Rabu, 17 Oktober 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
YUK, TELISIK BUS ULTRA HIGH DECK KAROSERI ADIPUTRO
 
23 Agustus 2018


(Serpong – haltebus.com) Memulai tren baru ke masyarakat luas memang bukan hal yang mudah, namun Karoseri Adiputro beberapa kali berhasil membuat tren itu menjadi dikenal. Pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 yang berlangsung di ICE BSD, Serpong, 2 – 12 Agustus lalu karoseri ini kembali memulai sesuatu yang belum dimulai oleh karoseri lain.

Bus berlantai satu dengan pemanfaatan ruang kabin penumpang yang maksimal dan diberi nama Ultra High Decker (UHD) Jetbus 3+. “Kami mencoba membuat bus 3-axle satu lantai bisa memiliki ruang yang maksimal untuk tempat duduk, tanpa mengurangi kenyamanan penumpang,” kata Jesse Jethrokusumo dari Karoseri Adiputro kepada haltebus.com, di sela-sela pameran.

Chassis bus maxi 3-axle, dikenal tanggung di kalangan pemilik perusahaan bus. Jika dibuat bus satu lantai, maka investasi yang begitu mahal akan sulit dikejar dalam hitungan bisnis mereka, terutama dari sisi waktu break event point. Sementara jika dibuat dua lantai, ada kendala bus ini tidak bisa melalui semua jenis jalan, khususnya karena faktor ketinggian. Dalam catatan haltebus.com, untuk chassis bus maxi 3-axle, perusahaan bus harus merogoh kocek antara Rp. 1,5-1,8 miliar. Jika bus dibuat bus satu lantai harus merogoh kantong untuk tambahan setidaknya Rp. 700 juta, sedangkan bus double-decker bisa mencapai Rp. 1 miliar.

Perhitungan investasi ini sering menjadi pertimbangan pemilik bus dalam meramu chassis bus maxi 3-axle yang mereka beli agar masuk dalam hitungan bisnis mereka. Menurut David Jethrokusumo, Karoseri Adiputro menawarkan bus berlantai satu dengan karakter tambahan yang cukup menjanjikan peluang. Meski hanya berlantai satu, kata dia, ada dua potensi pendapat yang bisa diraih perusahaan pemilik bus. Dari sisi penumpang, kapasitas tempat duduk lebih banyak, dari sisi bagasi kapasitas mengangkut barang juga lebih banyak. “Ini untuk menyiasati investasi mahal yang sudah diambil oleh pemilik bus,” katanya.
 
Ruang-ruang yang diciptakan di atas bus UHD Jetbus 3+ ini juga sangat menarik. Selain bagasi yang tinggi, 1,8 meter, ada beberapa ruang yang bisa dimanfaatkan sebagai bagasi tambahan maupun ruang serba guna. Di bagian belakang ada ruang kecil yang tembus dari dinding kiri ke dinding kanan, bisa difungsikan ruang peralatan perbaikan maupun bagasi awak bus. Sementara ada ruang juga di belakang kabin pengemudi yang bisa disulap sebagai ruang tidur, jika tidak dimanfaatkan sebagai bagasi. Di ruang ini ada dua pintu, yakni pintu di sisi kanan dinding bus dan satu lagi pintu di belakang kursi asisten pengemudi.



Apa saja yang baru dari UHD Jetbus 3+ ini? Menurut David ada beberapa aksesoris yang baru disematkan di bus berwarna dasar abu-abu itu. Lampu depan dihiasi bumper dengan pemanis foglamp desain baru. Ada lampu senja di seputar foglamp yang bisa berubah warna menjadi kuning saat lampu sign menyala. Desain fender, kata David, juga dibuat lebih baru dengan menambah guratan-guratan pada permukaan yang membentuk lekukan untuk menambah kesan tinggi dan gagah pada tampilan bus. Di sisi samping, desain aksen juga berubah. Di ujung lekukan asesoris ini, di pisah dan diberi lampu pada ujungnya. Lampu samping bagian atas bisa menjadi penanda untuk model bus Jetbus 3+ di saat malam hari.



Untuk merancang bus satu lantai nan tinggi seperti UHD Jetbus 3+, menurut Jesse, tim desainer Karoseri Adiputro harus memperhatikan standar mereka terkait kenyamanan penumpang. Dia mengungkapkan, yang pertama diperhatikan adalah penumpang nyaman untuk masuk ke dalam bus. Ketinggian plafon kabin bus dipertahankan 1,8 meter. Begitu juga ruang di atas kepala penumpang saat pertama masuk mulai dari tangga hingga kabin penumpang.

Salah satu cara membuat nyaman penumpang adalah dengan membuat pintu yang unik. Pintu depan bus yang dibangun dengan sistem pneumatic mengarah ke depan saat pintu terbuka. “Hambatan di sisi kiri penumpang kami perkecil dengan posisi pintu membuka ke kiri dari arah masuk penumpang. Jika dibuat membuka ke kanan, maka di sisi kana nada tiang pintu pneumatic yang menghambat masuk, karena arah penumpang masuk di pintu depan adalah ke kanan,” ujar Jesse menjelaskan.

