Rabu, 19 September 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DAN INOVASI KAROSERI LAKSANA PUN BERLANJUT
 
28 Agustus 2018


(Serpong – haltebus.com) Bertambahnya populasi bus double-decker di Indonesia mau tak mau membuat Karoseri Laksana tergiur juga membuat bus yang kini menjadi salah satu tren di negeri ini. Bus SR2 Double-Decker (DD) menjadi jawaban Karoseri asal Ungaran itu atas perkembangan inovasi industri bus di Indonesia.

“Kami memperkenalkan bus SR2 DD dengan inovasi baru yang menawarkan bodi lebih ringan, karena di bagian atap kami menggunakan komposit sementara di bagian lantai ada panel kayu,” kata Head of Designer, Karoseri Laksana, Kusririn di sela-sela Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, dua pekan lalu.

Bus SR2 DD ini langsung menarik perhatian pengunjung GIIAS 2018. Karoseri Laksana meraih dua penghargaan dari penyelenggara pameran GIIAS 2018, penghargaan sebagai Pemenang Pertama Favorite Commercial Vehicle dan penghargaan kedua yakni Pemenang Kedua Favorite Booth untuk Supporting Industry. Tidak sedikit pengunjung yang rela antri untuk melihat bagian dalam bus SR2 DD di booth Karoseri Laksana.



Menurut Kusririn, bus dengan total berat kosong 18,2 Ton ini dipersiapkan sekitar setahun, mulai dari perencanaan, desain hingga bisa dipamerkan. Di awal 2018, persiapan rancangan mulai dikerjakan. Memasuki Juni 2018 wujud bus sudah bisa terlihat. Dia mengungkapkan, banyak hal-hal baru yang diaplikasikan di bus yang memiliki ketinggian total 4,195 meter itu. Tentunya, lanjut dia, agar bus double-decker yang dibuat Karoseri Laksana bisa memberikan kesan berbeda dari bus-bus double-decker yang sudah ada.

Apa saja yang dimaksud berbeda ini? Dari sisi eksterior, tampilan depan bus Legacy SR2 DD masih memperlihatkan hubungan dekat dengan Legacy SR2 HD/XHD Prime. Model kaca ganda dan fendernya sama, hanya posisi kaca atas pada bus double-decker lebih tegak dibandingkan versi single-decker. Ada beberapa pembaruan di bagian wajah. Fender dibuat lebih mewah dengan garis chrome dan tulisan Legacy SR-2 yang menyala. Detail bumper dan lampu senja berbasis LED juga menjadi bagian pembaruan tampilan. Namun, lampu depan masih mengandalkan lampu yang didesain tim desainer Karoseri Laksana.



Di bagian belakang, banyak yang berubah, lampu rem tambahan menjadi ciri khas model terbaru Legacy SR2 dalam semua versi. Lampu yang mengesankan burung terbang ini tertanam serasi dengan guratan bodi di sekelilingnya. Di bagian belakang, variasi chrome juga ditanamkan Kusririn untuk menghiasi bagian belakang bus yang panjang. Ada dua pintu yang dibuat, masing-masing untuk ruang mesin di bagian bawah, sementara pintu kedua di atasnya untuk ruang mesin pendingin.

Di sisi samping Legacy SR2 DD, ada ciri khas Legacy SR2 masih terlihat jelas dengan konsep floating roof. Ada pembaruan di asesoris pemanis bagian atas. Pada versi terbaru SR2 ada lampu biru memanjang yang menyala terang saat bus berjalan di malam hari. Bagian yang paling menjadi ikon ada di sisi samping ini, yakni ornament di kaca samping pertama yang membentuk huruf L abstrak, sebagai symbol Laksana dan Inovasinya. “Kami ingin membuat desain yang simple tapi elegant,” kata Kusririn menjelaskan.



Di bagian dalam bus, bagian yang terasa berbeda dari bus-bus double-decker lain ada di lantai pertama. Lantai bus dibuat dengan ketinggian berbeda. Di bagian gang dibuat lebih rendah, sementara di bagian kursi penumpang dibuat lebih tinggi. “Ini sengaja kami lalukan untuk menaikkan level point of view penumpang. Bagaimanapun dengan level posisi duduk yang lebih rendah penumpang seperti tenggelam di antara kendaraan saat bus berjalan,” kata Direktur Teknik Karoseri Laksana, Stefan Arman.

Posisi tempat duduk seperti ini yang cukup dicermati oleh Pendiri PO. Lorena, GT Soerbakti yang hadir saat peluncuran perdana Legacy SR2 DD. Dia terlihat mengamati dan mencoba posisi duduk, posisi berdiri dan sesekali melihat ke lantai. Lebih dari 10 menit GT Sorebakti bersama Ketua KNKT Suryono mengamati detil interior mulai dari lantai atas hingga lantai bawah. Di bawah bendera Grup Lorena-Karina, kini sudah beroperasi 12 unit bus double-decker yang melayani rute dari Jabodetabek ke beberapa kota di Jawa Timur.



Bus Legacy SR2 DD yang dipamerkan ini memiliki kapasitas tempat duduk dalam kabin penumpang untuk 46 penumpang. Terdiri dari 12 kursi di bagian bawah dan 32 kursi di bagian atas. Duduk di atas kursi Versa buatan Karoseri Laksana yang terpasang di bus itu, terasa nyaman. “Semua bus yang dipamerkan ini kursinya menggunakan Versa,” ujar Kusririn setengah berpromosi.

Pengalaman pertama Kusririn dan tim desainer Karoseri Laksana terbilang sukses karena banyak menarik perhatian pengusaha bus. Ada beberapa pengusaha bus yang terlihat serius mengamati detil bus. Tidak cukup hanya sekali, bahkan hingga dua kali datang menengok dan berdiskusi khusus dengan tim Karoseri Laksana yang selama pameran dikomandani Direktur Keuangannya, Alvin Arman.

Salah satu yang tertarik adalah Herman Opy Sanda, dari PT. Ariang Trans. Selama pameran, setidaknya dua kali dia terlihat mengamati bus Legacy SR2 DD. Pria yang akrab disapa Opy itu terlibat diskusi serius dengan Alvin. “Saya tertarik dengan bus ini, tapi sayang tingginya 4,1 meter. Supaya aman masuk ke kapal dan sampai di Makassar, saya sudah ukur tinggi bus double-decker seperti ini harus 4 meter,” kata Opy.



Sebagai produk perdana mereka, Kusririn mengaku Legacy SR2 DD masih memerlukan masukana dari berbagai pihak agar bisa diterima masyarakat. Kesuksesan Legacy SR2 HD/XHD Prime di pasar Indonesia, kata dia, tidak terlepas dari beragam masukan yang berujung pada perbaikan produk. Saat memperhatikan detail alur masuk penumpang, haltebus.com sempat menemukan keluhan salah satu pengunjung yang menolak menyebutkan namanya. “Awas hati-hati kepala, jangan sampai terbentur ini,” katanya sambil memegang ducting di area tangga naik-turun di lantai atas. (naskah : mai/foto-foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013