Rabu, 19 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
ORGANDA DKI JAKARTA SIAP UBAH WAJAH TRANSPORTASI JAKARTA
 
26 Juli 2018


(Jakarta – haltebus.com) Ketua DPD Organda DKI Shafruhan Sinungan, mengajak semua pemangku kepentingan transportasi di Jakarta bersama-sama mengubah wajah angkutan umum di Ibukota. Selama lima tahun terakhir, banyak dinamika angkutan umum yang tidak berpihak kepada pengusaha yang ada di Jakarta.

“Sekarang ini angkutan taksi dari 35 perusahaan tinggal empat saja yang eksis. Angkutan bus sedang tinggal Kopaja saja,” kata Shafruhan dalam pembukaan Musyawarah Daerah DPD Organda DKI Jakarta ke-11 di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Menurut Shafruhan, anggota Organda DKI Jakarta siap melakukan revitalisasi angkutan umum. Pola angkutan umum mulai angkutan lingkungan (bajaj), angkutan bus kecil (Mikrolet/KWK), bus sedang hingga bus besar sudah memenuhi kebutuhan masyarakat. Pola angkutan yang ada di Jakarta angkutan dirancang berdasarkan pemikiran mengantarkan masyarakat mulai dari rumah hingga ke tempat kerja. Sayangnya pola integrasi angkutan dalam sistem yang dibangun Transjakarta yang saat ini dilakukan tidak menyentuh aspek perbaikan kualitas pelayanan.


Shafruhan yang juga terpilih kembali sebagai Ketua DPD Organda DKI Jakarta 2018-2023 dalam Musda itu menyebutkan, keselarasa pemikiran untuk angkuta kota yang lebih baik sangat perlu. Perkembangan perbaikan angkutan missal di Jakarta masih lambat karena belum adanya kesepahaman di antara pemangku kepentingan. “Kita bisa mulai revitalisasi total angkutan besar, sedang dan kecil. Tapi HPS nya juga harus mengikuti, jangan pakai hitungan yang lama. Kami maunya maju, tapi Transjakarta maunya mundur,” kata Sshafruhan mencontohkan.

Di tempat yang sama, Deputy Gubernur yang membawahi bidang transportasi, Sutanto Soehodo mengungkapkan, dengan dinamika yang sangat tinggi, tidak ada satu faktor yang bisa menjadi solusi. Dia menyebutkan, transportasi massal harus menjadi basis solusi untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta.

 

“Saat ini kita mengalami situasi yang lebih kompleks. Tidak ada satu factor yang bisa menjadi solusi. Pemerintah juga hanya sebagai fasilitator, masyarakat yang sangat berperan menentukan arah solusinya,” kata Sutanto.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Bambang Prihantono di hadapan anggota DPD Organda DKI Jakarta berharap, pengusaha bisa mengantisipasi situasi yang berkembang saat ini. Potensi usaha untuk angkutan umum sangat besar. Dia menyebut ada 48 juta pergerakan orang di Jabodetabek setiap harinya. Saat Light Rail Transit (LRT) beroperasi baru bisa menangangkut 5 juta pergerakan.

“Mohon diantisipasi. Kami saat ini sedang menyiapkan kebijakan-kebijakan. Mari bersama-sama membangun transportasi di Jakarta dan sekitarnya yang berbasis teknologi. Kami pun tidak bisa berdiri sendiri,” kata Bambang.

Sementara itu, Ketua DPP Organda yang juga hadir dalam Musda DPD Organda DKI Jakarta Andrianto Djokosoetono mengungkapkan, perjuangan pengusaha angkutan darat cukup panjang. Ada beragam aspek yang harus diperjuangkan. Menurut dia, selama ini pengusaha angkutan darat baik barang maupun penumpang sebagai mitra pemerintah selalu mengikuti peraturan.

“Kita harus mulai ikut memperjuangkan aspirasi yang dituangkan dalam kebijakan yang diterbitkan regulator. Kondisi kita tidak mudah. Dan saya harus sampaikan kita harus siap untuk semakin tidak mudah. Kita harus mengikuti peraturan. Sementara peraturan tidak berpihak kepada pengusaha,” kata Andri.



Andri menjelaskan, setelah taksi daring kini Organda menghadapi isu besar terkait kelebihan muatan dan dimensi. Banyak pihak yang terlibat di dalam penegakkan aturan ini sehingga pengusaha yang mengikuti aturan kerap menjadi pihak yang tidak diuntungkan. Dia berharap, pengusaha angkutan yang tergabung dalam organda bisa mengantisipasi lebih dini, dinamika perkembangan dunia transportasi agar tidak tersisih. (naskah : mai/ foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013