Rabu, 19 September 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DESAIN BUS KAROSERI LAKSANA RAIH PENGHARGAAN DESAIN PRODUK INDONESIA
 
19 Juli 2018


(Jakarta – haltebus.com) Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Good Design Indonesia menganugerahkan Good Design Indonesia (GDI) 2018 kepada desainer Karoseri Laksana, Kusririn. Ini penghargaan pertama yang diperoleh Karoseri Laksana sejak pembuat bodi bus itu mulai mengembangkan desain sendiri tahum 2009. “Melalui penghargaan ini diharapkan dapat mendorong munculnya produk Indonesia berbasis desain inovatif yang kemudian mendapatkan pengakuan global untuk bersaing di dunia Internasional,” kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Rabu (18/7/18) di Jakarta.

Kusririn dan Karoseri Laksana menjadi salah satu dari 26 peserta yang memperoleh penghargaan dari GDI dan Kementerian Perdagangan. Ada tiga kategori, GDI Of The Year 2018, GDI Best 2018 dan GDI 2018. Desain All New Legacy Sky SR2 untuk model (HD/XHD) Prime mendapat tempat ketiga dari 19 desain di kategori GDI 2018.

Ada tiga desain produk otomotif. Ada sepeda motor, mobil dan bus. Mark Widjaja, desainer mobil Terios dari PT. Astra Daihatsu Motor meraih penghargaan tertinggi yakni GDI of The Year 2018. Sementara untuk Yamaha Nmax yang didesain Yasutoki Matsuno dari PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing berada di urutan ke tujuh untuk GDI 2018. Jika merujuk pengumuman GDI, berarti desain All New Legacy SR2 (HD/XHD) Prime mengungguli desain Yamaha Nmax.



All New Legacy SR2 (HD/XHD) Prime adalah generasi kedua dari All New Legacy SR-2 yang diluncurkan pada tahun 2016. All New Legacy SR-2 HD/XHD Prime diluncurkan hanya dalam hitungan bulan setelah model All New Legacy SR-2 dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2016. Direktur Keuangan Karoseri Laksana, Alvin Arman, saat peluncuran All New Legacy SR2 (HD/XHD) Prime Februari 2017 lalu mengakui salah satu alasan berdekatannya peluncuran dua model produk karena banyaknya permintaan dari pelanggan.

Menurut Alvin, All New SR2 Prime, menjadi penanda dari produk sebelumnya, untuk model kaca depan ganda. Sementara kode HD dan XHD mengacu pada ketinggian lantai yang juga tengah menjadi tren model bus di Indonesia saat ini. “Kami memfokuskan Legacy Sky SR2 Prime untuk bus premium yang menonjolkan kemewahan,” ujar Alvin Arman kepada haltebus.com saat itu.



Desain All New Legacy SR2 Prime memang cukup unik, pada produk sebelumnya branding 100 persen hasil desain Indonesia disematkan di edisi terbaru Karoseri Laksana. Menurut desainernya, Kusririn, semua lekuk dan bentuk eksterior dan interior hasil rancangan tim R & D Karoseri Laksana. Berbagai fitur baik eksetrior maupun interior didesain untuk kebutuhan yang fungsional. Di bagian belakang misalnya, panel-panel pintu bada dinding di sekitar mesin dirancang untuk memudahkan perawatan.

All New Legacy SR2 (HD/XHD) Prime harus melalui proses penjurian yang tak mudah. Dalam keterangan tertulisnya, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda menyebutkan, ada dua tahapan penjurian. Di tahap pertama pada 24-25 Mei 2018 di Indonesia Design Development Centre (IDDC) Jakarta ada 134 dari 253 produk yang sudah didaftarkan dinyatakan lolos tahap pertama. Di tahap kedua, sederetan juri yang memiliki beragam reputasi menilai desain yang lolos di tahap pertama.

Dewan Juri terdiri dari Ketua Umum Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia, Dino Fabriant, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Ari Satria, Mantan Presiden dan Anggota kehormatan Asian Packaging Federation Ariana Susanti, Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia Chairul Amal Septono, Kadiv Technical Government Affair PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Jaka Purwanto, Ketua Asosiasi Desain Grafis Indonesia Rege Indrastudianto, Anggota Badan Sistem Informasi dan Humas Ikatan Arsitektur Indonesia Renhata Katili dan perwakilan Tama Art University, Jepang, Hiroaki Watanabe serta Managing Editor for Feature Desk Femina Yoseptine T. Pratiwi.

Dari tahapan terakhir penjurian ini, 3-4 Juli lalu, tujuh pemenang yang ditetapkan, lolos menjadi perwakilan Indonesia untuk kompetisi desain internasional G-Mark di Jepang. Tujuh wakil Indonesia itu adalah satu pememang GDI of The Year dan enam pemenang GDI Best.



Keunggulan produk-produk Indonesia ini akan dipamerkan di Trade Expo Indonesia Oktober mendatang. Kerjasama Karoseri Laksana dengan Kementerian Perdagangan di mulai pada Trade Expo Indonesia 2014 lalu. Saat itu Karoseri Laksana memperkenalkan produk bus low entry Scania K250UB/4x2 dengan model Cityline2. Pada perkembangannya, seiring dengan rencana ekspansi Karoseri Laksana, tahun 2018 sejumlah negara mulai dijajaki bersama Kementerian Perdagangan.

Setelah membukukan 200-an unit bus yang diekspor ke Republik Kepulauan Fiji, kini Karoseri Laksana membidik Bangladesh sebagai salah satu pasar baru di luar negeri. Berdasarkan informasi yang diperoleh haltebus.com, empat unit bus yang menjadi contoh awal produk yang diekspor ke Bangladesh sedang dalam proses pengerjaan di Karoseri Laksana.



Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda bahkan sempat menyebut angka 1.034 unit bus dari Ungaran yang akan dieskpor ke Bangladesh. Selain itu, Kementerian Perdagangan juga sudah menjajaki kemungkinan ekspor bus ke negara-negara ASEAN, salah satunya ke Vietnam. Seperti dikutip dari antaranews.com, Kamis (1/3/18), delegasi yang dipimpin Dirjen Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan diikuti oleh jajaran Kemendag, Kemenhub dan Gaikindo membuka komunikasi dengan pejabat-pejabat Vietnam. (naskah : mai/foto : mai/dok. Kemendag/dok. Karoseri Laksana)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013