatat hingga 10 angkatan.

“Kami sebenarnya menunggu ada instansi yang memberikan pelatihan tentang defensive driving kepada pengemudi kami. Kami mengapresiasi langkah PT. Jasa Marga, semoga dengan ada pelatihan ini, regulasi terkait pelatihan defensive driving segera terwujud,” kata pria yang akrab disapa Sani.

Menurut Sani, anggota IPOMI cukup antusias untuk ikut dalam pelatihan. Sayangnya karena tempat dan waktunya terbatas, hanya 12 perusahaan yang bisa mengirimkan pengemudinya. Dia menambahkan, ada 40 pengemudi bus yang terdiri dari pengemudi bus pariwisata, bus antar kota hingga antar pulau yang ikut dalam pelatihan. Perusahaan bus terjauh yang ikut mengirimkan pengemudinya adalah PO. Medan Jaya dan PO. SAN yang berbasis di Sumatera. Sedangkan dari Jakarta dan sekitarnya ada PO. Sinar Jaya, PO. Agramas, PO. Blue Star, PO. Fajar Transport, PO. Manhattan dan PO. Semanta. Dari Bandung ada PO. Suryaputra Adipradana, dari Kuningan ada PO. Luragung Termuda, dari Yogyakarta ada PO. Maju Lancar dan dari Malang ada PO. Gunung Harta.

Apa saja pelatihan yang diberikan? Ada pengenalan prinsip-prinsip defensive driving, rambu-rambu serta beberapa contoh kasus jika prinsip defensive driving dilanggar. Selain itu, pengemudi juga diperkenalkan bagaimana mengemudikan kendaraan dalam defensive driving. Semua materi teori itu disampaikan seorang instruktur dari Indonesia Defensive Driving Center (IDDC). Setelah penjelasan instruktur diberikan, seluruh peserta mengikuti tes. Pada sesi berikutnya peserta diajarkan praktek mengemudikan kendaraan.

Presiden Direktur IDDC Bintarto Agung menjelaskan, kecelakaan yang terjadi di jalan raya banyak disebabkan oleh perilaku pengendara. Karena itu, agar kita bisa selamat dalam berkendara diperlukan defensive driving. “Apa itu defensive driving? Perilaku mengemudi antisipatif yang aware terhadap situasi di jalan raya, memberikan space yang aman berkendara baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Ruang di depan, ruang di belakang, samping kiri dan kanan, kalu perlu juga di atas kendaraan,” katanya.



Dalam prinsip defensive driving, menurut Bintarto, kemampuan pengemudi sangat berpengaruh. Pelatihan semacam ini, lanjut dia, tidak bisa dikatakan berhasil dalam satu sesi pelatihan karena harus dilakukan secara terus menerus dan juga melibatkan sebanyak-banyaknya orang. Dia mengatakan, dengan pelatihan pengemudi bus antara PT. Jasa Marga dan IPOMI, setidaknya perilaku mengemudi yang aman bisa mulai ditularkan oleh peserta pelatihan untuk pengemudi-pengemudi bus yang lain. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013