Rabu, 19 September 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PRESIDEN BUSWORLD : KAMI SIAP HADIR DI INDONESIA
 
07 September 2018


(Jakarta – haltebus.com) Presiden Busworld, Didier Ramoudt memastikan Busworld akan hadir di Jakarta pada Maret 2019 mendatang. Menurut dia, Indonesia menjadi salah satu Negara yang menarik untuk tempat terselenggaranya pameran bus Internasional, Buswolrd, di kawasan Asia Tenggara. “Jakarta memiliki banyak daya tarik. Selain Indonesia memiliki populasi yang tinggi, pameran di Jakarta lebih kompetitif dan menarik dibandingkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara,” kata dia Rabu, (29/7/18) kepada tiga jurnalis asal Indonesia di Bangalore, India.

Menurut Didier, Indonesia memiliki penduduk yang cukup tinggi di kawasan Asia Tenggara, 260 juta orang lebih. Perkembangan infrastruktur dan mobilitas penduduk akan menjadi menarik bagi pelaku usaha transportasi bus dari berbagai belahan dunia. Dia mengungkapkan, kehadiran Busworld di kawasan Asia Tenggara bisa ikut mendorong kemajuan transportasi, baik dari sisi teknologi, kualitas maupun kuantitas kendaraan.

Busworld adalah ajang pameran Internasional yang fokus pada industri transportasi bus dan industri pendukungnya. Lebih dari 40 tahun Didier mengadakan pameran yang diawali dari Kortrijk, Belgia dan kini berkembang ke berbagai belahan dunia. Mereka tidak hanya menggelar pameran di Eropa (Turki, Belgia dan Rusia) tetapi juga di kawasan lain seperti Asia (China, India dan Kazakhstan) dan Amerika Latin (Kolombia).

  

Dalam kesempatan itu, Didier mengungkapkan selain membawa berbagai pihak yang berkecimpung di industri bus dan industri pendukungnya untuk berpameran di Jakarta, ada agenda khusus yang mereka siapkan. Dia menjelaskan, selama pameran ada konferensi yang mengangkat topik-topik terkait transportasi bus.

“Kami memiliki jaringan global untuk industri transportasi khususnya bus. Akan ada Busworld Academy, think-tank kami, platform kami akan menghadirkan apa yang bisa dilakukan, isu apa yang bisa kami angkat, apa saja yang bisa ditangani, masalah apa yang bisa didiskusikan untuk sebuah solusi, hal-hal semacam itu yang akan kami lakukan di Jakarta,” kata Didier.

Secara khusus Didier mengungkapkan, bahwa dunia transportasi kini sudah berkembang pesat beberapa tahun terakhir. Isu-isu terbaru yang sedang dibahas, kata dia, adalah model transportasi masa depan, mulai dari electro mobility, kendaraan rendah emisi hingga kendaraan otonom. Dia berharap Indonesia bisa mengambil bagian dari perubahan paradigm transportasi bus masa depan. Jika tidak dilakukan sekarang dia menyebut, “Maka Indonesia akan tertinggal jauh.”

Demi persiapan menuju Buswlord Asia Tenggara yang akan digelar di Jakarta, Buswolrd mengundang tiga jurnalis asal Indonesia untuk melihat dari dekat pameran mereka. Pada 29-31 Agustus lalu Busworld menggelar Pameran mereka di Bangalore, India yang dibuka oleh Deputy Chief Minister of Karnataka
Parameshwara Gangadharaiah. Pameran ini diikuti pelaku industri transportasi bus dan industri pendukungnya. Pameran di Bengaluru International Exhibition itu cukup ramai pengunjung. Berdasarkan pengamatan haltebus.com, sebagian besar pengunjung adalah orang-orang yang berkecimpung di transportasi bus di India.




Dua pabrikan otomotif di India, yakni Tata dan Force dan dua karoseri yakni MG dan Prakash ikut meramaikan pameran. Di booth-booth yang memamerkan bus ini, pengunjung banyak berkumpul melihat detil bus yang dipamerkan. Mereka datang dari berbagai penjuru India. Menurut Didier, ada 5 ribu anggota Bus Operator Confederation of India (BOCI) yang hadir, 3 ribu menyatakan siap hadir di pembukaan pameran, sisanya akan mengunjungi pameran yang berlangsung tiga hari itu.

Head of Sales and Marketing, Commercial Vehicle Passanger TATA Motors Ltd, Sandeep Kumar mengaku senang bisa ikut bergabung dalam pameran Busworld India. Pada kesempatan itu, Tata Motors Ltd memamerkan lima produk terbarunya untuk beragam segmen transportasi bus di India. “Kami mendapatkan keistimewaan yang besar untuk hadir di Busworld, karena selain ada Busworld, BOCI dan Association of State Road Transport Undertakings (ASTRU : Asosiasi perusahaan angkutan bus negara bagian). Ini pameran yang sangat bagus, seperti berkumpulnya keluarga besar. Kami juga mengundang mitra kami dari Marcopolo Brasil,” katanya.



Didier menambahkan, Indonesia menjadi negara keempat di kawasan Asia yang menjadi tempat penyelenggaraan Busworld, selain China, India dan Kazakhstan. Dia menilai, pertumbuhan ekonomi di tiga negara di kawasan Asia seperti China, India dan Indonesia cukup signifikan. Menurut dia, kondisi tersebut sangat potensial dalam pengembangan transportasi bus di masa depan.

Dalam kesempatan terpisah, Jan Deman, yang bertanggungjawab untuk Busworld Academy mengungkapkan, pihaknya siap mendatangkan berbagai pihak yang diperlukan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Menurut dia, skala Busworld yang akan digelar di Jakarta tidak sama dengan apa yang mereka siapkan untuk India di Bangalore.
“Sangat berbeda, karena yang kami lalukan di Indonesia adalah Pameran dan Forum Internasional. Saya bertanggungjawab menyiapkan isu dan topik yang akan menjadi pembahasan di Forum Konferensi dan Didier akan mempersiapkan pamerannya,” kata dia.



Menurut Jan, untuk sementara ini, topik yang akan diangkat lebih dekat dengan isu-isu yang ada di Indonesia, tetapi tetap terkait dengan isu transportasi bus di kawasan Asia Tenggara. Dia mengunjungi Jakarta pada 3-5 September kemarin untuk bertemu dengan sejumlah pihak, menggali isu yang bisa diangkat dalam Forum Busworld Academy. Dia bertemu dengan Pejabat Ditjen Perhubungan Darat di Kementerian Perhubungan, pejabat yang terkait industri otomotif di Kementerian Perindustrian, IPOMI, ASKARINDO dan melihat langsung Jakarta International Expo, tempat berlangsungnya Busworld South East Asia. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013