Rabu, 17 Oktober 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PERKENALKAN, KAROSERI SHUTLEJ DARI INDIA
 
18 September 2018


(Jakarta – haltebus.com) Sebuah bus terparkir di halaman Hotel Golden Palm, Bangalore, India, akhir Agustus lalu. Dilihat dari sisi samping, sebagian dari bentuk bodi bus mengingatkan kita pada bentuk bus-bus di era tahun 1990-an akhir hingga awal tahun 2000-an. Kaca lebar samping yang lebar, bentuk keseluruhan terlihat persegi dan lambung samping yang tidak terlalu lebar. Bus berwarna dasar putih dengan tulisan Suraj Holidays itu dibuat oleh Karoseri Sutlej. “Chassis bus ini Ashok-Leyland,” kata pengemudinya saat ditanyakan bus yang dikendarainya.

Sutlej adalah salah satu karoseri di India yang industri busnya tengah berkembang beberapa tahun terakhir. Bermarkas di Jalandhar, Negara Bagian Punjab, karoseri ini memiliki beragam model yang disesuaikan dengan standard bus di India. Di negeri seribu kuil itu, berdasarkan peraturan setempat ada lima jenis bus, yakni bus sekolah, bus karyawan, bus kota, bus wisata dan bus antar kota. Setiap jenis bus memiliki kriteria dan standar tersendiri.

Bus Suraj Holidays ini adalah bus wisata, yang biasa mengangkut rombongan wisatawan. Kebetulan saat itu, panitia pameran Busworld India di Bangalore menyediakan sedikitnya lima bus untuk delegasi pameran. haltebus.com dan dua media asal Indonesia berkesempatan melihat dari dekat industri bus, sekaligus merasakan bus buatan India di ibukota Negara Bagian Karnataka yang terkenal sebagai salah satu pusat industri di sana.



Berdasarkan katalog produk yang tercantum di situs jual-beli bus indiamart.com, Ashok-Leyland memiliki produk chassis yang sesuai dengan karakter bus Suraj Holidays. Bermesin depan, dengan enam percepatan, bisa menangkut 36 penumpang. Chassis yang dimaksud adalah Ashok-Leyland Viking Bs4. Sepanjang perjalanan menggunakan bus Sutlej ini terasa nyaman. Tidak ada bunyi-bunyi khas manakala bus melewati jalan yang tidak rata. Suara mesin juga tidak terdengar kasar, walaupun terkadang si pengemudi sesekali kurang tepat saat memindahkan tuas persneling.

Menurut Manager Body Builder Daimler India Commercial Vehicle, Satyajit Bhosale saat berbincang di sela-sela pameran Buswolrd India, bus-bus di India yang banyak diminati adalah bermesin depan. Baik itu untuk bus kota, bus sekolah, bus karyawan, bus wisata maupun bus antar kota. Satyajit tidak memerinci alas an mengapa bus bermesin depan yang lebih laris, namun ada informasi yang menarik. “Meski bus-bus di sini bermesin depan, tetapi sudah dilengkapi dengan suspensi udara,” kata dia.


Nah Ashok-Leyland Viking Bs4 masing menggunakan per daun, tetapi kenyamanannya cukup memuaskan. Panjang bus Sutlej tanpa nama model di bodinya ini sekitar 10-11 meter. Interiornya unik, ada sekat antara ruang pengemudi dan asistennya dengan ruang penumpang. Sekat ini membuat awak bus lebih leluasa menjalankan tugasnya karena ruangnyaa cukup lebar, kira-kira satu meter lebih, dari kaca depan hingga di atas ban depan. Kabin kru terdiri dari ruang pengemudi, kap mesin dan tempat duduk asisten pengemudi yang lebih mirip kursi panjang, yang bisa digunakan untuk tidur.

  

Sekat ruang awak kabin hanya memiliki pintu di sisi kiri. Daun pintu yang bisa dibuka dengan poros di dinding kiri bus itu dilengkapi dengan karet penahan di bagian bawah. Jika pintu dibuka, karet penahan ini cukup diturunkan. Karet penahan akan bekerja efektif karena lantai ke arah ruang awak bus sedikit menaik. Penumpang harus mengetuk pintu yang 60 persen bagiannya terdiri dari kaca.

Pintu masuk untuk penumpang pada bus Sutlej ini sama seperti kebanyakan bus-bus di India. Hanya ada satu di belakang roda depan. Ada dua pintu tambahan lainnya. Satu pintu untuk pengemudi dan satu pintu darurat di sisi kanan belakang. Pintu utama penumpang cukup menarik, digerakkan dengan tekanan udara (pneumatic) tetapi posisinya tidak seperti bus kota yang kebanyakan bergerak ke samping atau bergeser keluar seperti di Indonesia. Pintu pneumatic ini berputar dengan satu poros yang letaknya di tangga kedua pintu masuk.

Pintu ini mengingatkan peserta pameran Busworld India. Kebanyakan peserta pameran adalah perusahaan India yang membuat beragam perlengkapan atau peralatan pendukung industri bus. Mulai pembuat kaca, pembuat dashboard, pembuat pintu, pembuat AC hingga peralatan yang sederhana seperti interior kayu. Merujuk pada peserta Busworld India, industri bus di India banyak ditopang oleh perusahan komponen lokal.

Nah kembali ke bus wisata Sutlej, walaupun interiornya bisa dibilang sederhana, tetapi terlihat sudah menerapkan sistem komponen. Bagian-bagian interior hanya tinggal dipasang untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan. Walaupun jika dicermati detilnya masih ada pemasangan yang kurang rapi, namun secara umum tampilan interior cukup membuat penumpang nyaman.



Bagaimana ekseriornya? Pengaruh bus-bus Eropa sangat terasa di India, tak terkecuali Karoseri Sutlej. Lampu minimalis, bodi yang tidak banyak asesoris serta ringkas mewarnai bus ini. Satu lampu utama hanya terdiri dari tiga titik lampu kecil, ditambah pula lampu sein di bagian bawahnya yang hanya satu lampu terpisah. Ada juga dua buah foglamp yang menempel di bumper depan. Jika mengalami kerusakan lampu, maka perawatannya akan lebih mudah.

Bagian belakang juga tidak jauh berbeda. Satu lampu utama di bagian belakang terdiri dari dua bagian yang terpisah. Model lampu dari masing-masing bagian sama, hanya dipasang bertolak belakang saja. Di bumper belakang, ada dua lampu berwarna merah untuk penanda bagi kendaraan di belakang.

Selain bentuk lampu, eksterior yang menarik adalah pita schotch-light yang terpasang di setiap sisi bus. Di bagian depan, di bawah kaca depan ada pita berwarna putih yang akan menyala jika tertimpa cahaya. Di sisi samping, agak ke bawah, ada pita kuning yang memanjang dari bagian depan hingga ke belakang. Begitu juga pita berwarna merah disematkan di sisi bawah kap bagasi belakang bus. Pita ini menjadi semacam penanda dimensi bus. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013