Rabu, 17 Oktober 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KOMPETISI BARU, DIMULAI (LAGI) DI SULAWESI
 
20 Agustus 2018


(Jakarta – haltebus.com) Tren bus double-decker untuk bus antar kota di Jawa yang mulai ramai di tahun 2017 ternyata juga merembet ke Sulawesi. PT. Ariang Trans yang mengusung bendera PO. Primadona mulai kompetisi baru di rute Makassar-Tana Toraja dengan menghadirkan bus double-decker keluaran Karoseri New Armada, Highlander versi terbaru, Kamis (15/8/18). “Kami baru coba satu unit untuk bus double-decker ini, kita lihat saja nanti bagaimana respon pelanggan,” demikian kata Herman Opy Sanda kepada haltebus.com, Kamis (2/8/18) di sela-sela Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, di ICE BSD, Serpong, Banten.

Herman Opy Sanda, yang akrab disapa Opy ini menyebutkan, pemilihan bus double-decker untuk menghadirkan layanan baru di rute Makassar-Tana Toraja. PO. Primadona sejak awal berdirinya selalu menghadirkan sesuatu yang berbeda. Meski tergolong baru, perusahaan bus yang memiliki ikatan kedaerahan yang kuat dengan Toraja menjadi yang pertama menghadirkan bus high deck di Sulawesi di tahun 2015. Saat itu, mereka mengoperasikan dua unit bus Maxi Miracle Single Deck dengan ketinggian 3,85 meter. Ternyata, belakangan bus yang termasuk kategori High Deck itu menjadi populer karena bagasi bawahnya cukup untuk memuat sepeda motor.

Nah bagaimana dengan bus Highlander versi terbaru dari Karoseri New Armada ini? Menurut Opy, konsepnya tetap sama, terbagi ke dalam kelas yang berbeda dalam satu bus, satu kelas setara Super Eksekutif, untuk bus di Pulau Jawa, khusus ada di lantai bawah. Di lantai bagian atas ada satu kelas eksekutif. Hanya saja ada perbedaan tarif untuk posisi yang paling depan. Penumpang yang ingin menikmati sensasi naik bus double-decker di kursi paling depan, harus merogoh kocek lebih dalam.



Di lantai satu ini hanya ada enam kursi, dengan nuansa interior seperti bus karavan. Panel kayu menghiasi bagian depan kabin penumpang. Ada sarana hiburan TV dan perlengkapan audio, ada beberapa kotak penyimpanan dan lemari es mini. Penumpang di kabin bawah tak akan bisa melihat situasi di depan bus karena ditutup panel kayu. Namun, penumpang bisa memantau situasi di depan melalui CCTV yang terhubung dengan layar LCD yang disediakan. Ada pula kisi-kisi dan intercom untuk berkomunikasi dengan awak bus yang bertugas di depan. Di setiap kabin penumpang juga ada CCTV untuk merekam situasi di dalam bus, demi keamanan penumpang.

Penumpang di kabin bawah bisa merasakan ketenangan perjalanan karena kabin ini seperti kabin privat untuk enam orang dengan pintu tersendiri. di Setiap kursi yang berbusa tebal tersedia layar monitor kecil sebagai sarana hiburan penumpang. Jika penumpang memilih beristirahat Opy berkeyakinan kursi pilihannya sangat tepat menemani perjalanan. “Saya pakai kursi Damrong untuk kelas yang di bawah, karena menurut saya kursi itu masih yang paling nyaman untuk pelanggan kami,” kata Opy. 



Seperti kebanyakan bus di Sulawesi, Highlander PO. Primadona juga tidak dilengkapi toilet. Sebagai gantinya, ruang yang tersedia di antara kabin penumpang di bagian bawah dan tangga terdapat ruang kosong yang bisa diisi bagasi atau barang bawaan penumpang. Di bagian ini ada ban serep dan juga ruang istirahat pengemudi kedua yang terletak di sisi kiri tangga naik ke lantai dua.

Bagi Karoseri New Armada membuat bus double-decker untuk PO. Primadona dan digunakan sebagai bus antar kota menjadi pengalaman perdana mereka. Menurut Manager Produksi Kendaraan Khusus Karoseri New Armada, Indra Gunawan, mereka membuat desain bus Highlander yang terbilang baru. Meski dari sisi eksterior bus terlihat kemiripan desain dengan model Highlander, namun Indra menyebut, tim desainer Karoseri New Armada mengembangkan model baru. “New Armada sudah terbiasa dengan custom,” ujar Indra singkat.
 


Dari sisi depan, bus Highlander ini terlihat berbeda dari bus-bus double-decker buatan karoseri lain. Pada kebanyakan bus double-decker untuk antar kota, fender atau windshield (pengalih angin) tampak menghiasi wajah depan. Sementara, tim Karoseri New Armada membuatnya dengan cara berbeda. Alih-alih seperti fender, lekukan plat penghubung kaca atas dan bawah yang dipasangi LCD untuk running text itu diberi lampu yang membuat penampilannya menjadi menarik.

“Kaca bawah mengimbangi bentuk front panel yang dimodifikasi dari unit pertama (bus double-decker) Paradise. Sedangkan kaca atas dibuat dengan pertimbangan mengkuti bentuk supaya lebih pantas dan enak dilihat dari depan,” kata Indra menjelaskan desain bagian depan.



Dua spion model rangka telanjang juga ikut menghiasi tampilan khas PO. Primadona dengan warna yang menarik. Spion model rangka telanjang di Eropa banyak diaplikasikan di bus-bus berkaca ganda dari Neoplan, seperti Skyliner dan Cityliner. Lekukan bagian atas depan Evolander yang menempel pada bus double-decker Higlander ini cukup pas menambah kesan bus yang merunduk. Padahal, jika diteliti sebenarnya kaca depan bagian atas dalam posisi relatif tegak.

Jika kita mengamati bagian depan dan belakang, bus Highlander akan terlihat tinggi dari keadaan yang sebenarnya. “Saya memilih membuat bus di New Armada karena tinggi bus 4 meter, jadi untuk masuk kapal lebih aman,” kata Opy Sanda menjelaskan.

Aksen ornamen samping berwarna silver yang memanjang mulai di belakang pintu depan hingga pertengahan bodi bus di perbatasan kaca lantai atas dari jauh terlihat menarik. Sayangnya jika dicermati lebih dekat, kesan menggelembung akan jelas terlihat. Padahal sejak mengembangkan versi Paradise dan Highlander untuk bus kota, tampak samping dan tampak depan model keduanya relatif sederhana dan terlihat ramping.

Highlander versi bus antar kota yang dimulai oleh PO. Primadona membangkitkan semangat Karoseri New Armada untuk berkompetisi dengan karoseri-karoseri lain. Menurut Indra, walaupun berbasis model sebelumnya, pengembangan Highlander untuk antar kota ini menjadi pengalaman berharga untuk mereka. Sejauh ini Karoseri New Armada telah membuat sembilan bus double-decker yang sudah beroperasi di PT. Transjakarta. “Untuk yang paham produk New Armada pasti tahu deh, dimana titik-titiknya,” kata Indra merujuk pada perkembangan model Highlander milik PO. Primadona. (naskah : mai/foto-foto : dok Karoseri New Armada/istimewa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013