Rabu, 19 September 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MERCEDES-BENZ ECITARO, SIAP MELUNCUR
 
13 Juli 2018


(Jakarta – haltebus.com) Anak perusahaan Daimler, yang bertanggungjawab untuk bus Mercedes-Benz,
Evobus, siap meluncurkan bus kota yang sepenuhnya bertenaga listrik. Seperti diumumkan dalam laman daimler.com, Selasa (10/7/18), untuk pertama kalinya bus ini akan diperkenalkan di dunia di ajang Pameran Transportasi dan Otomotif dunia IAA pada September 2018 mendatang. Mercedes-Benz Citaro bermotor listrik ini dinamakan eCitaro yang berarti Electric Citaro.

“eCitaro baru ini menawarkan standar yang mengesankan dan belum pernah ada sebelumnya dalam efisiensi energi. (Ini) berkat sistem manajemen termal inovatifnya yang menggunakan komponen inovatif yang tersedia untuk pertama kalinya (yang tertanam pada) eCitaro. Kinerjanya memungkinkan eCitaro untuk memenuhi sebagian besar persyaratan operator transportasi,” demikian pernyataan tertulis Daimler.

Mercedes-Benz mengawali era teknologi baru berbasis listrik pada bus bersama pabrikan komponen ZF. Dilengkapi motor listrik AVE 130 Electric Portal Axle, eCitaro siap untuk masuk ke babak baru mobilitas kendaraan listrik yang menjadi tren dunia masa depan. eCitaro akan menjadi awal langkah Mercedes-Benz menyambut era E-Mobility, sekaligus mengulang kesuksesan Citaro sebelumnya yang diklaim Daimler sebagai bus kota tersukses yang membukukan penjualan
50 ribu unit di dunia selama peredarannya.

Ada beberapa hal yang ditawarkan oleh eCitaro. Daimler menyebut kompisisi dan spesifikasi komponen elektriknya memungkinkan eCitaro beroperasi dalam load lalu-lintas kota yang tinggi. Ketika bus beroperasi dalam titik yang ideal jarak tempuh tanpa pengisian bisa mencapai 250 Km, dengan beban puncak di saat sibuk jarak tempuhnya 150 Km. Rentang jarak operasional ini masih tergolong normal. Sistem pengaturan suhu pada komponen baterai yang optimal juga ikut membantu menjaga kondisi baterai saat bus berada pada titik beban yang tinggi.

Padahal, jika ditilik lebih jauh, eCitaro dilengkapi sepuluh modul baterai, dengan berat dalam spesifikasi standar sekitar 13,44 ton. Jika dihitung dengan kapasitas maskimal mengangkut penumpang, berat kendaraan menjadi 19,5 ton. Jika diasumsikan, muatan lebih dari enam ton itu sama dengan sekitar 88 penumpang, sesuai kapasitas di saat jam sibuk.





Motor listrik yang terpasang pada ZF AVE 130 Electric Portal Axle bisa menghasilkan tenaga 2 x 125 kW dengan torsi maksimum 2 x 485 Nm. Baterai lithium-ion dengan kapasitas total hingga sekitar 243 kWh menyediakan daya penggerak motor listrik yang menempel pada poros roda itu. Sepuluh modul baterai, masing-masing memasok sekitar 25 kWh.

Baterai yang digunakan juga memiliki kemampuan yang tinggi. Teknologi pengisian baterai juga disebut sebagai teknologi yang “cerdas dan menarik” oleh Daimler. Setiap modul baterai terdiri dari 15 modul sel serta unit kontrol agar memudahkan pemantauan dan menyeimbangkan muatan sel baterai. Setiap modul sel terpisah, memiliki dua belas sel baterai. Mercedes-Benz menggunakan sel prisma yang mudah dikelola dengan kapasitas masing-masing 37 Ah.