Di seputar area awal masuk penumpang ke dalam bus, faktor ketinggian ini bisa dirasakan. Ketinggian plafon di area pintu juga disesuaikan dengan ketinggian area kabin penumpang, sehingga penumpang bisa leluasa masuk tanpa harus menundukkan kepala. Di area ini, desain dashboard juga berperan memberikan keleluasaan. “Kami sudah membuat dashboard sendiri, kami buat tampilannya lebih modern. Permukaannya seperti kulit jeruk,” kata Jesse lagi.

Menurut Jesse, ada kepuasan tersendiri ketika tim desainer Karoseri Adiputro bisa mengatasi kesulitan membuat bus dengan posisi tempat duduk hingga kaca depan dalam konfigurasi satu lantai. Dia mengungkapkan, dudukan pengemudi harus sedikit diturunkan untuk memberikan ruang yang cukup bagi pengemudi. Di sisi lain, ada kebutuhan juga di bagian atasnya untuk memberikan ruang yang nyaman bagi penumpang di barisan terdepan. Jalan keluarnya, kata dia, tim desainer membuat lantai dudukan kursi di baris pertama sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan dudukan kursi di baris yang lain.



Kesulitan kedua, lanjut Jesse, mengatur jumlah bangku yang pas agar penumpang bisa merasa nyaman di dalam kabin. Menurut dia, ukuran jarak antar dudukan bangku dibuat antara 70-80 cm sehingga ketika penumang duduk, tungkai kaki terasa nyaman. Standar jarak ini membuat bus dengan panjang total 13,5 meter itu bisa diisi antara 48 hingga 53 kursi dengan konfigurasi 2-2, atau bisa sesuai keinganan pelanggan.

Kehadiran bus Ultra High Deck ini ditanggapi berbagai komentar warganet. Ada yang positif, namun tidak sedikit yang berpendapat menarik. Seperti halnya yang disampaikan akun @fadhilabyan.1002, “Terlalu tinggi sehingga mengerikan jika terkena angin, apalagi malam hari.” Ada juga akun @rafaa_milkita yang menulis, “Kurang praktis, karena pintu buka k depan.”



Sementara tidak sedikit yang berpendapat positif seperti yang ditulis akun @fianfebrianto_,“Fenomena baru, desain baru, tapi masih suka berfikir saying banget dek bawahnya full bagasi aja, tapi emang inovasi baru tetap.” Akun @Insetwin menulis, “Apakah bisa dipakai untuk perusahaan otobus yang melayani pengiriman ekspedisi kargo, dan perijinannya juga?.”

Soal ketinggian ini menurut Manager R&D Karoseri Adiputro, Eko Widianto mengungkapkan, ketinggian bus mencapai 4 meter, selisih sedikit dengan bus double-decker buatan mereka, yakni 4,15 meter. Menurut dia, dari sisi kestabilan, ketinggian bus masih aman untuk dibuat satu lantai. Prinsip rancang bangun bus double-decker sudah diterapkan pada bus UHD Jetbus 3+. “Sebetulnya tidak jauh berbeda dengan bus double-decker kami. Sejauh ini aman ya, dan kami membuat bus ini juga sudah sesuai dengan ketentuan pabrikan,” ujar dia.

 

Sayangnya Eko tidak menjelaskan dengan tegas, apakah bus UHD Jetbus 3+ yang dibangun di atas chassis Mercedes-Benz O 500 RF-2542 ini sewaktu dibuat sudah berdasarkan ketentuan Mercedes-Benz terkait satu lantai atau dua lantai. Deputy Director PT. Daimler Commercial Vehicle Indonesia, Adri Budiman dalam satu kesempatan pernah menyebutkan, jika pelanggan ingin membuat bus double-decker untuk chassis Mercedes-Benz O 500 RF-2542 harus dinyatakan saat pembelian. Ada beberapa spesifikasi yang berbeda antara bus double-decker dan bus satu lantai.


Jika dilihat dari konfigurasi ketinggian lantai dan keseluruhan bodi bus, seharusnya UHD ini sudah masuk dalam kategori bus double-decker, untuk standar Mercedes-Benz. Namung jika kita menilik overhang depan yang lebih panjang, ini menandakan spesifikasinya untuk bus single-decker. Setiap genre model bus terbaru dari Karoseri Adiputro memang selalu menarik diperhatikan.

Versi pertama dari awal sebuah tren model baru memang selalu diwarnai berbagai pertanyaan dan keheranan. Namun, bagi Jesse, apapun informasi yang masuk untuk Karoseri Adiputro akan sangat bagus bagi pengembangan model yang mereka rilis. Karena itu, Jesse mengaku sangat senang dengan beragam tanggapan yang masuk terhadap model UHD Jetbus 3+ itu.

 

Salah satu sahabat haltebus.com yang juga kerap merancang bus dengan lugas berkata, “Kita gak tau lho, yang dimulai oleh Karoseri Adiputro ini seperti apa ke depannya? Bisa jadi malah disenangi orang dan kemudian ramai-ramai semua mengikuti. Atau malah bisa juga sebaliknya? Kita lihat saja nanti tren ke depan seperti apa karena jalan tol sudah mulai banyak yang selesai. Setidaknya Adiputro sudah menunjukkan mereka menjadi trend-setter.” (naskah : mai/foto : mai/lwk)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013