Sabtu, 25 Januari 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TES YUTONG DI JALUR SUMATERA
 
15 Agustus 2011


(Jakarta – haltebus.com) Serbuan bus china kini semakin nyata. Setelah Golden Dragon masuk ke Indonesia, kini bus Yutong mulai merambah jalan di Sumatera. Adalah Perusahaan Otobus (PO) Siliwangi Antar Nusa (SAN) yang secara resmi mengoperasikan dua unit bus Yutong mulai Minggu (14/8/11). “Kami dipercaya pabrikan bus Yutong untuk mengoperasikan bus-bus ini, satu unit dengan suspensi udara, yang satu lagi dengan per daun,” ujar Direktur Utama PO SAN, Kurnia Lesani Adnan, kepada haltebus.com Sabtu (13/8/11)

Menurut Sani, sapaan akrab Kurnia Lesani Adnan, dua unit Yutong didatangkan secara utuh ke Indonesia. Rencananya bus-bus ini akan digunakan untuk trayek Bengkulu – Pekanbaru. Dua unit bus ber-AC tanpa toilet ini hanya dibedakan suspensi udara. Bus berkelir biru dan silver ini mengusung mesin Yuchai YC6A240-20, enam silinder yang menghasilkan tenaga 240 HP berstandar Euro 2.



Fitur-fitur pada bus juga cukup menarik. Sistem pengereman menggunakan ABS dan brake retarder untuk menjamin pengereman yang aman. Bus juga dilengkapi pintu pneumatic baik pintu depan maupun belakang. Perangkat kamera “Bus menggunakan plat alumunium untuk dinding yang tahan korosi dan ringan,” kata Kurnia.

Dari sisi eksterior, desain bus cukup menarik. Bus terlihat tinggi, dengan kaca samping yang lebar dan lantai kabin yang tinggi. Sekilas bus tidak jauh berbeda dengan bus-bus yang beroperasi di Indonesia yang berpanjang 12 meter. Perlu kecermatan dalam membandingkan dimensi bus buatan Yutong dengan panjang 10 meter ini dengan bus buatan karoseri Indonesia.

Keunikan lain adalah baik kaca depan dan bagian depan, kaca samping serta bagian belakang mengedepankan desain lengkung. Efeknya, bus terlihat tinggi dan besar. Kabin penumpang pun menjadi lapang. Selain itu, jarak antar kursi juga cukup nyaman meski kapasitas penumpang yang tak jauh beda dengan bus 12 meter, yakni 41 orang.


Masih ada lagi, dinding bus terlihat rata sejajar dengan ban. Bahkan ban belakang cenderung menonjol. Pada bus-bus buatan karoseri dalam negeri biasanya ban lebih 'masuk' ke dalam dinding. Menurut Sani, kesejajaran ini untuk membuat bus lebih stabil. "Antara bodi bus, chassis, ground clearence, pergerakan dan beban pada ban serta tenaga mesin diperhitungkan secara keseluruhan," ujar Sani

Selain itu, Pengemudi juga tak luput dimanjakan. Selain panel-panel yang mudah dijangkau pada dashboard dan seputar kabin pengemudi, masih ada kursi yang mudah diatur secara elektris. Pengaturan tinggi-rendah kursi, dengan memencet tombol. Begitu juga fasilitas pemanas dan getar pada sandaran kursi.



PO SAN dipercaya pabrikan bus Yutong untuk menggunakan dua unit busnya sebagai ujicoba. Operator bus asal Bengkulu ini cukup akrab dengan mesin Yuchai. Dua unit bus Yutong tidak hanya mencoba pasar bus yang kini diramaikan berbagai merk bus, namun juga untuk menguji ketahanan produk dengan medan di lintas Sumatera yang terkenal tak ramah. “Bus ini hanya ada dua di Indonesia yang masuk dalam bentuk utuh, alhamdulillah kami mendapat kesempatan dari pihak Yutong untuk ujicobanya,” kata Sani lagi.

Sani menolak merinci bentuk kerjasamanya dengan Yutong, termasuk nilai bus. “Maaf, ini sepenuhnya kewenangan dari pihak Yutong selaku partner kami,” katanya diplomatis.

Yutong adalah salah satu pabrikan bus yang besar di China. Selain Asia, bus-bus buatan Yutong merambah Eropa dan Afrika. Berdasarkan situs resminya www.yutong.com pabrikan ini telah memproduksi 22.203 unit bus periode Januari – July 2011. produk mereka terbagi dalam bus besar, bus sedang dan light bus. (mai/foto : mai)

 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013