Mercedes-Benz memberikan pilihan penempatan modul baterai, minimal enam dan maksimum sepuluh modul baterai, disesuaikan kebutuhan perusahaan bus. Dengan konfigurasi ini, eCitaro memungkinkan diaplikasikan bus perkotaan untuk di kota besar maupun kota kecil. eCitaro juga akan tersedia dalam bentul bus single-rigid dan articulated (gandeng).



“Memilih untuk (modul baterai) jumlah terbesar, memaksimalkan rentang jangkauan bus, sementara jumlah yang lebih kecil mengurangi berat bus serta biaya pembelian dan memungkinkan lebih banyak ruang untuk penumpang. Tentu berpotensi membuat pengisian menghabiskan waktu operasional yang diperlukan,” demikian pernyataan Daimler.

Desain yang eCitaro yang dirancang tim Mercedes-Benz mewakili bus futuristik masa depan. Dari sisi samping karakter Citaro seri terakhir masih melekat paa eCitaro dengan ciri kaca yang lebar dan dinding lambung yang pendek khas bus berlantai rendah pada umumnya. Tampilan futuristik low entry pada umumnya. Desainer eCitaro mengadopsi struktur rangka Citaro untuk efesiensi komponen bodi bus yang diperlukan selama bus Citaro masih banyak beredar di pasaran.

Modul baterai ditempatkan di dua titik di atap bus dan satu titik di bagian belakang, menggantikan posisi mesin pada ruang mesin. Di atas rangkaian modul di bagian belakang ini yang dilengkapi sistem pendinginan. Desain penempatan baterai mempertimbangkan ruang kabin penumpang juga titik beban kendaraan sehingga bisa menghasilkan kendaraan yang optimal.



Sekilas dari bawah, dan samping, dua modul baterai pada atap tertutup askesoris di atap di sisi samping kiri dan kanan. Sementara, desain depan bus yang futuristik cenderung menonjol di bagian atas menutup badan baterai dari sisi depan. Sementara di bagian belakang, desain Citaro yang khas sudah membuat modul baterai terbenam.

Daimler menyatakan, Mercedes-Benz eCitaro sudah melalui beragam kondisi ekstrem sebelum diperkenalkan secara resmi. Pengujian yang dilakukan di antaranya pada kondisi dingin bersalju mulai dari kemampuan komponen baterai sampai operasional di jalan bersalju. Begitu juga ketika bus berada di cuaca panas lebih dari 30 derajat Celcius. Di negara-negara yang mengalami cuaca bersalju, penggunaan energi untuk menjaga kondisi di dalam bus adalah masalah krusial. Tim desainer eCitaro menciptakan sistem pengaturan panas yang memungkinkan penghematan penggunaan energi hingga 40 persen di saat cuaca dingin.



Keunggulan lain yang tak kalah menariknya adalah menjaga pengemudi tetap nyaman dalam mengendarai bus listrik. Panel instrumen, serta kokpit dibuat serupa dengan bus Citaro bermesin diesel maupun diesel-hybrid yang sudah banyak beredar. Pengoperasian, tingkat akselerasi dan deselerasi, pun fungsi retarder di saat pengereman, juga dibuat tidak jauh berbeda dengan bus konvensional.

Kehadiran eCitaro melengkapi model bus kota Mercedes-Benz. Ada Citaro diesel konvensional ramah lingkungan berstandar emisi Euro VI, Citaro hybrid dan Citaro NGT berbahan bakar gas hingga Citaro Capacity L yang bisa mengangkut penumpang dalam jumlah besar. Model-model Citaro yang ditawarkan berorientasi lokal, baik untuk kota besar maupun kota-kota kecil dengan kebutuhan mobilitas yang tinggi. Transisi dari bus bermesin diesel konvensional menuju transportasi berbasis listrik sepenuhnya menjadi tantangan Mercedes-Benz dalam menyediakan solusi transportasi kota melalui Citaro. (naskah : mai/foto : daimler.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013