Rabu, 19 September 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MERCEDES-BENZ PRIORITASKAN TRUK DULU, BARU KEMBANGKAN BUS KEMUDIAN
 
23 Mei 2018


(Bogor – haltebus.com) Mercedes-Benz, melalui agen pemegang mereknya di Indonesia, PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia menerapkan strategi tersendiri, mengambil momen melambungnya permintaan truk. “Tahun ini penjualan kendaraan komersial di Indonesia cukup bagus, anda bisa lihat di tabel ini, angka penjualan kendaraan komersial naik cukup tinggi. Naik dua kali lipat di sini, bulan Maret 2018 dibandingkan bulan yang sama di tahun 2017,” kata President & CEO PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia, Markus Villinger merujuk data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) di Wanaherang, Senin (21/5/18).

Menurut Markus, selama tahun 2017 PT. DCVI yang dulunya masih tergabung dalam PT. Mercedes-Benz Distibutrion Indonesia mencatat penjualan yang signifikan untuk kendaraan komersial jenis truk. Dia mengungkapkan, di tahun pertama beroperasinya PT. DCVI mereka ingin memfokuskan diri pada pengembangan penjualan truk. Markus menilai, pembangunan infrastruktur di Indonesia yang demikian pesat selama beberapa tahun terakhir cukup berdampak pada penjualan kendaraan komersial.

Markus mengungkapkan, banyak hal positif yang membuat Daimler kembali memasuki pasar truk di Indonesia. Seperti diketahui, hingga akhir 1990-an, Mercedes-Benz memiliki produk kendaraan komersial yang cukup dikenal baik untuk truk maupun bus. Sayangnya, sejak krisis keuangan melanda Indonesia, Mercedes-Benz mengencangkan ikat pinggang dan vakum untuk mengeluarkan produk baru.



Dalam catatan haltebus.com Mercedes-Benz mulai mencoba bangkit saat memperkenalkan chassis bus OH-1525 di tahun 2004 sebagai produk baru mereka. Melalui produk bus, sedikit demi sedikit perkembangan produk yang masuk ke pasar mulai bervariasi. Setelah varian OH-1525 ada OH-1526, OH-1626, OH-1830, O 500 R-1836 dan OC 500 RF 2542 dalam kurun waktu 14 tahun terakhir. Kini giliran truk yang memulai debutnya sejak tahun lalu. “November tahun lalu kami baru memulai PT. DCVI, di semester pertama tahun ini kami banyak terfokus pada urusan-urusan administrasi kewajiban kami yang terkait dengan pemerintah, namun di semester kedua kami yakin bisa mengambil langkah lebih cepat lagi,” kata Markus.

Memasuki semester kedua ini PT. DCVI memperkenalkan truk Axor 2523 dengan wheelbase 4,5 meter untuk kebutuhan angkutan logistik. Peluncuran itu melengkapi varian Axor dari kelas Gross Vehicle Weight (GVW) 16 Ton, 25 Ton, 33 Ton dan kelas 40 Ton, 48 Ton serta 49 Ton menjadi 17 varian. Markus optimistis dengan peluncuran produk terbaru mereka. Tidak seperti halnya produk Actros yang memiliki 17 varian model yang lebih dulu masuk ke pasar Indonesia dalam bentuk utuh, Axor sudah dirakit di Wanaherang dengan target lokal konten hingga akhir tahun 2019 setidaknya 25 persen.

Berdasarkan harga pokok yang ditawarkan di tingkat dealer, Axor rakitan Indonesia relatif terjangkau mulai Rp. 536 juta off the road hingga termahal Rp. 1,4 miliar off the road. Sementara untuk Actros, yang bermain di kelas 300 HP – 610 HP, harganya antara Rp. 1,2 miliar – di atas Rp. 3 miliar off the road. Ada yang menyebut Axor sebagai truk berkualitas Eropa dengan harga Asia untuk menggambarkan kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau.

Untuk soal yang satu ini, Director of Sales, Network and Customer Services PT. DCVI Maximilian Knorr menyatakan, pihaknya banyak mendengar keinginan pelanggan. Dia mengaku, pihaknya merasa perlu untuk memahami karakter pasar truk di Indonesia yang unik. Strategi pertama PT. DCVI untuk bisa mendekat ke pelanggan adalah memahami apa yang mereka inginkan. “Kami harus mundur selangkah, mendengar apa saja dari mereka dan kemudian kami yakin kami bisa berkembang bersama mereka. Di level ini, produk-produk Mercedes-Benz dapat diterima dengan baik oleh pelanggan,” kata Max, panggilan akrab Maximilian.

Max mengungkapkan keyakinannya bahwa masih terbuka peluang yang lebar bagi Mercedes-Benz untuk kembali mengambil kesempatan di pasar Indonesia. Luasnya wilayah Indonesia, jumlah populasi yang tinggi serta sumber daya yang tersebar membuat celah yang cukup untuk mereka bisa masuk. Proses pembangunan infrastruktur dan paska selesainya berbagai infrastruktur jalan membuka peluang angkutan barang.

Lalu bagaimana dengan posisi bus Mercedes-Benz di mata PT. DCVI? “Pada akhirnya, ketika seluruh insfrastruktur jalan selesai, truk-truk kami ikut terlibat di dalamnya dan kemudian juga truk angkutan barang maupun logistik masuk semua, di saat itu pula bus-bus kami bisa berjalan dengan optimal,” kata Markus Villinger menegaskan.

Di hadapan awak media yang hadir saat itu, Markus sedang tidak mau membuka apa yang dipersiapkan PT. DCVI. Walaupun sudah diperkenalkan ke publik pada Maret lalu, dua senjata andalan yang baru dari bus Mercedes-Benz sedang dipersiapkan. Dari informasi yang diperoleh haltebus.com, secara bersamaan, bus OF-1623 dan O 500 RS-1836 akan segera mengaspal di semester kedua 2018. Apakah baru sebatas tes ketahanan atau langsung masuk ke pasar? Kita tunggu saja awal dari produk yang disebut sebagai mendengarkan apa keinginan pelanggan, seperti yang disampaikan oleh Maximilian Knorr dalam strategi penetrasinya di Indonesia. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013