Rabu, 19 September 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KAROSERI LAKSANA UNJUK KUALITAS DI GIIAS 2018
 
09 Agustus 2018


(Serpong – haltebus.com) Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 di Serpong, Tangerang Selatan yang dibuka Kamis (2/8/18) menjadi ajang Karoseri Laksana menunjukkan kualitasnya. Dua produk bus diperkenalkan melengkapi gebrakan mereka dua tahun terakhir. “Setelah memperkenalkan Legacy SR2 dua tahun lalu, kami melakukan berbagai perbaikan untuk meningkatkan kualitas bus yang maman dan nyaman,” kata Direktur Teknik Karoseri Laksana, Stefan Arman di saat perkenalan Legacy SR2 Double Decker dan SR2 HD Prime berstandar UN ECE R66, Jumat (3/8/18).

Menurut Stefan, model Legacy SR2 yang diperkenalkan pada GIIAS 2016 menjadi titik awal inovasi Karoseri Laksana dengan kerangka desain Asli 100 persen Buatan Indonesia. Titik tolak ini menjadi dasar produk Karoseri Laksana untuk menjadi produk bus Indonesia yang aman dan nyaman dengan standar kualitas yang baik. Dalam perjalanannya, hanya dalam hitungan bulan, kata dia, karena tren pasar bus dalam negeri menginginkan bus dengan kaca ganda, lahirlah Legacy SR2 Prime dengan varian model HD dan XHD.

Stefan dengan bangga mengungkapkan, desain Asli Indonesia, dari perusahaannya mendapat penghargaan Good Design Indonesia 2018 dari Kementerian Perdagangan. “Kami menjadi satu dari 26 peserta yang menerima penghargaan Good Design Indonesia Award 2018. Kami tidak mengira bisa lolos, ada 253 produk yang menjadi peserta,” kata Stefan.



Karena itu, lanjut Stefan, agar produknya tetap menjadi yang terbaik di Indonesia, Karoseri Laksana melakukan pembaharuan. Menurut Stefan, ada beberapa hal yang menarik dalam produk Legacy SR-2 DD (Double-Decker) dan Legacy SR2 yang ditonjolkan. Ada beberapa perubahan desain yang seluruhnya didesain oleh tim desainer karoseri Laksana. Dia berharap, kelak bus-bus produk Karoseri Laksana bisa menjadi kebanggaan Indonesia. “Saat ini kami juga menampilkan bus ke-200 yang sudah kami ekspor ke Fiji,” ujarnya.

Head Of Desaigner Karoseri Laksana, Kusririn menjelaskan format bus Legacy SR2 DD yang mereka hadirkan di GIIAS 2018. Menurut dia, untuk bus perdana ini mereka merancang untuk bus jarak jauh atau antar kota. Tim desainer, kata dia, membuat desain sendiri elemen-elemen yang melekat pada produk terbaru Legasy SR2, tidak hanya untuk versi double-decker melainkan untuk varian HD dan XHD Prime. “Pada sisi samping bus kami membuat aksen yang menyerupai huruf L yang menjadi ciri khas Laksana,” demikian pria yang akrab disapa Ririn menjelaskan.

Secara garis besar, dari sisi depan dan belakang tampilan Legacy SR2 DD tidak jauh berbeda dengan varian HD dan XHD Prime. Di depan hanya ada sedikit perbedaan posisi kaca DD yang lebih tegak dari SR2 HD dan XHD Prime dengan versi satu lantai. Windshield pada bagian depan sudah lebih baru dari desain sebelumnya. Ada lampu LED ang membuat tulisan penanda SR2 DD menyala. Sementara di bagian belakang, ada perubahan pada grill dan penambahan lampu. “Lampunya seperti sayap terbang. Kami mendesain lampunya untuk menambah elegan penampilan,” kata Ririn.

Dalam kesempatan itu, juga luncurkan SR2 HD dan XHD Prime berstandar UN ECE R66 yang sudah diterapkan diberbagai Negara di Eropa. Apa itu UN ECE R66? Menurut Stefan ini adalah standar kekuatan rangka bodi bus yang diuji kekuatannya ketika bus dalam posisi terguling. Stefan mengungkapkan, Karoseri Laksana mengikuti proses standarisasi pembuatan rangka berstandar UN ECE R66 tujuannya untuk bukti kekuatan rangka bus mereka dengan standar yang diakui secara internasional.



Nah pada pameran GIIAS 2018 rangka UN ECE R66 diaplikasikan pada Legacy SR2 HD Prime di atas chassis Mercedes-Benz OH-1626. Menurut Lutfan Satrya, desainer interior Karoseri Laksana, selain rangka bus yang memiliki standar keamanan tinggi, ada beberapa perubahan di sisi interior dan eksterior. Ada lampu-lampu kecil di setiap pilar di bagian kabin penumpang untuk mempercantik tampilan dan suasana di dalam bus. Lampu Legalight yang menampilkan cahaya warna-warni dan bisa diatur itu masih dipertahanakan. Lampu pada konsol AC di atas penumpang juga sudah mengaplikasikan model terbaru.

Lutfan menjelaskan, beberapa ornamen ekseterior juga dipercantik. Di sisi samping, bagian atas ornament aluminium yang memanjang dari depan hingga titik garis akhir bodi bagian atas dibuat mengkilap, dilapisi chrome. Sementara di bagian bawahnya cahaya biru mengiringi sepanjang ornamen. ”Kami menempatkan lampu LED agar bus lebih menarik,” kata Lutfan.



Benar saja, tak sampai 48 jam dipamerkan, bus itu sudah berpindah tangan ke PT. Metro Multi Transportasi yang dikenal dengan PO. Manhattan. Dua pimpinan perusahaan ini, Ribby Raharto dan Tjahjo Wibowo terlihat serius saat pertama mereka melihat bus terbaru Legacy SR2 HD Prime itu di booth Karoseri Laksana. “Sejak lama kami memang ingin punya bus Mercedes-Benz OH-1626, waktu itu sempat lihat ada chassis Mercedes-Benz di Karoseri Laksana. Beberapa minggu lalu juga sudah lihat di Ungaran. Nah di sini kami jajaki serius. Alhamdulillah ada kesepakatan,” kata Tjahjo Wibowo.

Selama pameran booth Laksana terlihat ramai pengunjung, terutama yang ingin melihat bus double-decker. Mereka penasaran dengan bus double-decker di Indonesia. Sebagian dari pengunjung juga masih belum banyak yang mengetahui ada bus double-decker yang sudah beroperasi melayani rute antar kota. “Wah kalau ada bus semacam ini ya enak ya keluar kota, bisa lebih nyaman,” kata Dahlan mengomentari bus double-decker.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013